Selasa, 03 Mei 2011

Tugas PRI 6: Perluasan Wilayah Cakupan PDAM di Bandung

Selasa, 03 Mei 2011
Sampai dengan tahun 2009 cakupan pelayanan air bersih di kab. Bandung baru 20% yang terlayani Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di perkotaan, dan dinas pemukiman tata lingkungan dan kebersihan (dispertasih) di wilayah perdesaan. Sedangkan pemakaian air sumue terlindungi meningkat drastic mencapai 30,08% dari sebelumnya tahun 2008 sebesar 0,63%.

Dari kasus di atas, dapat disimpulkan bahwa memang cakupan daerah PDAM di Bandung memang masih kurang, karena itu saya dari TIM Pro mendukung perluasan wilayah cakupan PDAM di Bandung kota maupun kabupaten. Dari atas juga dapat dilihat bahwa jika cakupan PDAM tidak diperluas, maka penggunaan air tanah di Bandung akan meningkat drastis.

Apa akibat dari peningkatan pemakaian air tanah yang terlalu ‘bebas’?

Pemakaian air tanah secara bebas memiliki beberapa akibat yang merugikan baik untuk diri sendiri maupun orang umum. Berikut ini ada beberapa akibatnya:
a.       Penggunaan air tanah pribadi tidak terkontrol
Pemakaian air tanah secara pribadi membuat pemakaiannya tidak terkontrol. Pemakaian air tanah dengan sumur pribadi tidak akan dipungut biaya seperti jika kita berlangganan air dari PDAM. Dengan tidak ada pengukuran kuota air yang digunakan, akan membuat penduduk yang menggunakan air tanah berbuat semena-mena. Semena-mena dalam artian memakai tidak dengan aturan. Manajemen air akan buruk dan akan terjadi pemborosan air secara besar-besaran oleh penduduk.

Masalah ini bukan murni kesalahan penduduk, bisa saja penduduk menggunakan air tanah karena cakupan PDAM belum sampai di daerahnya. Saya mendukung agar PDAM memeprluas cakupannya sampai kabupaten. Perluasan wilayah cakupan akan membantu masyarakat dalam memanajemen air agar dapat digunakan lebih baik dan bijaksana. PDAM juga akan membantu masyarakat dalam berhemat air, karena jika menggunakan jasa PDAM, akan dipungut biaya air per meter kubiknya. Ini akan membuat masyarakat berfikir dua kali untuk menggunakan air.

b.      Turunnya tinggi permukaan tanah
Penggunaan air tanah yang tidak bijaksana akan membuat keadaan alam akan berubah. Air tanah terletak di lapisan tanah bawah. Bila ada penyedotan air tanah yang berlebihan, akan menghilangkan lapisan air tanah di tanah, dan akan mengakibatkan space tersebiut kosong dan akan mengakibatkan penurunan tinggi permukaan tanah secara bertahap maupun tiba-tiba.

Gambar di atas menunjukkan letak air tanah permukaan. Air tanah permukaan ada karena siklus hidrologi yang terjadi seperti gambar di atas. Dari hujan, evaporasi, kondensasi, hujan, ke tanah, lalu mengalir ke laut. Misalnya hari ini hujan di Lembang, baru seratus tahun kemudian air tersebut sampai di Bandung. Air tanah permukaan (air tanah lapisan atas) akan selalu bergerak dan membutuhkan siklus yang panjang. Jika digunakan secara berlebihan, hal buruk selain turunnya tinggi permukaan tanah. Juga akan mengganggu siklus tersebut, mengganggu kembalinya air ke laut dan menjadi hujan.

Perluasan PDAM sangat diperlukan untuk membantu memanajemen sumber air baku yang masih ada. Seperti yang telah dibahas pada poin di atas, PDAM akan mengatur penggunaan air pada penduduk. Dengan dibangun pipa-pipa penyaluran air bersih dan kotor, maka pengolahan air akan semakin baik. Penggunaan air bersih yang teratur akan membuat sumber daya air tanah lebih terjaga. Pengolahan air juga akan lebih baik karena termanajemen dengan baik. Jika masyarakat atau penduduk tidak menggunakan layanan PDAM, maka secara otomatis mereka juga tidak akan mendapat pelayanan penyaluran air kotor. Penduduk akan mengurus air kotor nya sendiri. Bagaimana caranya?

Sebagian dari masyarakat yang tidak berlangganan PDAM akan membuang air kotornya ke sungai melalui pipa langsung dari rumahnya. Ini mengakibatkan sungai menjadi tercemar dengan limbah rumah tangga. Seharusnya air kotor tersebut sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu agar kadar racun atau zat aditif lainnya berkurang drastis, bukan langsung keluar menuju sungai.

