Kamis, 22 Desember 2011

You are not the Center of the World

Kamis, 22 Desember 2011
Kata-kata itu saya dapat saat mengikuti prosesi sebuah unit di kampus. Saat itu adalah saat sharing dengan anggota unit yang sukses, yang membawa dia sampai ke luar negeri. Wah, sugoi, ne~

Saat itu kakak –yang angkatan 2009– bilang bahwa (kurang lebih seperti ini),”jangan pernah takut untuk berbuat sesuatu, apalagi kalau kalian melakukan hal itu bareng-bareng. Jangan takut salah, pokoknya berbuatlah sebaik yang kalian bisa, jangan menganngap bahwa semua perhatian orang  tertuju padamu. Jangan berfikir bahwa jika kalian berbuat salah, akan dihakimi secara langsung. Ingat, you are not the center of the world,”. Masih terngiang juga lah, padahal itu unit sudah ngga saya ikuti karena jadwalnya selalu bentrok sama jadwal himpunan. It’s really something !!!!:D

Hem... pusat dunia ya~~
Pusat orang ya~
Merasa dihantui?
Eum, iya!
Merasa diikuti?
Iya juga~~

Kayaknya mulai saat ini harus belajar lebih berani dan lebih mencoba untuk positif thinking terhadap sesuatu deh.
Oke, aku ingin mengingat ini. YOU ARE NOT THE CENTER OF THE WORLD.  Jangan kira semua orang memperhatikan gerak langkahmu dan akan meminta pertanggungjawabanmu saat itu pula. Berbuatlah, bertingkahlah, dan bersenang-senanglah secara wajar. Anggap tidak ada orang yang memandang sebelah mata untukmu. Selagi bisa, mari berbuat sewajarnya dan seharusnya. Tetap semangat, FIGHT! :D

Rabu, 14 Desember 2011

SPAM

Rabu, 14 Desember 2011
Oke, kali ini saya akan bercerita sedikit-sedikit nyambung ke teknologi, yaitu~~~email. Okeyh. Sebut itu teknologi (iya kan?)

Saya hanya berbagi pengalaman, bukan untuk memberi tau atau memberi ide bagaimana nyepam ke orang menghindari e-mail kita dari spam. Sekali lagi saya tekankan, saya hanya bercerita (oke, kita mulai saja -_-)

Diawali dengan pertanyaan ya. Sering buka e-mail ngga? Pernah lihat kotak spam dan mencoba membukanya? Kotak spam itu biasanya berisi iklan gratisan, link-link begitu dan yang lainnya. Tapi kadang e-mail penting juga bisa terdeteksi sebagai spam.

Nah suatu hari saya iseng (ditekankan lagi: iseng) buka kotak spam dan membaca surat-suratnya satu per satu. Mulai dari link doang sampai surat yang dari luar negeri dia minta bantuan sekian juta dolar (-___-) buat bangun sesuatu ngga ngerti lagi lah isinya apa. Nah, di tengah keisengan saya membaca surat-surat sampah, saya menemukan satu surat yang isinya cuma mau minta kenalan aja. Loh, ini kayaknya ga berbahaya deh, kenapa dimasukin kotak spam?

Hey, Im lalallala~ from lalalala~ intinya dia memperkenalkan diri, dan dia menyebutkan bahwa dia terkesan melihat profil saya. Hayoh, profil dimana, coba? -_-. Ngakunya dia dari suatu negara di Afrika sana (sebut ngga ya~~), Somalia (akhirnya disebut :D).

Okeyh, ini kayaknya gapapa deh diwaro,
Jiwa iseng saya keluar. Dibales deh itu spam. Hello, my name is Rahma bla bla bla, saya jawab dengan grammar super kacau. Dan saya menunggu apa yang kira-kira akan terjadi, hahaha.

Beberapa hari kemudian ada balasan email dari si –sekarang sebut saja– Nona. Waah i’m trully happy, karena mendapat balasan dari anda. Hug kiss di akhir surat, dan isinya ya cuma ngenalin diri lebih jauh sampai nyertain link-link pula tapi ga saya buka, dan isinya masih normal.

Saya balas lagi dengan sok-sokan dengan grammar kacau.

Senangnya bisa punya teman orang luar :D lumayan bisa latian nulis surat pake bahasa Inggris, hehe.

