Rabu, 22 Maret 2017

Korean Dramas?

Rabu, 22 Maret 2017
I don’t really like Korean music or movie in the first time because I’m more into Japanese music (actually I just know some band which I really love their music, such as monkey majik and yui) and Japanese drama. But when I tried to search some good Japanese drama and movie, I couldn’t find something that suits my taste anymore. I just can find something cliché like school drama which the boy lead actor is tsundere, popular, extremely handsome, and the girl lead actress is not popular and kind of boring. Maybe because I’m 24 this year, I choose to watch something different, which I can’t find in Japanese drama. So I try to watch Korean drama. And I love it :””D. so, in this post I’ll share my Korean drama recommendation, from former Japanese drama addict (but I still search for good Japanese drama. I miss the Yamapi and friends’ era)
1.  W – The two worlds.
This is amazing. The plot is interesting, and unpredictable. I enjoyed this drama from beginning until the end of the episode. And, I bought the book ‘Love is…’ by Puuung because of this drama :””)

2. Kill Me Heal Me
This is the story of a man that has personality disorder. He had multiple personality.

3. Age of Youth
This is stories from five girls who have different personal matter; they live on the same roof. I like the plot and the casts.

4. Thumping Spike
This is web drama. There are 20 episodes; each episode is less than 15 minutes. I enjoy this web drama. It’s about volley ball; the athlete who has leg injury began to coach the worst volley ball team from president cup last year.

5. Weightlifting Fairy Kim Bok Joo
This is sport drama too. I didn’t expect to love this drama. But the cast and the story is so gud. The comrom stories make me smile every time I saw this series.

6. Reply Series
This is the popular drama, which consist of three drama, Reply 1997, Reply 1994, and Reply 1988. This gave me nostalgic feel. The stories are good too. My favourite seris is Reply 1997.

7. Plus Nine Boys
This drama contain four stories from boys aged 9, 19, 29, and 39. in Korea, they believe that age with nine ending is when you should do extra for reaching something because that year is bad luck year, you should be careful. the stories is light, and fun to watch.

8. Splash Splash Love
Just two episodes! but it's enough. this is a stories about girl who suddenly can time travelling when it's raining. she traveled to Joseon era and meet the king.

and I'm confused to end this post ,__,

Ps. this is just my opinion. Yes. These are mostly new dramas. Yes. I’ve watched more than 50 dramas. Sorry no picture. I just want to write my opinion. In English. Sorry. My English is bad :"( but trust me, those dramas are recommended to watch!

Pss. I don’t really like Goblin, scarlet heart, legend of blue sea.. Don’t know. The stories is good, but its plot doesn’t make my heart flutter and excited /haha.

Psss. I started to like K-music. I like BTOB (Born to Beat), their music is soooooo guuuuuddd, I think I’m in love with them :”)

Jumat, 24 Februari 2017

I Made some Video!

Jumat, 24 Februari 2017
yep. udah lama ga posting blog. kali ini saya cuma pengen berbagi video yang saya buat. di kantor dikasih tugas untuk membuat video, dan saya nemu satu situs yang bisa untuk bikin video maupun ppt gratis. ada versi pro nya juga, dengan konten yang lebih banyak. kalo bikin akun di sana, tiga hari bisa akses pro secara gratis. lah jadi endorse situs kayak gini haha. nama situsnya Powtoon.com.

btw ini video yang sudah saya buat, dua duanya temanya itu kerjaan yang pernah dikerjain tahun lalu. masih cupu sih, tapi kalo misalnya ada tugas buat bikin video penjelasan, situs ini lumayan banget loh.

yang ini video tentang Program Kampung Iklim. Udah dua tahun ngerjain tentang Proklim DKI Jakarta, ini penjelasan versi singkatnya. 


nah yang ini tentang biodigester. udah dua kerjaan juga tentang biodigester hahah

yep yep. segitu saja update blog kali ini. #setelah sekian lama# T-T

sampai jumpaa lagii
semoga jadi rajin post di blog lagi haha. bye!

Sabtu, 10 Desember 2016

Secuil Cerita Tentang Seleksi Beasiswa

Sabtu, 10 Desember 2016
Siang kemarin, pas ada acara di Novotel, saya iseng buka situs beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id. Ada pengumunan hasil seleksi beasiswa LPDP hari itu. Dari pagi, grup telegram udah rame dengan anak-anak yang berkali-kali cek situs web, sampai nge-email CSO tapi disuruh menunggu sampai batas maksimal jam 23:59 katanya. Akhirnya grup kembali sepi sampe siang karena belum ada yang berkobar memberitahukan bahwa hasil seleksi udah keluar. Iseng aja buka web, eh ternyata pengumumannya udah keluar. Hasilnya, Alhamdulillah saya keterima. 

