Selasa, 24 Agustus 2010

Apa Semua Orang Merasa Bahagia?

Selasa, 24 Agustus 2010
Seringkali kalau kita punya masalah, kita sering curhat dengan teman kita. Mengungkapkan unek-unek yang terpendam di hati.
Kadang kita nggak mau tau apa yang ada di brnak orang yang kita mintai tolong.

Aku meneliti dan mengobservasi dari teman-temanku sendiri (observasi dua kelas, nih). Aku menemukan fakta yang agak rumit.

Pernahkah kalian memperhatikan teman kalian yang selalu ceria dan selalu tampil dengan senyuman? Yang selalu menghibur disaat sedih? Yang selalu membuat lelucon konyol disaat yang membosankan?

Ternyata, empat dari sepuluh orang yang bertipe seperti itu memiliki masalah yang cukup berat.

Mungkin mereka berusaha menutupi masalah tersebut dengan bertingkah menyenangkan orang lain, agar tidak seperti dirinya.

ini cuma anggapanku saja lo,

Intinya,
pandang orang lain jangan dari fisiknya saja. Setiap orang bisa terluka. Setiap orang bisa merasakan pahit. Dan tidak semua orang selalu bahagia

Hari Pertama Kuliah

Senin, 9 Agustus 2010

Semangat ya buat hari pertama kuliah… jangan telat, dan kalo ada anak TM jual makanan, beli ya, yang pada belum makan, haha. Sip2.
Hah. Si Kakak taplok nge-SMS. Aduduh, perhatian banget sih kakak taplok saya..

Hari ini hari pertama kuliah. Deg-degan, nervous, gimana ya bentuk anak-anak terbaik bangsa? (cieeee). Huft. OSKM udah selesai nih, harus konsentrasi kuliah, ngasah otak yang udah mulai tumpul.

Di depan gedung kuliah, lagak sok kenal, jadinya kenalan (=_=”) dengan anak Yogya, namanya Niken. Di dalem gedung, kenalan lagi dengan anak Jombang. Namanya Nadiatur. Udah pada sok-sok kenalan gitu. Saya sebagai orang Solo asli, bersikap lembut dan bermuka ramah seperti biasanya.

Ih.. Rahma kok pendiem banget sih? Rahma kok kalem banget sih?

Hahaha.... itu kesan pertama mereka terhadap saya. Jadi malu.. hahaha... belum pada tau mode asli saya. Tombol ON nya belum di tekan.

Astaghfirullah Ummi Ovi... tau ngga Ummi, saya ketemu dua anak yang mirip sama Papi tiri Adnan... namanya saya belum tau. Yang satu dari Pontianak (pernah ketemu di balubur), yang satu asli Bandung. Yang dari Bandung itu mukanya familiar banget. Mirip siapa ya??

Ehm~Hari pertama kuliah ini diawali dengan Kalkulus 2 jam dan diakhiri Fisika 2 jam. Pelajaran yang sangat menghibur. Aaaaargh!!!

Rasanya agak aneh berada dalam kelas yang isinya bejibun begini. Satu kelas ada sekitar 75 orang. Dulu sih satu kelas cuma 25 anak, sekarang 3 kali lipetnya. Busyet dah.

Kali ini juga, temen-temen saya bukan dari Solo semua (malahan ngga ada yang dari Solo), jadinya agak rada kepleset ngomong Jawa sama semua orang, padahal yang tak ajak ngomong pada ngga ngerti. Haisyah.

Kali ini satu kelas ceweknya kurang lebih 21 orang. Cuma asal ngitung sih, jadi perbandingan cewek-cowok nya 1 banding 2 lah...

Padahal waktu SMA itu, satu kelas cowoknya cuma 7, sisanya cewek. Haaah.. jadi kangen njajah kaum cowok, haha... kapan lagi kesempatan njajah mereka, karena pasukan mereka lebih sedikit (ih, ngomong apaan sih?).

Hm... hari pertama kuliah sih ngga ngaruh gimana-gimana, soalnya belum krasa bagaimana kuliah itu sebenarnya.

Gimana ya???

Hah.. besok libur...

Senin, 16 Agustus 2010

What makes men fall in love with you?

