Senin, 26 November 2012

Salah

Senin, 26 November 2012
Salah, miskomunikasi, adalah hal yang paling buruk dalam sebuah alur hidup. A~~~ pagi-pagi ini saya nulis ini karena saya ngerasa bersalah melakukan suatu kelasahan, sampai saya ngga berani masuk ke kuliah. bimbang.

deadline pengumpulan tugas itu hari sabtu, tapi karena miskomunikasi, saya menghambat pengerjaan tugas, sampai malam tadi belum selesai. entah jadi apa hari ini saya. saya ngga tau gimana cara minta maaf. saya pernah juga ada di posisi mereka, dan itu sangat sebal. kalau tugas kelompok ya bareng-bareng. satu menghambat, yang lain terhambat.

dan saya menjadi penghambat pembuatan tugas kali ini T^T

nebus?

ya, solusi yang terpikirkan saat ini adalah menebus dengan mengerjakan tugas yang lain, menunggu~~ deadline hari Selasa. itu yang berarti..... BESOK!!!

Senin, 12 November 2012

About ‘Kepo’

Senin, 12 November 2012

Yes, actually I wanna tell you about something. But, this ‘something’ cannot be described by me perfectly. But, I’ve tried it and…. Haha~~~ confused -_- I can’t continue write this phrase.
*sorry my English is bad :p

Aaaa~~~ saya selalu seperti ini setelah meng-kepo-i kehidupan orang. Dulu saya sering meng-kepo lewat tatapan dan mengikuti langsung si target. Tapi sekarang tidak dilakukan karena saya sadar, itu akan berbahaya. Sekarang saya lebih sering kepo lewat media online. Okay, mostly target saya adalah cowok.

Kepo itu menyenangkan. Saat kalian mengetahui sisi orang lain yang tidak diketahui banyak orang, kalian pasti seperti berada di atas galah yang bergoyang ke kanan dan ke kiri. Antara senang dan merasa bersalah. Saya sendiri bila mengetahui hal yang baru akan cenderung diam atau menanyakan langsung ke orangnya. Itu sudah sangat jarang saya lakukan.

Kepo itu menambah pengetahuan. Entah pengetahuan apa itu. Saya selalu kudet tentang gosip. Entah yang menyangkut teman satu jurusan ataupun satu kampus. Walau saya ngga suka ngegosip, tapi entah kenapa melihat (sambil mendengar) yang bergosip seperti mengerti apa yang mereka pikirkan.

Kepo itu membuat lebih ’peka’. Entah kenapa dari dulu saya selalu merasa apa yang mereka rasa menurut persepsi saya. Bingung? Saya selalu menganalisa apa yang orang pikirkan saat itu juga. Itu yang membuat saya gampang stress dan otak penuh sehingga pelajaran susah masuk -_-”. Oke, tapi tidak sepenuhnya benar. Tapi memang benar.

Hobi kepo saya berjalan sudah lebih dari enam tahun. Ya, enam tahun :””) . dulu namanya bukan kepo, tapi entah banyak orang yang mendeskripsikan itu sebagai secret admirer. Tapi saya sendiri ngga yakin dia ngga ngerti :D mungkin sih.

Ah jadi ingat cerita-cerita tentang kepo :)

Saya dulu kepo karena ngga ada keberanian buat bicara langsung baik ke dia nya atau ke teman dekat untuk nyomblangin *anak eSeMPe, maklum. Akhirnya dengan meminjam kekuatan bulan serta pegasus, saya berhasil kepo untuk pertamakalinya. Pas kelas satu eSeMPe. Ngepoin anak kelas tiga yang dekat sama teman saya. Huahaha. Ngikutin kemana pergi, nyatetin aktifitasnya pas istirahat ngapain aja, dan~~ ngeliatin ukuran sepatunya -_-”

Dan kepo saya ngga tanggung-tanggung. Saya paling takut jika ketahuan. Mulai kelas dua SMP, saya ngepo banyak orang agar bisa bikin alasan. Misalnya, hampir tahu ukuran sepatu satu kelas, hapal tulisan satu kelas, biar ngga ketahuan sama orang. Kalau cuma hapal satu orang doang kan mencurigakan :o haha alasan#plaaakk

Oke, itu berlanjut sampai SMA, ngafalin tanggal lahir, sampai plat nomor motor. Karena plat nomor tidak interesting, maka saya berhenti setelah ngapalin beberapa plat. Males.