Kayak datar banget ya ceritanya? Haha. Tapi suer, saya engga bohong, saya bahagia banget, nget, nget. Habis itu langsung kabari ibuk, bapak, kakak, dan temen deket yang ikut seleksi Batch 4 ini. Dan alhamdulillaah, sama-sama lulus. Di grup telegram mulai rame bahas login-login ke akun. Ada yang ga berani buka, ada yang laporan kalo mereka juga lulus. Ga lama kemudian situs nya down. Ayik, temen deket saya, internet di rumahnya jelek jadi saya yang ngecek in. Dia sampe ga percaya kalo lolos. Ayik udah coba daftar beberapa beasiswa tapi belum tembus. LPDP ini pun dia kesempatan terakhir, alias percobaan yang kedua. Dia sampe bilang gini, “Itu beneran hasil ku kan ya? Aku lolos beneran?” . Saya jawab aja, “Iyaaa, masa aku ediit haha,”. 

Ayik selalu bilang, sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Dan sesudah kesulitan pasti ada kemudahan (Al Insyirah : 5-6). Jadinya ga boleh ada kata menyerah sebelum kamu dapat apa yang kamu inginkan, atau kamu mendapat pengganti yang jauh lebih baik dari yang kamu inginkan.

Saya terkesan santai. Tapi saya bikin skenario sendiri, takutnya ini zonk. Takutnya habis ini saya dapat notifikasi bahwa kelulusan tadi salah karena sistem sedang gangguan. Masih ga percaya, masih cek web berkali kali setelah situsnya udah ga down. Dan ternyata, alhamdulillaah statusnya ga berubah. Dikukuhin juga dapet email dari LPDP nya langsung kalau saya beneran lolos seleksi. 

Email Notifikasi

Aaaaaakkk Ya Allaaaaaah :”””””””) Alhamdulillaaaah

Saya mendaftar beasiswa ini bisa dibilang disertai dengan hati yang bimbang. Saya punya sisi pesimis yang, “halah, emangnya lu bisa dapet beasiswa?” “emangnya dosen mau ngasih surat rekomendasi buat lu?” dan segitunya. 

Tapi kalo saya gak mencoba, mana bisa tau hasilnya?

Dan akhirnya saya beranikan diri buat mencoba. Selagi mempersiapkan berkas, saya persiapkan diri saya, meyakinkan diri saya sendiri untuk mendaftar beasiswa ini. Kala itu, saya sering bicara dengan diri saya sendiri, “Ya kalo kamu gak yakin sama kemampuan diri kamu sendiri, kenapa orang lain harus yakin? Kamu bisa kok, kamu bisa. Dan kamu pantas dapat beasiswa,”
Lalu sisi pesimis saya berkata lagi, “Eh ipk kamu sama persis kayak batas minimum lho, ga malu apa?” 
Saya jawab lagi, “lah kan syarat minimum nya emang segitu. Terus kenapa? Kalo syaratnya segitu, IPK 3.00 sama 4.00 juga ga ada perbedaan. Sama-sama memenuhi persyaratan, kan?”

Daaaan berbagai pertanyaan-pertanyaan kejam lainnya. 

Saya minta surat rekomendasi ke dosen, ternyata beliau menyetujui untuk memberikan rekomendasi. Saya kirimkan template nya ke beliau, harus mengisi gimana-gimananya, dan kemudian dikoreksi. Di kolom centang-centang nya saya isi dulu buat pertimbangan, juga project yang telah saya kerjakan, tapi pas ketemu, beliau bilang, “Ini kamu harusnya nulis ‘mengerjakan project ini dengan sangat baik, bukan cuma baik doang’, yang di centang ini sangat baik semua kok jangan diisi yang cukup, kecuali bahasa asing lainnya, harus pede,” 

Selain berkas-berkas, harus membuat esai rencana studi, peran untuk Indonesia, dan juga Sukses terbesar dalam hidupku. Saya nulis esai rencana studi standar seperti yang ada di template, dan sukses terbesar saya nulisnya tentang lulus dari ITB (iya, itu perjuangan, sukses terbesar sampai detik ini, walau didahului dengan kegagalan super haha). Saya stuck di peran untuk Indonesia. Saya mau jadi apa? Mau ngapain aja? Kok apa yang saya inginkan terkesan /ginibanget/? Dan akhirnya saya konsul sama temen seperjuangan -Ayik- buat tanya-tanya ini. Saya bilang, saya pengen jadi peneliti, dan pengen jadi pengajar. Tapi takut kalo ditanyain pewawancara “Emang kontribusi kamu sekarang udah kayak gimana? Kamu udah ada pengalaman jadi pengajar sama peneliti?” dan begitulah. Tapi kemudian saya menemukan jawabannya. Apa yang benar-benar saya inginkan. Bikin esay itu engga gampang. Apalagi menyangkut rencana masa depan :””)