Dan kemudian surat ketiga datang dengan bahasan yang masih sama. Lalu surat keempat muncul.

Kya kya kyaaa
Intinya gini, ”saya memiliki kekayaan 4.7 juta dollar, nanti kita travelling bersama, jangan bilang ke siapapun, atau... i will kill you,
Krikkkk

Aduh, kata-kata terakhir itu bikin mak-jleb banget lah. I will kill you i will kill you i will kill you.

Nah, pantes aja masuk spam -_- toh akhir-endingnya juga isinya tentang beginian, huft. Dan kata-kata itu bikin saya depresi selama dua hari dan takut melakukan apa-apa. Hahaha. Di dalam bayangan saya sudah bikin skenario sendiri, lah :D. Saya mikir, ”haduh, spammer berarti canggih, berarti habis ini dataku dihack, dilacak, terus kan kaya, terus ke sini bawa pasukan mafia, nyerang kosan, dan beneran bunuh saya gimana lah T____T,” #maklum lagi depresi. Ini kayaknya ekspektasi berlebihan, haha.

Dan saya iseng (huft) gugling. Membalas e-mail spam.
Dan ada satu blog yang alamatnya saya lupa (search di HP soalnya), disitu dikatakan bahwa (kurang-lebih): JANGAN SEKALI-KALI MENGGUBRIS EMAIL SPAM. MEMBALAS EMAIL SPAM ADALAH TINDAKAN BODOH. Langsung cengar-cengir. Hahaha, dan ternyata pemilik blog itu juga mengalami hal yang sama, yaitu menerima email spam, iseng dibales karena mau latihan bahasa inggris juga, hehe.

Lalu lalu lalu ~~~ kalo si Nona masi nguntit gimana ??? ._.
Katanya sih, emailnya ga usah digubris lagi (semua emailnya sudah saya hapus, haha #takut). Sebenarnya kan email spam itu dikirim secara acak. Kalau kalian mbales itu, berarti ngasi pertanda bahwa email anda aktif (pelajaran TIK SMP :D)
Dan juga bisa diblokir, tapi saya belum bisa cara ngeblokirnya. Oke, dan saya akan belajar, haha.

Eh selain mbalas email SPAM, saya punya kebiasaan buruk satu lagi nih, mbalesin SMS orang yang ga kenal tapi minta pulsa ato minta kirim duit. Misalnya, ”pulsa mama habis, isikan ke nomer mama yang baru ini,” jawab aja, ”sejak kapan saya manggil ibu mama?” -_- . terus ada yang minta transfer uang, bales aja ,”huft, masih jaman yee sekarang nipu orang, fyuuu,”

Dan ketika si Epi mengetahui kebiasaan saya itu, dia menegur.
”Parah lah Ma, jangan dibales itu! Ntar bisa-bisa pulsamu kesedot!” hah, sekarang orang makin pinter ya, tapi pinternya ga dipake di hal yang baik dan berguna. Huft.
Dan saya baru ngeh bahwa sekarang dunia memang canggih #plaaaakàbaru keluar dari goa.

Hahaha, sekian. Ini ceritaku tentang spam, gimana ceritamu?
Intinya ya, jangan iseng main sama SPAM, kalau ga mau dapet email yang isinya i will kill you  dan sejenisnya :D. Dan juga, ga usah tuh di gubris SMS SMS ga jelas ga mutu minta pulsa uang, atau cuma sekedar kenalan #pasti tukang gombal deh dan garing. Hehe.

Oke, see ya to the next post :D

Kamis, 01 Desember 2011

Wisuda, wisuda anak TL :)

Kamis, 01 Desember 2011
Eh parah lah, ini malah lupa ngga diposting, hehe. Wisuda Oktober kali ini adalah wisuda istimewa, karena kami, anak TL 2010 yang mengurusi secara langsung baik dari acara maupun kepanitiaannya (eh, acara kan masuk ke kepanitiaan ya? hehe). Kepanitiaan wisudaan ini mulai aktif sebelum pelantikan diadakan, yang kepanitiaannya bentrok sama pengmas itu lho.

