Minggu, 23 Juni 2013

Menentukan Tujuan

Minggu, 23 Juni 2013

Kalau sudah masa-masa seperti ini, otak jadi banyak berfikir. Bukan berfikir, tepatnya berandai-andai. Dasar manusia, selalu saja begini. 

Beberapa waktu yang lalu saya dan teman saya berbicara tentang menentukan tujuan. Ya~~ tujuan apapun. Tujuan disini bisa berarti niat juga, sih. Entahlah, setiap orang memiliki definisinya sendiri, bukan?

Baiklah. Sering ditanya, apa tujuan mu hidup sekarang? Kalau mengacu pada Al-Qur’an, disebutkan bahwa Allah menciptakan Jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Ya, itu salah satu tujuan hidup yang harus digarisbawahi.

Pernah suatu ketika pernah ketampar sama pernyataan teman. Apa sebenarnya tujuan kalian? Apa prioritas kalian? Kalau dari daftarmu itu nomor satu bukan Tuhanmu, ngga usah hidup saja. Baiklah, itu bisa menjadi koreksi diri sendiri bahwa semua perbuatan yang kita lakukan itu harus didasarkan niat untuk-Nya. Kalau begitu, bisa jadi ibadah, kan?

Balik lagi ke menentukan tujuan. Ini gara-gara baca tulisan bang alitt di  shitlicious.com yang tiba-tiba ngomongin mental block -_- saya jadi keinget sama kegilaan masa SMP. Jadi dulu pas saya SMP ada kebiasaan menjelang tahun baru yaitu bikin resolusi bareng-bareng. Kita tulis giliran, terus kertasnya disimpen seseorang deh. Kayak menjaga mimpi, gitu. Entahlah, pas SMP agak-agak absurd memang. Dan kebiasaan itu hilang pas SMA karena ngga ada yang seklop SMP dulu. Sudah, lupakan. Pas kuliah, saya ga pernah absen nulis rencana-rencana kedepan, tetapi ya itu, terlupakan begitu saja.

Hei, kenapa perlu menentukan tujuan? Sebuah pertanyaan mendarat begitu saja, lalu saya menemukan jawabannya sendiri.

Bukankah semua manusia tidak bisa hidup tanpa tujuan? Orang yang hidup tanpa tujuan itu serasa terombang-ambing di lautan yang luas, dan kau bahkan tidak tau harus berbuat bagaimana, harus menepi di pulau mana, dan hanya menunggu kekuatan ombak membawamu ke mana. Let it flow, tidak bagus juga bila diterapkan di kenyataan. Setidaknya memiliki visi, dan berusaha untuk mewujudkannya.

Ibaratkan hidup kita sebagai pencarian harta karun. Hidup itu mencari, bukan? Bila kita sudah menemukan apa yang kita cari, apa istilah yang tepat untuk menggambarkannya? Lupakan poin ini.

Ya, ada dua pengembara. Yang satu memiliki peta mencari harta karun, yang satu hanya mengandalkan keberuntungan untuk menemukan harta karun. Kita tidak bisa mempredikisi mana yang akan mencapai atau mendapat apa yang diinginkan yaitu harta karun, tapi bisakah kita melihat, mana yang lebih terarah? Mana yang lebih efisien? Yang memakai peta. Tapi bisa saja pengembara tanpa peta menemukan harta karunnya terlebih dahulu. Siapa sangka? Hidup adalah kejutan, kan?

Kalau saya dan teman saya merumuskan bahwa kenapa kita perlu menulis tujuan hidup, atau keinginan dan hal yang akan dicapai nantinya itu salah satunya adalah untuk menentukan langkah awal untuk mencapainya.

Saya sendiri termasuk orang yang menyesal karena tidak membuat rencana jangka panjang, yang saya pikirkan hanya rencana jangka pendek. Bukankah sebenarnya rencana jangka panjang itu juga penting? Ya, dulu saya tidak membuat rencana jangka panjang karena belum kepikiran. Jadi sekaraaang yang masih ’muda’ (saya juga masih mudaaaa :p) *maksudnya SMP ato SMA bahkan SD mungkin* lekas-lekas bikin rencana kedepan, garis bawahi tujuan, dan cepat gapai impian! Sekarang jamannya manusia visioner, lurus, tatap ke depan! Jangan takut gagal, teruslah mencoba dan mencoba, walau gagal!

Ya, mencoba, mencoba, mencoba, kadang saya sudah lelah karena masih saja gagal.

SEMANGAAAAT!!!!!!!!!

アイサ の ノート © 2014