Dan sekarang kuliah, karena ada teknologi bernama facebook, tumblr, search engine, blog, dan lain lain, saya makin sering kepo #dulujugaadateknologisepertiitu

Kepo itu ngganggu ga sih??

Ngga kok, asal kita tidak mengusik si pribadi. Ngepo ga papa, asal ga ketahuan #kyaa.

Tapi jangan berlebihan lah. Nanti dikira freak.

Haduh gaya bicara beda lagi. jadi bingung sama saya.

Eh btw..

Kira kira

Ada yang suka ngepoin saya ngga ya?

...

Krik krik

Sudah. Kita akhiri posting ini, xixixi. 

Rabu, 07 November 2012

Telephaty

Rabu, 07 November 2012

Hei kamu! Iya kamu. Dengar suaraku? Iya. Apa sekarang kamu melihatku? Baik. Aku tahu. Kamu sedang fokus dengan hal yang lain, bahkan kamu seolah tidak memperhatikan sekitarmu.

Seolah berdialog dengan seseorang yang entah sudah atau belum aku kenal. Rasanya ini seperti telepati yang membuat kami terkoneksi satu sama lain. Tanpa alat, tanpa perantara. Kami bisa saling membaca pikiran, menjawab, menyapa, dan bertanya.

Halo? Bagaimana kabarmu? Aku disini baik-baik saja. Hanya seperti biasa. Seolah sekitar yang ramai tidak membuatku merasa bahagia. Hanya bising. Dan entah kenapa di dalam bising dengan intensitas yang cukup tinggi ini aku selalu merasa sepi

Apa aku yang terlalu muluk? Apa aku yang terlalu perfeksionis?

Aku selalu bertanya. Aku tahu dia mendengar. Tapi dia memilih bungkam untuk tidak menjawab pertanyaanku. Dia selalu ingin aku tidak menjadi perempuan yang lemah.

Hey tahu tidak, angka melankolisku tinggi. Dan karena itu aku sangat sering merasa tersakiti, entah masalah apa saja itu. aku tidak pernah bicara ke orang lain, karena aku takut yang mendengar akan merasa jengah. Jadi aku berharap, hanya Dia dan kamu yang mendengarnya. Kelak. Aku belum bisa mengatakannya. Aku hanya bisa bicara dalam diam.

Seakan aku masih menunggu seseorang yang benar-benar mengerti. Seakan tidak ada satupun orang yang mengerti aku.

Apakah aku buruk, hey kamu yang disana. Kenapa kamu tidak mengatakan apapun? Apa kamu juga merasa tersakiti oleh sekelilingmu? Aku yakin kamu adalah orang yang tegar.

Bila kamu tahu sekarang kerjaanku hanya menangis, apa kamu mendoakanku sekarang?

Ah ya, menangis. Aku hanya terlalu peka. Menganggap bercandaan orang lain sebagai kebenaran, menganggap kritik dan jawaban ketus sebagai tanda kebencian.

Tapi aku tidak akan berbuat selain menangis. Aku tidak ingin ada dendam. Aku hanya ingin rasa iri dengki dendam prasangka buruk ini menetes bersama air mataku.

Hey, apa kamu suka dengan perempuan yang menangis?

Haha. Lama-lama kamu pasti jengah mendengarku yang selalu berceloteh tak jelas ini.

Halo?? Apa kamu mendengarku??

Atau jangan jangan~~~ kamu tidak tahu bahasaku??

.
.
.
.

Hey, tahu tidak, sekarang aku sedang mencoba tersenyum. Kamu  juga harus tetap tersenyum. Terus perbaiki diri ya.

Hanya Allah yang tahu kapan aku harus menghentikan telepati konyol ini. Hanya Allah yang tahu. Hanya Allah yang tahu :) 

Selasa, 06 November 2012

足跡 [Ashiato] Monkey Majik Chord

Selasa, 06 November 2012

Sudah lama ngga posting chord :"). bila ada kesalahan, komen yak :D saya masih bingung dengan E dan C#m terdengar agak sama :|

足跡 [Ashiato]
B                                 F#
Donna ni kurushii kaze ga fukou to
E          F#
I remember
B                                 C#m
Nothing is going to stop me
E
No never stop me