Oke. Kita langsung ke hari-H ya..
Wisuda itu dibagi menjadi tiga bagian. Prosesi pertama Wishnite yang berlangsung pada malam yang esok paginya wisudaan di Sabuga. Prosesi kedua adalah arak-arakan. Arak-arakan dilaksanakan setelah prosesi wisuda di gedung Sabuga selesai. Keliling ITB sambil mengumandangkan yel-yel. Ini bagian paling seru dan menguras tenaga, hehe. Pada ujung arak-arakan, setiap himpunan dianjurkan untuk perform di gerbang depan ITB. Prosesi ketiga adalah Wishday yang (kalo anak HMTL) terletak di GKU Timur. Wishday dilakukan setelah arak-arakan selesai.

Mari kita bahas satu-satu
Pada wisuda kali ini saya bertugas jadi LO. Sejujurnya saya sendiri ngga tau apa kepanjangan LO #haha tapi pokoknya tugasnya itu jadi pendamping-yang mbantu si wisudawan. Kita jadi yang nemenin dia, yang bawain barang, yang nyariin sesuatu yang dibutuhkan, yang yang yang.... okey. Kalo kalian dapat kakak wisudawan yang nyebelin, kalian akan mereasakan hal tersebut hoho. Alhamdulillah kakak wisudawan saya baik banget :)

Wisuda Oktober kali ini bertemakan karnival, Octobration, pokoknya seperti itu. Dan wisuda Oktober itu adalah wisuda dengan peserta terbanyak, yaitu mencapai 60-an wisudawan dan wisudawati. Dan inilah asiknya -__-

Wishnite dimulai sekitar pukul tujuh malam. Kakak wisudawan dan wisudawati datang mulai dari pukul 18.30 dan wisudawati saya datangnya cepet banget, padahal itu aula barat masih berantakan karena belum selesai diberesin sama anak-anak. Akhirnya lobbying biar ga masuk dulu, dan saya lari nyariin obat buat nenek wisudawati saya. Okeyh, petualangan jadi LO dimulai :)

Dan kami para LO belum boleh pulang kalau wisudawan atau wisudawati kita belum pulang. Dan kakak wisudawati saya sudah pulang duluan setelah naik panggung untuk mendapat plakat. Oke, kerja LO hari ini berakhir. Yang lain masih was-was nungguin kakak-kakaknya, saya sudah nyantai karena si kakak pulang duluan. Ga ada permintaan lagi selain mbeliin obat buat sang nenek dan buat njemput mereka di gerbang depan, hhe. Okeh. Thanks a lot :)

Daaaannnnn.... mari kita melaju di hari berikutnya, yaitu hari arak-arakaan!!!
Tapi kasihannya, kami baru bisa ngarak pukul 3 sore karena anak TL (FTSL) keluar nomor dua dari belakang pas di sabuganya. Okeyh, menyenangkan sekali, euuu -_-

Dan waktu arak-arakan pun mulai~~~
Dan ternyata wisudawati saya ngga ikut arak-arakan. Euuh qaqa~~~~ T_T
Kakaknya buru-buru pulang karena ada urusan begitu, dan kakinya juga sudah sakit, jadi milih ngga ikut arak-arakan, deh.

#kok ceritanya jadi garing gini sih .___.

Pas arak-arakan setiap ketemu himpunan lain, kita ngasi salam gemuruh ke mereka, dan ini beneran bikin kaki saya sakit banget. Padahal cuma jalan keliling ITB sambil teriak-teriak -_-

Oke, dan diakhir arak-arakan, kami berhenti di gerbang depan ITB dan perform disitu, dan hujan dan suasana menjadi tidak kondusif. Jadi ingat tadi waktu ashar saya sampai nggelar ponco di sipil buat solat di situ. Padahal lagi ada event gede, tapi kenapa musholla kmms selalu ditutup sih :(

Dan setelah perform, kami menuju selasar GKU Timur untuk wishday. Disana kakak-kakak wisudawan dan wisudawatinya pada menikmati hari ini. Begitullah, saya pulang karena sakit (kehujananß paling ga bisa kehujanan), dan berakhirlah hari ini...

Dan saya demam dua hari~~~ syullululuu~~

#haduh jadi postingan ga jelas begini -_- maaf ya -_-

Intinya, wisuda kali ini menyenangkan, tapi juga melelahkan. Can’t wait for wisuda april :)

#pengen perform pas wishnite, hehe

Ada apa dengan Sekitar Kita?

