Minggu, 31 Maret 2013

Change!

Minggu, 31 Maret 2013

I wanna change myself. I wanna change myself. I wanna change myself.  Saya harus bisa merubah diri saya sendiri.

HEIIII sudah lama sekali ngga bikin postingan galau, ya? haha. Akhir-akhir ini saya (sok) sibuk, dan kesibukan-kesibukan yang saya jalani itu sedikit membuat saya, yah…. Tahu? Ya, sedikit capek.

Hei, mungkin saya harus membubuhkan enzim katalase, agar reaksi jiwa berjalan lebih cepat, atau saya harus mulai lagi menggunakan tenaga dalam: Rahma’s poweeeer ENTER!!

Mungkin saya harus memperbanyak melakukan hal gila lainnya, saya ingin menjadi diri saya yang dulu. Entah kenapa, saya sekarang seperti… seperti kehilangan jati diri.

Bukankah sekarang terlalu tua untuk mengatakan itu? Kehilangan jati diri? Apa kau sendiri sudah menemukan jati dirimu sendiri?

Ya, sepertinya saya sudah menemukannya, walau sedikit.. ya, kau tahu? Sedikit ragu. Sepertinya saya mulai nyaman dengan diri saya sendiri sejak di kuliah semester tiga. Namun sekarang, saya lagi-lagi seperti kehilangan apa yang sudah saya pegang selama ini.

Kenapa bisa? Kenapa bisa seperti itu?

Mungkin karena fokus yang terbagi, dan eh, hati yang terbagi? Aaaaa tidak tahu tidak tahu tidak tahuuu. Sekarang saya mulai jadi remaja ababil lagi. Padahal tahun ini usia saya –glek menginjak 20 tahun T-T

Kelabilan saya bisa dilihat dari banyaknya kata mungkin yang saya pakai. Mungkin? Mungkin? Mungkin? Ya, pasti bisa.

(saya ingin menggunakan kata mungkin lagi -_-)

Mungkin (-_-) saya harus lebih semangat lagi, lebih mengukuhkan apa yang ada dalam diri, semangat. Kalau kukuh, ga akan ada lagi yang bisa menembus dan ngganggu lagi. Tahu maksudnya? Ya, anda tidak akan merasa kehilangan jati diri lagi.

Mari berubah, mari berjalan menuju ke arah yang lebih baik.

Lets change !! 

Kamis, 28 Maret 2013

A Good Mother Wanna be

Kamis, 28 Maret 2013

Kalian tahu? Naluri menjadi ibu itu ternyata ada.

Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara. Itu artinya, saya adalah anak bungsu. Menjadi anak bungsu bukan berarti dimanja, saya bisa dibilang malah lebih mandiri dari kakak.

Aaaarrr bukan itu yang ingin saya bahas sekarang. Tidak tahu, entah kenapa, rasa seperti ini tiba-tiba muncul, mengalir begitu saja. Mungkin bisa dibilang datang terlambat, tetapi lebih baik ada daripada tidak samasekali.

Dulu saya tidak suka anak kecil, karena menganggap mereka annoying dan menjengkelkan. Coba saja main ke rumah saya pas saya kecil dulu, pasti stress menghadapi anak-anak bawang perumahan yang super usil. Dan saya, sering jadi tameng untuk ngusir anak-anak bawang yang main di teras rumah, sudah di pel tapi seenaknya diinjak-injak pakai sendal, sampai ngusir yang maling mangga. Karena itu, selain saya ga suka sama mereka, mereka juga takut sama saya. Begitulah :)

Sekarang?

Well, saya tidak mengerti. Entah ini perasaan bahagia atau bukan, tetapi saya ingin menjadi ibu yang baik. Setiap mendengar teman-teman bercerita mengenai anak, atau melihat ibu-ibu dengan anaknya, saya sering berfikir untuk tidak sabar memiliki anak. Bahkan, saat melihat kucing hamil, saya ikut ngelus-elus perut saya sendiri -_- #gangertilagi

Karena ibu adalah madrasah pertama dan terbaik. Di Jepang, sebagian besar wanita karir yang telah menikah akan melepaskan pekerjaannya dan sepenuhnya mengabdi pada suami, tidak peduli setinggi apapun pendidikan yang ditempuhnya. Kalian lihat? Generasi mereka menjadi generasi yang hebat.

Saya juga ingin seperti itu, menjadi ibu yang baik, mengurus anak, dan mengabdi.

Tapi pandangan orang berbeda-beda.

Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya cuma jadi ibu rumah tangga? Kan ga guna ilmunya?

Eiitt.. siapa bilang?

Berarti, selama ini, tujuan sekolah lama-lama dan kuliah itu, cuma buat nyari kerja? Bukan buat nyari ilmu?

”Kalau kamu ngga kerja, nanti ga bisa ngehasilin uang kamu sendiri, ga bisa sedekah lebih banyak,” suatu saat saya pernah mengutarakan unek-unek saya tentang ini kepada ibu, dan ibu saya menjawab seperti itu.

Ah ya, benar juga, perempuan juga harus punya penghasilan sendiri kalau begitu.

Kalau saya, nanti didiskusikan sama suami dulu, dan ngelihat, apa gaji suami cukup? *eh *abaikan

Dan saya, prefer ke pilihan saya. Tetap sibuk di rumah, dan bekerja di rumah. Pengennya kerja yang berkaitan dengan hobi haha :3/ dan mungkin berbisnis ria *gabakatbisnispadahal*

Tidaaaaakkkkk~~~

Resolusi saya adalah dua tahun lagi paling lambat. Tidaaaakkk~~

Harus bersiap-siap dari sekaraaang~~~

Yes! I wanna be a good mother :). And you? 

Minggu, 03 Maret 2013

again

Minggu, 03 Maret 2013
Hei, it is already Marh, right? again and again, i feel bit lonely. lagi lagi lagi, rasa ini merobek lagi. entah kenapa ada sesuatu yang membuat semangat turun drastis. kerjaan? waktu yang kurang? emosi? entahlah.

setiap manusia punya porsi waktu 24 jam sehari, kenapa aku selalu merasa kurang? dan kenapa emosiku tidak stabil? yah mungkin ini faktor stress juga. entah lagi, semua yang ada di depanku terbayang dan membuat berfikir keras, bagaimana untuk menyelesaikan.

i need heeeelppp

T-T

#galau
アイサ の ノート © 2014