B         F#                    E
It’s hard to climb the wall
C#m                                        F#                                            B
You look down and you’ll see you’ve got nothing to fear at all
B         F#                    E
Take the time to breathe
C#m                            F#                   
‘Cause the more you shake, you hesitate,
                                    B
You gotta put yourself at ease
E                                              F#
I’ve always weighed myself down way too long
            E                                              F#
I should’ve opened up when I was wrong
            E                                              F#
Your time is here, I’ll take that chance, no looking back
            E         
You push, and push so hard
                        F#
So hard that I won’t fall

      B  F#  E    C#m    F#                     B
Osanai koro nando koronde mo mata tachiagatte
     B  F#  E    C#m              F#                        B
Ato sukoshi hi ga kureru made pedaru wo kogitsuzuketa
            E             F#
Ataerareta hitotsu no
            E            F#
Ooki na toikake ni mo
            E                      F#
Chiisa na te ni subete wo kakete
            E                      F#
Ano koro boku wa yume wo mite ita

B                                             F#
Nothing’s gonna stop me from where I wanna get to

E          F#
I’ll remember
B                                             F#                                C#m
Never will forget ’cause we were having such a good time
B                                             F#
Never ask for less, ’cause you know you’re gonna get more
E
I keep moving on
C#m                                        F#
I do my best, and try not to fall apart
            E                      B
There are times when we lose,
            E                      B
And more times when we win
            E                      B                                 C#m
But there’s something that you never can forget
B
Never give up

    B   F#      E         C#m    F#                                     B
Surechigatte iku kodomotachi ga kaze wo kitte hashitte iku
    B   F#       E                     C#m    F#                                    B
Itsu no ma ni ka nanika ni tsukete akirameru koto ga ooku natte ite
   E                      F#
Ataerareta hitotsu no
   E                      F#
Ooki na toikake ni mo
   E                                           F#
Kokoro to karada wa hanarebanare
   E                      F#
Mou ichido ano hi no you ni

B                          F#              
Donna ni kurushii kaze ga fukou to
E          F#
I remember
B                                 F#                    C#m
Nothing is going to stop me ima shika nai yo ne
B                     F#                   
Tooku hayaku soshite motto takaku
E         
Akiramenai
C#m                            F#
Ashita wa kitto matte iru kara
E          B         E                      B
Boku ni totte yume wo tsukamu tame
E                      B         C#m
Ima surubeki koto sore wa

            E                                              B
You might not always be standing on the top
            E                                              B
There’s a wind that pushes past you when you fall
            E                                              B                     C#m
And whatever path you take, there’s a moment where you break
            E                                              F#
And I’ll be on the sidelines cheering you on

B                          F#              
Donna ni kurushii kaze ga fukou to
E          F#
I remember
B                                 F#                    C#m
Nothing is going to stop me ima shika nai yo ne
B                     F#                   
Tooku hayaku soshite motto takaku
E         
Akiramenai
C#m                            F#
Ashita wa kitto matte iru kara

            E                                  B                     C#m
But there’s something that you never can forget
    E     B          E                      B
Boku ni totte yume wo tsukamu tame
E                      B         C#m
Ima surubeki koto sore wa
            E                                  B                     C#m
There’s just one thing that you never can forget
B
Never give up


Minggu, 04 November 2012

Everything~~

Minggu, 04 November 2012

Entah kenapa satu minggu ini saya benar-benar tidak bisa fokus. Semuanya, semuanya membuat saya muak.

Ini bukan salah siapapun. Ini salah diri saya sendiri. Saya merasa bahwa hari-hari saya sangat tidak berguna. Penuh dengan eluh-eluhan yang tidak bermakna.

Saya hanya ingin minta maaf, bagi yang merasa tersakiti karena adanya saya yang tidak bersemangat, yang tidak konsisten, dan tidak terlihat memperdulikan sekitar.

Everything makes me sick. Sorry, I feel sorry. I don’t wanna make you understand me because I don’t understand myself too.

A~~ bahkan grammarku masih kacau T^T

Maaf. Ini postingan absurd.

Mungkin saya hanya terlalu lelah. 

Kamis, 01 November 2012

Amanah atau Tumbal?

Kamis, 01 November 2012

Seringkali dalam sebuah organisasi akan dipilih satu orang yang ditugaskan untuk bertanggung jawab atas keberjalanan organisasi tersebut. Kita bisa menyebutnya sebagai PJ (penanggung jawab) atau koordinator. Apa kalian pernah merasakan ada di posisi ini?