Senin, 16 Agustus 2010
^_^ Men Don’t Like Fake Women
To answer the question what makes men fall in love, we must first understand that all men are not alike so obviously preferences would differ, but there are enough common qualities to attract any type of man, Men generally prefer women who are them selves, men don’t like women who fake or one who is not comfortable with who she is.
^_^ Give Him More Freedom
Another myth is that men don’t want committed relationships. They are always looking for relationships with no “hang-ups”. As women, men too want in a stable relationship; he too wants to feel loved and also wants someone special so that he can shower his love. Men are very excited about the concept of love as it is. So, it’s just a question of women understanding what makes men fall in love.
^_^ Loves what’s He Love
Show interest in all he does – hobbies, clothes, and friends. A man loves a woman who shows great interest in what he does. Learn basic information about his hobbies so that you understand his needs, have intelligible conversation, and ask question. Make inputs that may enhance his hobbies.
^_^ Men Like Someone They Can Trust
Women in trying to please a man generally try to fit in. Is a woman attracted to a man she tries to woo him by being what his idea or a perfect female is. In most cases it does not work since a man comes to know that she is not really the girl he is looking for. And for compromising on her way of life, the men finds the women unappealing, he loses interest because he thinks there is nothing real, he also loses trust in the women for trying to be someone whom she is not. Men love a female who comfortable in her skin and not afraid to express it. Men respect the women for her true nature and her forthrightness. Men like women who follow their own interests and leave him time to follow his own.
^_^ Men Like Genuine / Confident Women
A self assured women is what makes men fall in love, she should be herself, take her own decisions, be assured about her likes and dislikes, should have her own style and grace, and should do thing that pleases her. Men would gladly go along with a woman like that.
In the end if you are still worried about what makes men fall in love, just know that it’s a genuine and confident person who is at ease with herself. This would surely land you the man of your dreams. Men don’t look for perfect bodies, but look for assured partners.

-> nih ppostingan dari Suci, temen saya di SMA... hahaha saya ngambilnya ngga ijin niyh.. ^o^ v

Apa-Apaan ini?

Pernah suka dengan orang lain?
Terdengar seperti pertanyaan klasik ya,

Mungkin semua orang pernah mengalaminya. Mungkin sih,

Kenapa akhir-akhir ini aku merasa ada yang mengganjal di dadaku? Aku tak tahu apa yang ada dalam benakku, apa yang dikatakan oleh naluriku. Kenapa ya Allah?

Dulu waktu SD, aku pernah ’suka’ dengan anak laki-laki pak ustadz. Dia anak ke 3 dari 4 bersaudara, dan nama adiknya sama dengan nama kakakku. Aku terkesan, karena dia baru kelas 3 SD sudah hafal Juz ’amma dan surat Yasin. Huft...
Dan waktu lulus SD, ternyata jumlah NIM kami sama. Aku melanjutkan ke SMP Negeri favorit di kotaku, sedangkan dia memilih melanjutkan ke Pondok Gontor. Hah, jelas saja dia mau ke sana, tekadnya kuat banget buat mempelajari Islam...

Waktu SMP, lagi-lagi kejadian yang sama. Tetapi berbeda orang dan berbeda type.
Saat itu aku sedang di musholla. Temanku yang lain sholat, sedang aku tidak. Saat itu sekolah sepi, karena waktu itu sudah satu jam lebih setelah bel pulang.

Ceritanya, dia menunggu pinjaman sarung, dia duduk di serambi masjid laki-laki yang kebetulan lurus dengan serambi masjid perempuan. Tau-tau dia mainin gitar punya temennya, dan kebetulan itu lagu yang paling aku sukai. Sampai rumah, aku menyetel lagu tersebut di Winamp, dan memutarnya sampai empat kali, dan putaran kelima, kakakku berteriak,”dek! Kalo nyetel lagu itu lagi, awas, ya!!!”

Haha... dan sejak saat itu aku mulai belajar mainin gitar. Dan lagi-lagi, waktu lulusan, dia mendaftar di SMA yang berbeda denganku. Dan beda angkatan, pula. Karena aku memilih jalur percepatan...

SMA=kosong, benar-benar kosong. Hah. Bukannya konsentrasi belajar malah kebanyakan main. Padahal waktuku singkat. Ini masa yang -sampai sekarang- paling membahagiakan. Kami dua kelas hidup bersama di kelas yang terpencil, dan kami juga bisa memahami pentingnya persahabatan, dan kami semua berbaur menjadi satu. Kedengarannya sih lebay, tapi memang kenyataannya begitu...

Sekarang. Yah, sekarang. Aku punya kakak pembimbing OSPEK, dia dari teknik perminyakan. Baru satu minggu kenal sih, tapi dari itu semua aku tahu, dia orang baik.