Dan akhirnya semua berkas saya berhasil kumpulkan. Dan saat pengumuman hasil seleksi adminstrasi, alhamdulillaah lolos. Siap siap buat seleksi substansi nyaaa. Sebelumnya udah gabung di grup telegram. karena newbi banget soal telegram, saya pernah salah ganti...foto profil grup LPDP Batch 4 pake foto saya -___- mana yang narsis pula huhu. untung pas penghuni grup nya 'masih' 200an. saya di grup cuma jadi silent reader karena pas mau nanggepin, terlanjur yang lain nanggepin. Pas ada diskusi online, saya pas lagi ada kerjaan haha. Jadinya ga pernah ikut :””(. 

Jadwal seleksi substansi di Bandung tanggal 23-25 November, dan biasanya diumumin kapan dapet jadwalnya itu paling lambat H-3. Saya ditawari Ayik buat latihan wawancara via telfon. Modal paket TM dari s*mpati maka saya sudah mengantongi siap wawancara */preet. Tapi sampai H-1 belum ada pengumuman kapan seleksi. Tanggal 22 siang, akhirnya di web muncul juga jadwalnya. Saya dapet tes nya.... Besok banget. BESOKNYA BANGET. TIGA-TIGANYA */ganyante. Iya, saya dapat tiga tes substansi dalam satu hari yang sama. Besok. Yakdes. Saya gemeter. Baru latihan wawancara aja, belum LGD sama esay. 

Malamnya, saya dapat cobaan. Maag saya kambuh, dan kosan mati lampu padahal baterai bentar lagi die. Yasudah pasrah lilin-lilinan sambil baca materi yang sempat di print sebelumnya di luar kos diterangi cahaya rembulan. Sekitar pukul delapan, listrik alhamdulillah nyala lagi dan saya pun bahagia. Tapi galama kemudian ngantuk kemudian tidur ,_, kemudian gagal. Lanjut lagi. 

Hari H tes, saya siapkan diri, siapkan berkas juga, tapi, saya lupa sarapan :””//. Saya awalnya pasif banget, tapi pas sampai di lokasi tes, saya coba sapa-sapa para calon awardee (ceileh). Dari situ, saya tuker-tuker pengalaman, tuker-tuker nomer hape, bahkan tukeran makanan wkwk. Pas istirahat sebelum wawancara pun, latihan wawancara bareng-bareng. 

Pas tes esay on the spot (EOTS), di menit-menit pertama saya ngeblank banget. Ga nulis apa-apa. Bingung mau nulis apa-apa. Alhasil kertas kosong sampe lima menit. Saya mikir mau nulis apa dulu, jadinya lama banget. Sama khawatir juga karena yang lain udah pada dapet banyak baris (iya, saya lirik-lirik kanan kiri wkwk --jangan ditiru). Tapi alhamdulillah habis itu lancar banget nulisnya sampe nyalip yang lainnya (iya, saya ngelirik lagi wkwk --jangan ditiru lagi). Tapi saya lupa satu hal. Mbak pengawas bilang tulisannya jangan kecil-kecil. Laaah, saya tulisannya kecil banget ,__,

Tahap dua, LGD, saya beruntung banget. Alhamdulillah, materinya itu nyangkut lingkungan banget. Bahkan ane tau nomer peraturan pemerintah yang terkait (,__,) tapi ada satu kesempatan saya ngasih pendapat, tapi saya lupa mau ngomong apa padahal udah ditulis. Tapi gegara tulisannya acak-acakan dan ga teratur, saya bingung buat bacanya. “jadi saya setuju dengan kementerian blablabla dengan keputusannya yang blablabla, jadi saya setuju dengan ... Dengan... Dengan... Kesepakatan tersebut. Terimakasih,” krik krik krik. Iya. Beneran gitu banget. Malu banget :”””( 

Pas wawancara, disuruh nunggu dulu di depan. Saya deg-deg an banget. Udah baca doa, bismillaah bismillaah, tetap masih grogi. Jadinya SKSD sama samping nanya nanya sesuatu buat mecahin keheningan. Setelah itu alhamdulillah jadi lega. Gak lama, saya dipanggil masuk ke dalam buat wawancara. 