Saya pernah beberapa kali.

Setiap saya menerima tugas berat ini, saya biasanya dalam keadaan ngga pengen atau ngga minat, dan kebetulan juga tugasnya agak berat. Saya pernah baca di suatu buku, bahwa amanah itu tidak untuk dicari, tidak juga untuk dihindari. Kalau dapat amanah, berarti kalianlah yang dipilih Allah untuk menjalankannya. Tapi beberapa teman saya menyebut posisi saya ini sebagai tumbal.

Aaa~~ saya ngga suka kata-kata itu. Saya bersedia untuk menjalankan tugas, tapi tolong jangan sebut saya sebagai tumbal, karena itu berkonotasi negatif. Sebut bahwa saya adalah yang dipilih Allah untuk menjalankan tugas ini. Ini lebih baik kedengarannya.

”Belum sanggup untuk ini, sepertinya bukan saya yang tepat, kamu lebih baik dari saya,” dulu saya juga mengucap hal seperti ini. Tapi ternyata, bila kita menggunakan orang yang sudah berpengalaman saja, tanpa menggunakan orang yang masih awam, kita berarti secara ngga langsung ngga memberi kesempatan pada orang awam untuk belajar.

Jadi, konklusinya?

Jangan anggap diri kalian sebagai tumbal bila menerima suatu tanggung jawab. Berfikirlah positif bahwa Allah memilihmu, Allah akan memampukanmu lewat amanah itu, akan menambah wawasanmu dan akan membuatmu lebih banyak belajar.

Jadi~~~ jalankan amanah sebaik mungkin, segembira mungkin, seikhlas mungkin. :)

Dan Kemudian…. Mati


Di bagian depan dan belakang rumah saya masing-masing ada sebatang pohon. Pohon mangga di depan, dan pohon alpukat di belakang. Pohon mangga tumbuh dari cangkok, bukan dari biji, sedangkan pohon alpukat tumbuh dari biji. Keduanya entah kenapa ketika berbuah, buahnya sangat manis dan enak. Kekurangannya adalah, keduanya sama-sama memiliki benalu.

Karena tumbuh dari biji, dari pertama ditanam, harus menunggu lebih dari lima tahun untuk berbuah. Saya selalu senang memotret daun-daunnya yang bagus, ranting yang menjulur banyak yang menurut saya lebih bagus daripada pohon mangga didepan.

Tapi, beberapa saat yang lalu pohon itu mati.
”A~~~ padahal buahnya enak,” saya menggerutu ketika ayah dan ibu memutuskan untuk menebang pohon alpukat di belakang rumah.
”La kan sudah mati,”
”Kenapa dulu benalunya ngga diambilin? Pasti yang bikin mati benalunya,” dan aku juga memberi gagasan agar benalu di mangga juga diambil, ranting yang ditumbuhi harus dipotong. Tapi, usul itu ditolak karena pohonnya terlalu tinggi.
”Bukan karena benalu si alpukat mati,” saat si alpukat ditebang, ayah memberi pengertian. ”...dia mati karena ada hama di dalam batangnya, jadi ngga bisa dicegah kematiannya,”

Dan saya melihat ke depan, mangga yang ditumbuhi benalu, masih dengan kokoh berdiri dan di saat musim berbuah, dia tetap menghasilkan buah yang sangat banyak, dan sangat manis.

Akhir-akhir ini aku berfikir, cerita diatas itu seperti sebuah analogi. Bayangkan pohon alpukat adalah diri kita sendiri, benalu adalah masalah eksternal, dan hama batang adalah masalah internal. Masalah dari luar masih bisa ditanggulangi, walau banyak, bila kita kuat akan tetap tidak akan menghalangi perjuangan kita. Bandingkan dengan masalah internal. Bila dalam hati kita sendiri sudah ’sakit’, maka saya tidak akan tahu lagi apa yang akan terjadi.

A~~~ dan sudah lebih dari sepuluh tahun saya makan mangga terenak didunia yang tumbuh dari pohon berbenalu, dan hanya sekitar dua tahun panen saya merasakan alpukat terenak nomor dua didunia, karena nomor satunya ada di kebun kakek saya :)

Selamat November semoga lebih baik :D
アイサ の ノート © 2014