Aku bukannya suka, tapi salut. Saluuuuuut banget. Dia orangnya baik. Aura yang keluar dari dirinya itu selalu positif. Dia ngga pernah marah, dan kalau bicara pasti sambil tersenyum.

Sebenarnya sih dia ngga macho ya, seperti anak teknik perminyakan lainnya. Dia bahkan ngga tinggi. Tingginya sama dengan aku. Bahkan–lagi–kalau aku berjalan tegak pun, mungkin masih tinggi an aku. Sebenarnya dia juga ngga perfect banget, tapi dia manis. Ah.... kok jadi gini sih? Kenapa aku jadi euforia? Ya Allah, kuatkan aku, lindungi aku dari semua rintangan yang ku hadapi di dunia ini ya Allah, amin.

Euforia Musim Hujan

Senin, 2 November Tahun Pertama
Aku selalu menanti datangnya hujan. Aku selalu membayangkan sesuatu yang indah tentang hujan. Aku suka hujan.
Hari yang membahagiakan. Hari ini pertamakali hujan turun ke bumi setelah enam bulan lamanya. Bayanganku adalah aku pulang naik sepeda dengan baju seragam yang basah kuyub. Tapi niat itu urung ku laksanakan, mengingat besok hari Selasa jadi seragam OSIS masih dipakai. Dan banyak buku pelajaran yang sangat sayang untuk dirusak.
Sekolah sudah sepi. Anak-anak hampir semuanya sudah pulang karena diburu mendung. Ini tepat satu jam setelah bel pulang sekolah berbunyi. Aku yang doyan pulang telat selalu saja menunda waktu pulang.. Jadi begini, terjebak hujan bersama seorang teman di serambi musholla. Asyiknya, aku melewatkan waktu hujan ini di sekolah.
”Aku bosan di musholla terus,” Lia angkat bicara. Keheningan dari tadi tercipta karena aku memilih bermain dengan air hujan yang jatuh dari atap musholla.
“Terus kamu mau ke mana?” aku menoleh ke Lia. Sebagian roknya basah karena aku mencipratkan air ke roknya. Lia juga melakukan hal yang sama.
”Kalau ke atas gimana?”
”O...ooiy..aa...” aku menepuk jidatku. ”Ada barang yang ketinggalan di kelas. Ke atas sekalian masuk ke kelasku ya?” Lia mengangguk. aku dan Lia memang berbeda kelas. Dia di bawah dan di gedung lama, sedang aku di atas dan di gedung baru.
”Ayo Ma,” Lia menarik tanganku dan perlahan menaiki tangga. Tangga digenangi air karena memang atapnya terbuka sedikit. Aku dan Lia tidak memakai alas kaki.
”Humt,” Aku mengiyakan. Aku menendang-nendang air yang menggenang di lantai atas sambil sesekali tertawa bersama. Sesekali juga aku terpeleset dan hampir jatuh.
Akhirnya sampai juga di depan kelas. Aku merasa ada orang di dalam. “Aku ambil di dalam dulu ya,” Aku mulai melangkah masuk. Benar, ada dua cowok duduk di atas meja, tiga berdiri di depan. Mereka bukan warga kelasku. Mereka teman satu kelas Lia.
Aku memberi kode ke Lia untuk masuk. Aku malu masuk sendiri. Akhirnya setelah dipaksa, Lia mau juga menemaniku walau hanya menunggu diambang pintu. Aku menggunakan kesempatan itu untuk mengambil sesuatu yang tertinggal. Lem cair. Parahnya, lem itu ada di sebelah cowok yang duduk di meja. Sial.
Aku mengambil sambl menunduk. Kupencet lem tadi dan ternyata bocor. Aku berlari menghampiri Lia dan melapkan lem ke tangan Lia. Dia berteriak-teriak. Lia Lari. Aku berniat mengejarnya. Sebelum mengejarnya, aku menoleh ke belakang dan melihat cowok itu tersenyum. Manis. Aku berbalik lagi, mengejar Lia yang sudah jauh. Aku kembali mengingat kejadian tadi, senyuman itu. Aku juga sempat melihat bed namanya. ASTAGHFIRULLAH...bayangan itu harus hilang.
Tanpa sadar aku terpeleset. BRAK!!

Tragedi Tomat

Tahukah anda?
Dulu orang Amerika sangat takut terhadap buah tomat dan menganggapnya beracun serta tidak bisa dimakan, karena tomat masih sekeluarga dengan kecubung.