Normalnya, pewawancara ada tiga orang tapi di meja saya hanya ada dua pewawancara. Satu ibu-ibu dan satu bapak-bapak. Alhamdulillah saya dapat mengutarakan apa yang ada di pikiran saya, tentang rencana studi saya, tentang impian saya. Pertanyaannya standard dan ga ada unexpected question. Semua  tergantung kalian yang mau mengembangkan jawabannya seperti apa. Pertanyaan yang saya dapat saat wawancara:
1. Ceritakan tentang diri anda; juga keluarga anda
2. Mengapa anda mengambil jurusan tersebut, dan di universitas tersebut?
3. Teman anda banyak yang memilih di luar negeri kenapa kamu ga ke luar negeri?
4. Sebutkan pengalaman anda jadi pemimpin! (saya mengaku tidak pernah menjadi pemimpin dalam grup besar, tapi saya bercerita bahwa saya pernah menjadi pengampu/mentor baik di makul Agama, maupun di kegiatan himpunan). 
5. Apa kegagalan terbesar dalam hidupmu? (saya di sini nangis, karena udah ditahan ga bisa. Saya cengeng banget ,_,. Disini ditanyain gimana cara kamu menghadapi kegagalan tersebut)
6. Kenapa harus S2 kalau bisa berkontribusi walaupun kamu ‘cuma’ lulusan S1?
7. Ada rencana nikah saat kuliah? */uhuk rencananya tahun ini pak, tapi jodohnya belum muncul *iya saya bilang gitu wkwk*
8. Apa hasil yang mau kamu kasih untuk Indonesia? (jawab yang sesuai dengan esai ya, konsistensi itu perlu)
9. Dan pertanyaan terkait rencana studi. Saya ambil teknik lingkungan, ditanyain, milah sampah di kosan gak? Untungnya saya milah :””D walaupun akhirnya dicampur lagi pas dibuang :”(. Cuma botol yang dipisahin buat dijual sama bapak kosan. 

Dan begitulah perjalanan seleksi saya. Ga istimewa kayak yang lain-lain sepertinya ya? Haha. Setiap orang punya tahapan perjuangan sendiri. Kalau saya, saya berusaha untuk meyakinkan diri sendiri bahwa saya pun bisa dan mampu buat lolos di beasiswa ini.  

Jadi, selamat berjuang yang akan meraih impian! jangan takut buat mencoba, kalo gagal mu dirasa besar, kamu harus bangkit lagi karena pasti ada sukses yang lebih besar menantimu :”)

Salam, 
Rahma, lolos LPDP dengan IPK sesuai dengan batas minimum, kuliah lima tahun, yang (masih) takut coba-coba, dan juga (masih sering) pesimis. 

Duh udah lama ga nulis jadi acak acakan gini ,___, btw ini postingan terberbobot tahun 2016 haha. Tapi ini isinya curcol :””( maaf yang sudah mampir buat cari info dan tips tapi ternyata isinya gak sesuai :”””(

Selasa, 21 Juni 2016

Short “Trip” ke Pulau Pramuka

Selasa, 21 Juni 2016

Halooo!!! Kali ini engga akan posting nyampah kayak yang kemarin-kemarin kok haha. Baiklah karena saya udah lama gak posting sesuatu di blog, kayaknya ini saat yang tepat untuk kembali menulis (--deadline udah kelar pfft tapi ganti kerjaan baru ahahahahiks) jadinya saya akan ngeblog tentang perjalanan saya dan teman-teman kantor ke Pulau Pramuka. Ehm, bisa dibilang kerja, tapi bisa dibilang backpackeran karena budget terbatas pfft. Awalnya Cuma dua atau tiga orang yang berangkat, terus karena yang semua nya juga pengen berangkat, alhasil boleh berangkat berlima tapi budget tetep seminimal mungkin \(_,_\) oke. Yang penting berangkat. Ke Pulau Pramukaaaaaa horeeeee haha.

Oh iya. Kami berlima, Saya, Putri, Mila, Yola, dan Kak Nindy bertugas sebagai surveyor BPLHD DKI Jakarta untuk Proyek PROKLIM alias Program Kampung Iklim. Pulau Pramuka ini salah satu kandidat lokasi untuk PROKLIM DKI Jakarta yang nantinya akan diikutkan ke tingkat nasional. Nah, sebelum-sebelumnya sih kami kami ini udah keliling Jakarta mulai dari Pulogadung sampe Tanjung Priok, dan Pulau Pramuka ini adalah lokasi terakhir yang disurvey.