Suatu hari di angkot, saya bersama kakak tingkat satu jurusan bercerita tentang pengalaman kulap (kuliah lapangan) kemarin karena melihat di depan gerbang kampus ada anak sipil yang bersiap-siap masuk bis, mereka akan kulap juga.
”Perasaan anak sipil minggu kemarin udah kulap, deh, masa’ kali ini kulap lagi?” si kakak berceloteh. Dan saya menjawab sambil tersenyum,
”Loh, kakak kan kemarin juga kulap,”
”Tapi kulap mereka ngga bau kaya kita,” si kakak merengut. Oke, memang anak ’09 kemarin kulap ke bantargebang dan hari itu banyak anak ’09 yang tidak ikut acara himpunan karena sakit.
”Bayangin yaa... itu berhektar hektar isinya sampah semuaa,”
”Iyalah.. kita aja yang cuma beberapa jam disana uda hampir pingsan sama muntah-muntah, tapi kok bapak-bapak yang disana biasa-biasa aja, ya?”
”Yah... namanya juga sudah terbiasa,”

Lalu pikiran kami menerawang.

”Coba bandingin sama DPR yang kerjanya cuma duduk di ruang AC uda dapat duit berjuta-juta, si bapak udah harus kerja di tempat seperti itu tapi hasilnya ngga seberapa,”

Tiba-tiba atmosfer angkot berubah jadi melankolis.

Dosenku pernah bilang, dan kakak himpunan juga pernah bilang dengan inti yang sama bahwa ilmu kita itu ilmu yang paling dekat dengan masyarakat. ya, benar. Kehidupan manusia tidak jauh dari sampah dan kotoran.

Dan suatu hari lagi, teman saya menawari untuk pergi ke TPS dekat rumahnya.
”Rahma, yuk ke TPS, sekalian buang sampah,”
”Loh, memangnya disini ngga ada yang ngangkut sampah, na?”
”Ada sih, tapi akan kutunjukkan kenapa ga banyak orang yang mau ngurusin persampahan,”

Akhirnya saya dan Ratna pergi ke sebuah TPS di dekat rumahnya. Seperti TPS TPS lainnya, bau, becek, banyak lalat, dan banyak bapak-bapak yang bekerja di situ.

”Ini pak,” kami menyerahkan sampah ke bapaknya dan si bapak berbicara sunda yang saya tidak tahu.

Ketika keluar dari TPS, Ratna bilang, ”Tadi plastiknya ada dua kan ya ma? Dikira bapaknya itu yang satu isinya makanan, lah,”

Jleb

Serasa ada pisau yang menusuk.

Saya sendiri merasa sudah cukup peka dengan keadaan sekitar, tetapi ternyata tidak.
”Aduh Na, jadi malu nih sama bapaknya,”
”Iya Ma. Eh, uang limaribu teh sedikit kan ya?”
Saya mengangguk.
”Pernah ya ngasih lima ribu aja, si bapaknya bilang terimakasih itu sampai begitu-begitu banget,”

Ingin lebih peka terhadap sesama. Saya selalu ingin membantu orang, tapi selalu takut untuk berbuat. Selalu takut bahwa bantuan saya tidak tetap sasaran. Jadi biasanya uang hanya masuk ke kencleng-kencleng, jarang sekali diterima oleh orang yang kurang membutuhkan.

Oke, back to topic. Ada apa dengan sekitar kita?
Sebenarnya disini saya ingin membahas tentang seberapa besarnya peran tukang sampah di kehidupan kita. Coba kalau tidak ada mereka, bagaimana nasib sampah kita? Siapa sih yang mau ngurusin begituan? Kita aja sama sampah sendiri kadang males. Sedikit lo orang yang yang mau jadi tukang sampah atau pemulung. Kita sebenarnya harus juga membantu mereka dengan menimalisir sampah yang dihasilkan di rumah, jangan malah nambah-nambah pekerjaan mereka.

Kembali lagi, mungkin kesenjangan sosial memang tidak bisa dihindari, ya. Tapi bagaimanapun kita hidup di bumi yang sama dan di atmosfer yang sama. Salinglah membantu, salinglah mengerti, dan jangan ragu untuk berbuat kebaikan :)
アイサ の ノート © 2014