Namun tentu saja itu tidak berlangsung terus. Keadaan berubahh setelah seorang dokter asal Virginia bernama Dr. Siccary di tahun 1733 berani ‘menantang maut’ dengan memakan beberapa buah tomat di depan orang banyak. Masyarakat Amerika kemudian menjadi percaya bahwa tomat tidak beracun dan bahkan memiliki rasa nikmat. Di masa kini Amerika Serikat adalah produsen dan konsumen tomat terbesar di dunia.


Source: Motivasi pdfbook

Malpraktek Coklat

Iseng karena ada temanku yang bikin coklat sendiri di rumah, aku jadi ikut-ikutan.
Di pasar aku beli Dark Chocolate, 200gram harganya Rp12.000,00 (harga di Solo lho). Awalnya cuma di tim dan dibentuk-bentuk aja, trus kok bosan ya?
Aku mulai searching di internet, isinya paling banyak cara mengetim coklat (hiks).
Pengennya sih bikin coklat kayak Silver Queen yang enaaaak banget. Tapi ga bisa. Resep-resepnya paling banyak buat permen dan praline. Dan aku nggak tau praline itu apa sampai aku menemukan blog yang menjelaskannya secara rinci (aku lupa blognya apa).
Praline itu...coklat yang ada isinya.. (hualah....)
Ternyata...

-ehm- Kembali ke Silver Queen..
Eh, gimana ya kalo dark Chocolate nya dicampur es krim vanilla? Pasti kan jadi coklat susu, ya kan? Hhaa.. formulaku jadi!

Bahannya ini nih:
-30 gram Dark Chocolate
-50 ml es krim vanilla (dicairkan)

Carannya, tim dark Chocolate (cara tim klik di sini) sampe meleleh. Sebelumnya di cincang dulu coklatnya.
masukin es krim vanilla nya, diaduk terus sampai teksturnya menyatu.

Udah, gitu aja. Pikirku akan jadi coklat yang creammy, eh... tak tunggu ber jam-jam di freezer kok ga beku-beku? Uoooohh

Eh, tapi di makan buat colek-colekan enak lho.. haa. Jadilah resep pertama coklatku. KRIM COKLAT..

*oiya, aku baru inget kalau es krim kan sifatnya koloid, ga bisa beku. Kalo es krimnya dikiiiiiiiiit banget, pasti beku deh (tapi ga berasa es krim nya). Ini karena es krim nya lebih banyak dari coklat, makannya ga bisa beku...

Owl City (tau ngga??)

Owl City.

Mungkin banyak yang belum tau ya? Tapi sekarang itu cukup terkenal kok..

Itu nama penyanyi (ato grup, sih?) yang lagu-lagunya kusukai.

Awal aku tau si Owl ini, pas iseng-iseng cari ost nya film Twilight yang judulnya aku belum tau (haa). Jadinya, aku searching-searching di 4shared. Semua lagu di halaman pertama ku download. Pertama sih search di Google pake lirik lagu yang bisa ku tangkap, ternyata nggak ada (salah dengar).

Di halaman ke dua, ada lagu nya Owl City “Vanilla Twilight” tak download (dan tujuanku cari lagu Twilight terlupakan), cuma dapet 7 detik . Ini karena aku ngenet pake WiFi sekolah yang sinyalnya putus-nyambung. Tak dengerin kok bagus, ya? Aku nyoba download lagi. Setelah download 14 kali, baru dapet deh tu lagu…

Hah.. rasanya seneng banget. Akhirnyaaa!!

Beda si Owl City dari penyanyi luar lainnya itu, karena sering pake kata-kata yang agak nggak familiar di lagunya. Sampe-sampe harus buka kamus. Suara nya juga enak di denger kok. Dan pengucapannya juga jelas, ga kayak sebagian penyanyi luar yang pengucapannya kurang jelas dan harus liat liriknya..(haa)

Lagu yang enak di dengerin nih: Vanilla Twilight, Rainbow Veins, The Saltwater Room, The Technicolor Phase, The Bird and the Worm.
Single pertamanya yang melejit itu Fireflies. Bagus sih, tapi aku kurang begitu suka...