>> Day 0 <<
Kamis subuh kami berangkat dari Bandung, nyewa mobil dan di antar pak supir ke daerah Jakarta Timur untuk survey tiga lokasi PROKLIM terakhir. Seperti biasa (lah kapan ane pernah cerita kayak gini haha) survey baru kelar sorean, bahkan baru bisa pada makan menjelang magrib. Setelah urusan persurveyan di Jakarta /darat/ selesai, akhirnya kami bersiap untuk perjalanan ke Pulau Pramuka (Jakarta /pulau/) yeaaay. Karena besok pagi pagi harus ke Pelabuhan buat naik kapal, jadinya kami nyari hotel yang deket deket sana.
“Gimana kita nginep dimanaa?”
“Di hotel mana? Hotel x apa y?”
Dan sesi booking-membooking pun seperti biasa diawali oleh Putri. Terpilih beberapa hotel yang mau di booking, lewat situs booking online (Traveloka haha).
“Tapi ini kayak mencurigakan gitu kayak losmen losmen,”
“Susah nyari di daerah pesisir yang gak mencurigakan,”
Nanya pak supir pun katanya kalo di jalan gajahmada, atau di jalan sesuatu, itu emang rawan. Di sana emang banyak lokasi “ehem ehem” yang gak tau lah itu gimana. Akhirnya, secara singkat /gakdeng/ kami memutuskan untuk memilih hotel 55 International di deket mangga dua square. Pas ke sini, nyasar! Problemnya adalah karena GPS nya selisih 30an meter, salah belok ke gang keciiil banget, dan itu daerah yang kayaknya “ehem ehem” itu. Duh mana ini berlima cewek semua, watir pisan udah deg deg an.

Setelah berbekal tanya sana sini akhirnya sampai juga ke hotel 55 ini. Harusnya belok setelah polsek, bukannya sebelum polsek haha. Dan alhamdulillaahnya hotelnya diluar ekspektasi. Semalam kita bayar 260an untuk satu kamar ukuran double deluxe (pesen nya dua), dan ternyata pas masuk ke kamar, yang satunya malah dapat kamar ukuran family (kasurnya tiga!!) haha. Mungkin karena pesen online terus yang pesen langsung keburu keisi atau entahlah gimana, yang jelas dapet kamar yang enak dan murah. Horray. Oh iya, btw kalao datang langsung, bayarnya 350 ribu per kamar untuk ukuran double deluxe. Kalo family kayaknya 600an apa 700an gitu. Mendingan booking online saja lebih banyak promo /eh.

>> Day 1 <<
Yay, hari pertama mau ke Pulau Pramuka dimulaaai!.

Kami berangkat dari hotel jam enam kurang seperempat. Karena pak supir nya udah balik ke Bandung, kami berlima naik Grabcar ke Muara Angke (biayanya sekitar 50 ribu). Catatan, kalo mau beli tiket KM Kerapu (alias kapal dishub), ngantrinya dari pagi ya karena kuotanya Cuma 80 orang per hari. Kalo engga kebagian, bisa pake kapal rakyat yang harganya lebih murah dan kapasitas lebih banyak. Harga tiket KM Kerapu ini 50 ribu per orang belum termasuk asuransi 2 ribu dan tiket peron 2 ribu. Jadi, total harga tiketnya 54 ribu. Kalau untuk kapal rakyat harganya 45ribu. Oh iya, tiket ini gak bisa dipesan. Yang bisa beli ya orang yang duluan datang.
KM Kerapu, Kapal dari Dishub

Antri tiketnya itu pertama kita harus ambil nomer antrian. Satu orang satu nomer antrian. Kalo bawa lima orang, ya ambil nomer antriannya lima biji, sambil ngasih tau nama dan usia. Habis itu baris lagi ke depan loket, buat bayar. Loket buka jam setengah tujuh sampai setengah delapan, tapi biasanya 15 menit setelah loket buka, tiketnya udah habis. Jadi mending pagi pagi datangnya. Oh iya. Ekspektasi saya naik kapal feri kayak pas ke Bali, pake Feri gede, tapi ternyata engga haha. Kapalnya kapal Kerapu ukuran kecil dengan muatan maks 20 orang. Jadi, “goyangan” nya kerasa banget. Kalau mau lebih nyaman, bisa pakai speedboat naik dari Marina, Ancol, dengan biaya 125ribu per orang untuk weekday dan 150ribu untuk weekday (belum termasuk tiket masuk marina nya 20ribu per orang).

Setiap kapal ada rute nya. Kebetulan yang ditumpangi kami itu pakai lintasan I: Pulau Untung Jawa – Pulau Pari – Pulau Pramuka – Pulau Tidung, jadinya kami turun setelah berhenti di Pulau Untung Jawa dan Pulau Pari. Jam delapan pagi kapalnya mulai berangkaat. Oh iya, pas nunggu kapal berangkat, sebaiknya duduk di ruang tunggu karena nanti juga bakal dipanggil buat masuk satu per satu pake toa. Jadi tenang, ga bakal ketinggalan (kalo nunggu didalem). Perjalanan yang ditempuh sekitar satu setengah jam. Kami berangkat jam 8, sampai pulau pramuka jam 09.30. dan hujan *padahaludahpadasiapsiapmantai*

Okay. Sampailah kami di Pulau Pramuka. Di sini kalau untuk penginapan, bisa ke homestay alias di rumah rumah warga. Harganya bervariasi. Biasanya kalau yang berwujud rumah harga semalam nya 250-350 ribu semalam (bisa ditawar loh!). kalau mau yang di pinggir pulau, bisa 500ribuan per malam. Saya sama teman-teman mencari homestay terdekat dari pelabuhan, rumah warna ijo yang semalam sekamar 350ribu. Isinya kasur empat dan sudah ada AC dan kamar mandi dalam.