Mencemari sungai berarti merusak ekosistem yang berada di dalamnya. Sungai yang tercemar akan mengganggu kehidupan organisme yang hidup di dalamnya, baik organisme mikro maupun organisme makro. Adanya zat fosfat (dari detergen) akan mengakibatkan pertumbuhan alga meningkat. Pertumbuhan alga yang meningkat tajam akan mengakibatkan alga tumbuh menyebar luas di permukaan sungai. Itu akan menghalangi sinar matahari yang masuk ke dalam sungai. Itu akan membuat kehidupan organisme di dalam air akan kekurangan sinar matahari dan mati. Ekosistem sungai perlahan akan rusak dan lama kelamaan akan hilang atau mati.

PDAM harus menekan angka kehilangan air yang saat ini masih cukup besar. Hingga kakhir tahu ini angka kehilangan air masih ada pada poosisi di atas 33%. PDAM memiliki target harus mencakup 80% pelayanan air bersih dan 70%  air limbah seiring peogram MDG’s tahun 2015.

Kasus kehilangan air diakibatkan karena adanya kebocoran pipa air. Hal ini akan diperbaiki secepatnya seiring dengan perbaikan kualitas dari PDAM. Target yang dibuat PDAM pasti juga akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Jika masyarakat masih menggunakan air tanah, ada beberapa kerugian lagi yang akan muncul. Salah satunya adalah tercampurnya air bersih dan air limbah.

Dengan pengolahan yang kurang baik, maka akan terjadi masalah yang cukup serius. Seperti yang dibahas di atas, air limbah dan air bersih akan terccampur. Idealnya sumber air bersih dan tempat limbah berjarak sekurang-kurangnya 10 meter. Dalam kehidupan sehari-hari di Bandung ini, pasti hal tersebut hampir mustahil dilaksanakan karena daerah Bandung banyak ditemukan kompleks rumah padat penduduk yang bahkan panjang lebarnya tidak mencapai 10 meter.

Akibat dari hal tersebut adalah, limbah dari septic tank akan mencemari air tanah yang dekat tersebut. Kita juga mengetahui bahwa limbah dari septic tank tersebut mengandung bakteri e-coli yang dapat menyebabkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan penyakit pencernaan.

Dilihat dari masalah tersebut, kita ternyata masih butuh bantuan tenaga ahli untuk mengurus itu semua.


Perluasan cakupan PDAM, mensejahterakan masyarakat

Perluasan cakupan PDAM di daerah pinggiran akan mensejahterakan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.

Secara langsung itu pasti akan mempermudah masyarakat untuk memperoleh layanan air bersih, dan secara tidak langsung akan menyelamatkan organisme lain karena menjaga lingkungan secara teratur.

Pelayanan PDAM di daerah pinggiran akan sangat membantu masyarakat. Sebelumnya mereka menggunakan air sumur, air sungai, bahkan air hujan. Jika sumur kering, sungai kotor, dan hujan tidak turun, mereka akan bingung. Dengan dibangun pelayanan PDAM yang mencakup daerah tersebut, maka akan sangat membantu masyarakat. Mereka akan sangat merasa diuntungkan dengan kebijakan tersebut. Dengan dibangun PDAM, mereka tidak perlu susah-susah mencari air, karena di rumah mereka tersedia air yang selalu mengalir dengan deras melalui pipa-pipa air yang dipasang oleh petugas PDAM.

Dengan adanya layanan air bersih, pasti layanan air kotor pun akan diusahakan. Dengan begitu, masyarakat juga akan merasa diuntungkan karena limbah yang dulunya dibuang sembarangan akan menjadi teratur karena pembuangan limbah diatur dengan manajemen yang baik.

Saya setuju dengan perluasan wilayah cakupan PDAM di daerah pinggiran karena berbagai faktor di atas. Pembangunan sarana dan prasarana tersebut akan membantu kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan layak.

Ke depan, PDAM harus bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya air bersih, penanganan air kotor/limbah pun akan ditingkatkan. Dalam waktu dekat PDAM akan membangun jaringan pipa air kotor yang disalaurkan le saluran pengolahan air limbah di Bojongsoang. PDAM melakukan hal itu setelah mendapat bantuan dana hibah dari AUSaid sebesar Rp 7,5 miliar. Proses pembangunan instalasi itu akan dimulai awal 2011.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014