Tips Cari Leptop

Mau beli leptop nih, buat kuliah… tapi bingung mau cari merek apa…

Sepertinya saya punya sedikit masukan, walau ini sebenarnya cuma asal-asalan nulis karena saya lagi kosong kuliah (duileee anak kuliahan baru, nih, haha)

1. Pertimbangkan ‘isi’ leptop tersebut…
~PROSESOR~Kalo kalian-kalian semua anak teknik, sebaiknya beli yang prosesornya core2duo, seenggak-enggaknya dual-core lah.. i7 juga boleh (haha), kalau bahasa atau sastra yang hanya untuk mengetik (iya ngga sih?) bisa pakai yang prosesornya gak segitu. Misalnya kalau netbook kan pakainya intel atom, nah, itu sudah cukup.
~HARDDISK~Dua tahun yang lalu sih harddisk 110 giga udah lumayan banget tuh, apalagi punya temenku ada yang 160… Dan setaun kemudian aku beli yang 250 giga, itu yang terbesar. Dan kurang dari enam bulan kemudian, temanku beli yang 320 giga, dan itu yang terbesar… dan sekarang, temanku ada yang beli, hardisknya 500 giga…. Padahal harganya beda ‘cuma’ 700ribuan (mahalan dia), punya dia prosesornya i3, saya Dual-Core…
Hiks.. mereknya sama nih…

2. Merk
Bingung mau pilih merek apa?
Nih pilihannya=
*kalau bujet buaaaaanyak, pengen canggih, pengen kuat dan tahan lama, prestige, pilih APPLE
*kalau bujet banyak, pengen canggih, prestige, pilih TOSHIBA
*kalau bujet banyak, pengen canggih, pengen kuat dan tahan lama, pilih DELL
*kalau bujet nanggung (buat yg di atas kurang, tapi kalau pakai yang jelek kok sayang), pingin canggih, kuat dan tahan lama, pilih HP COMPAQ
*kalau bujet nanggung dan pengen stylish, pilih ACER
*kalau bujet nangguuuuuuuung banget (alias tipis), pengen canggih dan fitur komplit, pilih AXIO…

Kalau merk-merk yang lain kaya Fujitsu, Zyrex (Made in Indonesia looo), Advance, blabla.. saya belum terlalu mudeng… mungkin ini juga sebagian tidak benar, jadinya mohoon maklum, soalnya ini juga bukan hasil browsing, tapi dari Tanya-tanya temen-temen dan orang tua.. Sekian.

Oh ya.. mohon diperhatikan saat membeli, OS nya udah include belum, soalnya saya dulu beli dapetnya windows xp yang palsu, haha… kalau beli mah, mahal euy… bujet saya terbatas… itu saja belinya di pameran, tau kan harga pameran gimana?
~Sekedar info~ dengan harga yang sama, kualitas paling bagus (baik hardisk, ketahanan, dan lain lain) jatuh pada….. COMPAQ.....~sekedar info lho~

SNMPTN

“Hoi cepet buka web.snmptn.ac.id! Risya uda dapet Elektro!”

Sebuah SMS di sore hari yang mengagetkan. Pengumuman SNMPTN!!!

Hatiku was-was. Ya Allah, bagaimana nasib hambamu ini ya Allah? Apakah takdir bahagiaku berakhir di sini?

Aku meraih ponsel. Ada sms lagi. Dari teman, dia keterima di pilihan ke-2. Aku makin penasaran. Aku browsing lewat HP ku, dan tidak bisa. Pakai HP kakakku, tidak bisa juga. Dan...pakai HP ibuk, taraaaaaaa.....gagal.

Hiks. Ya Allah, apa ini pertanda? Apakah ini seperti UM UGM dua bulan yang lalu?
“maaf, anda belum berhasil”. Astaghfirullah..

Sehabis magrib, aku diantar bapak ke sekolahan untuk mengecek pengumumannya. Pakai komputer sekolah.

Bismillaahirrohmaanirrohiim... ya Allah, kuatkan aku jika memang ini bukan takdirku.

“Selamat, anda di terima di
Aisa rahmawati 11044050308002 FTSL Institut Teknologi Bandung

Klik disini untuk melihat surat keputusan panitia SNMPTN”

Aku setengah tak percaya, dan aku menangis,

Ya Allah, sungguh besar nikmat yang Engkau berikan kepadaku, padahal aku belum mampu menyembah dan mengagungkanmu sampai saat ini dengan baik...

Aku akan berusaha. Ini berarti yang terbaik untukku. Dan aku tidak boleh mengecewakan orang tuaku, agar mereka bangga melihatku kelak menjadi orang yang sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa. Amin.
アイサ の ノート © 2014