Apa yang asik dari Pulau Pramuka?

Pulau pramuka ini bisa dikelilingi dalam waktu kurang dari sehari. Di Pulau Pramuka ini Cuma ada dua RW, yaitu RW 04 dan RW 05. Pulau Pramuka itu masuk di Kelurahan Pulau Panggang. Ada taman nasional nya di sana, yaitu penangkaran penyu yang digunakan untuk sarana edukasi. Kalau untuk pantai, lebih baik jalan ke arah utara karena lebih luas. Untuk daerah barat, lautnya dangkal jadi bisa jalan sampe ke agak tengah an. Biasanya juga, pas sore-sore banyak anak kecil yang renang-renang di sana. Mereka seneng banget di foto haha. Kalau mau jajan-jajan, ada di depan dermaga, mulai dari telur gulung sampe ada eskrim juga. Btw di sini ga ada minimarket sejenis alfamart atau indomaret tapi tenang aja banyak warung yang nyediain makanan kecil kok. Untuk harganya standar lah engga mahal kok. Buat makan pun ada warung warung dekat pelabuhan dan juga di tengah tengah pulau.  Oh iya, di sini satu-satunya transportasi umum adalah motor dengan bak, yang bisa membawa keliling pulau dengan biaya limaribu rupiah.

Jalan ke tengah laut di tepi pulau bagian barat

Ketemu anak dermaga yang cihuy 

Sepanjang tepi Pulau Pramuka ditanami mangrove. FYI, pulau Pramuka ini merupakan salah satu area untuk konservasi mangrove

telor gulung sepuluh ribu dapet lima. tapi pas beli, ibu penjualnya ngasih lebih dari yang seharusnya haha.
ada tukik di penangkaran penyuu!
di Pulau Pramuka ada hutan wisata edukasi juga loh
 *credit foto acak dari yola, saya, mila, putri

>>Day 2 <<
Hari sabtu, kami survey untuk program kampung iklim di Pulau Pramuka. Hari ini  kami survey lebih ke wawancara ke narasumber karena kemarin sudah keliling untuk melihat upaya masyarakat dalam menangani perubahan iklim. Pagi-pagi jam tujuh saya pergi ke dermaga untuk pesen tiket balik nanti jam satu. pas nyampe ke loket, katanya belum ada info apa ada kapal dari sini berangkat ke jakarta darat atau engga. Dan setelah menunggu beberapa saat, dikabari kalo hari ini .... kapalnya... GAK BERANGKAT!!

Oemji.

Padahal kapal rakyat berangkat jam delapan.

Udah setengah delapan tapi belum wawancara narasumber.

Dan akhirnya dengan segala kekalutan, akhirnya memutuskan untuk pulang pakai speedboat yang turun ke ancol. Harga tiketnya 150ribu per orang. Kalut gara gara overbudget sih sebenarnya haha. Awalnya dibudget in untuk transport kan pakai kapal dishub yang 54ribu itu, jadi bengkak 3xlipatnya :”””D. Untung di Pulau ini makan nya murah murah, jadinya bisa ketutup anggarannya. Jadi tolong yang berlibur ke kepulauan seribu, siap siap kalo kapal dishub ga berangkat siangnya. Mending naik speedboat yang turun di marina. Untuk tiket nya, bisa dipesen di vila delima. Naik speedboat kalo siang-siang mending di bawah karena ada ac dan minim goyangan. Kalo di atas pasti kena ombak yang masuk, ditambah muka gosong separuh :”””D. Kami awalnya duduk di atas, tapi habis kena semburan ombak pada pindah ke bawah yang lebih tenang dan adem :””D

Duh, post ini kok ane jadi banyak cerita ke saat perjalanannya ya bukan pas nyampe nya haha. Yaudah. Biarkan foto saja yang berbicara. Kelamaan ga nulis blog, kemampuan nulisnya jadi kaco kayak gini :/

Oiyaa kemungkinan saya akan posting mengenai program kampung iklim itu sendiri karena lagi semangat nuliss iniiii hihi. Sampai jumpa di post berikutnyaaaa ^^

Kalkulasi perjalanan
1. Grabcar ke Muara Angke = 50 ribu
2. Tiket kapal dan peron dan asuransi = 54 ribu
3. Homestay = 350 ribu /5 = 70 ribu àbisa lebih murah
4. Tiket kapal pulang = 150 ribu
5. Makan 5 x @15ribu = 75 ribu
6. Lain-lain = 50 ribu
Total = 449 ribu per orang à kalau trip nya berlimaan. Kalo sendiri atau berdua, bisa lebih mahal untuk biaya homestay nya itu


Selasa, 26 April 2016

untittled

Selasa, 26 April 2016
HALO 2016
HALO JANUARI
HALO FEBRUARI
HALO MARET
HALO APRIL

dan sebentar lagi....
HALO MEI!!!


udah lama banget ga nulis apapun blog. postingan terakhir juga cuma halo-halo doang buat ngisi-ngisi biar postingan ada setiap bulan. tapi, tahun 2016 ini udah enggak ngeblog lebih dari tiga bulaaan tidaaaak.

dan rasa-rasanya,

postingan ini juga cuma say hello lagi ,__,

Kamis, 31 Desember 2015

Halo 2016, Bye 2015 :)

Kamis, 31 Desember 2015
Halo. Hari ini akhir desember, yang juga akhir tahun 2015. Pada intinya, tahun ini saya banyak mengalami perubahan. Alhamdulillaah, ke arah yang positif. awal tahun dari januari sampai maret merupakan masa yang suram. Iya, suram banget. Meni galau we tiap hari mikirin TA yang enggak selesai selesai. Dan pada akhirnya, saya gak bisa lulus bulan maret. Patah hati karena sesuatu yang salah (hahaha) juga terjadi di bulan ini. Ceritanya ya karena denger gosip gitu tentang seseorang. Hah dasar aku mah apa jarang ikut ngerumpi makanya gak tau apa-apa. Ehm. Balik lagi ke awal. Singkat cerita, akhirnya dengan dukungan orangtua yang ngebelain sampai datang ke bandung buat support saya, “kamu pasti bisa nak nyelesain TA kamu”, dan akhirnya saya berani lagi ngehadap ke dosbing yang bahkan selama lebih dari enam bulan saya gak bimbingan. Iya. Saya gak tau kenapa bisa setakut itu sama dosbing saya. Tapi pada akhirnya saya bersyukur bertemu dengan beliau. Dari beliau saya belajar banyak tentang cara mengadapi orang dengan lebih rasional haha. Juga, saya dapat ilmu berharga banget mengenai cara menulis laporan dengan baik dan benar. Serius. Saya gak bohong. Dan pada akhirnya saya menyesal. Kenapa gak dari dulu ajaaa gue ngadepin hal kayak giniii. Terlalu cemen saya mah. Jiker dipelihara. Iya jiker. Jiwa kerdil. Dengan penuh perjuangan, akhirnya saya sidang tanggal 12 juni 2015. Sidang berjalan lancar, dan revisi juga alhamdulillah lancar. Dan saya wisuda tanggal 1 agustus 2015. Lima tahun kurang dua hari dari pertamakali resmi jadi mahasiswa, akhirnya saya lulus juga. 

Bulan agustus masih euforia. Masih di kosan, main main, tapi udah mulai lamat lamar pekerjaan lewat online. lewat jobfair juga, tapi belum ada panggilan.pada akhirnya, pertengahan september saya dikabari oleh teman saya kalau ada lowongan di konsultan yg dikepalai oleh kakak tingkat angkatan 2007. Singkat cerita, saya masuk ke konsultan tersebut hanya dengan mengirim cv dan datang langsung ke studio nya di alamanda, lalu bercakap sebentar dengan kak 2007 itu. Deal kalo mau jadi karyawan tetap, kemudian mulai kerja deh. udah. Segampang itu. Haha. Tapi ternyata, menjalani nya engga mudah. kalau diambil positifnya sih ya, di sini saya jadi belajar banyak hal. Sekali lagi. Buaaaaannnyyaaaakkk haaalll. Mulai dari bikin daftar isi di laporan, sampai urusan e-faktur dan e-billing. Teman yang tadi merekomendasikan saya, serta ada kakak satu angkatan 2008 akhirnya resign akhir oktober. Sebelumnya mereka bilang ke saya, dan saya juga berniatbuat resign, tapi orang tua saya menentang. Duh mak serius aku kalut waktu itu. Kalutbanget. Antara gak suka, rasa bersalah, sama takut campuradukjadisatu. Dan akhirnya saya bilang ke kak 2007 kalo saya pengen pulang. Ke solo. Saya gak bisa akktif selama seminggu, jadi lebih baik jadi frilens aja. saya kemudian pulang seminggu. Seminggu kemudian, pas sampai studio, ada anak baru ternyata. Cowok, anak unpad, buat ngurus administrasi. Ada juga cewek satu orang buat anak laporan. Total nya ada tujuh orang sekarang. Tugas jadi lebih ringan. Jauuh lebih ringan. Tapi tetep deadline banyak, yang serignya gak manusiawi. Yah namanya juga lagi bulan sibuk. Lagi, bulan november selesai pada akhirnya. Kemudian, kakak yang unpad tadi bawa teman dua orang buat bantu bantu juga. Anak peta, bawa teman juga satu orang. Mereka multifungsi lah bisa diandelin (banget!). Dan kemudian, kebahagiaan bisa dirasakan. Saya merasa teman-teman yang sekarang baiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkkk baaaaannnggggeeeeettttttttt. Jujur, selain beban kerjaan yang berkurang, hal yang bikin saya bahagia di tahun ini adalah bertemu dengan orang-orang di kantor ini. Saya merasa jadi kembali ke diri saya beberapa tahun yang lalu, yang ceria, yang (kadang) bisa protes walau masi jiker dan cari aman haha. Saya belajar menjadi dewasa, belajar cara menghadapi orang, dan cara bergurau dengan orang. Bahkan ya, di sini kami galau galauan bersama haha.

Tapi, karena rasa senang ini, saya jadi takut kehilangan mereka. Karena suatu kondisi. Serius. Saya takut banget. dari mereka saya belajar banyak. Saya merasa dihargai. Saya merasa bahwa mereka percaya saya, kalau saya bisa diandalkan. Saya udah gak pernah percaya diri sama kemampuan diri sendiri dari SMA sampe kuliah, bisa jadi percaya diri sekarang. Saya yang dulunya bicara dikit banget dan tertutup banget, bahkan sama sahabat saya sendiri, sekarang sudah lebih terbuka. Banyak yang terjadi di 2015 ini. Banyak yang jadi pembelajaran berharga. Banyaak banget. Tapi yang pasti, di tahun ini saya belajar banyak, belajar mengenai diri saya sendiri.

Buat orang tua, kakak, saudara, teman cantik, teman manis, teman yang suka begadang, teman yang gak tau teman atau bukan (?), kamu (hayoh siapa), kakak-kakak, teman yang tak terlihat (hah?), dan teman-teman lainnya, terimakasih untuk satu tahun ini. Ini tahun yang ruarr biasaaaa ^^9. Semoga tahun 2016 menjadi tahun yang lebih baik, apapun tujuan dan keinginan kalian, dimanapun berada, dengan visi misi yang berbeda, bismillaah. Bismillaah. Semoga bisa menjadi lebih baik, aamiin. 

Senin, 30 November 2015

say, no, vem, ber

Senin, 30 November 2015
halo. sudah akhir november sekarang. lagi-lagi banyak hal yang terjadi, tapi mager buat nulis. haha dasar. akhir-akhir ini banyak pelajaran yang saya dapatkan dari lingkungan di sekitar. semakin saya mengenal orang lain dan orang baru, semakin saya bisa mengerti dunia. setiap orang memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda-beda. di dunia baru ini, bahkan orang yang saya kenal sudah lama tiba-tiba berubah, dan juga orang yang saya baru kenal kurang dari sebulan, ternyata juga berbeda. ini mah ngomong apa heula bingung sendiri :"""D. saya mah apa atuh dibandingin yang lain. saya emang bukan orang vokal yang bisa protes sana-sini. cenderung menerima apa adanya, tapi ya itu bikin kojur kalau terus-terusan begindang. tapi saya tau kok. cuman ya itu... takut buat bergerak. tapi kemudian ketakutan itu muncul ketika saya akan bergerak, dan melihat yang lain melakukan kesalahan yang fatal. saya gak mau kayak mereka. lebih baik diam. lebih baik diam. daripada berbicara yang merugikan. daripada membicarakan keburukan orang yang bahkan mereka melakukannya juga. dan tanpa merasa bersalah. melakukan itu.

bismillah. astaghfirullah. astaghfirullah. astaghfirullah.

Senin, 12 Oktober 2015

Halo,dua dua!

Senin, 12 Oktober 2015

Halo dua dua!

Yap. Hari ini usia saya tepat dua puluh dua tahun. Haha, saya bahkan sempat lupa kalau hari ini saya ulang tahun. Pas buka google, dan terlihat google doodle nya kue-kue, saya bingung. "Ini yang ulang taun siapa, emang?"

Eh ternyataaaa -_____- HAHA.

okee. Di umur yang angkanya sudah nambah, tapi usia sebenarnya berkurang ini, saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Saya harus kuat

Saya ga boleh cengeng

Saya harus rajin

Saya harus semangat cari jodoh eh (eh boleh ding lol )

Saya harus turun lima kilo haha. Apa coba.

Saya harus tambah cantik. Meh.

yaudah. Sepertinya kalau saya teruskan curcolan saya ibi, bisa bisa blog saya diblokir haha. Gamungkin seh. Oke. Sip. Maafkan curcol gapenting saya hari ini teman. Eh ga papa dingm guweh kan hari ini ultah (mulai songong)

Eciye ultàah haha. sekian. Terimakasih.

アイサ の ノート © 2014