Sabtu, 15 Januari 2011

Beda ITB dengan Universitas Laen???

Sabtu, 15 Januari 2011
a. Nama, dong!
Lihat saja, namanya kan ’Institut’ bukan ’Universitas, :P. Indonesia cuma punya tiga Institut (yang negeri dan masuk di daftar SNMPTN 2010), satu Pertanian (IPB), dan dua Teknik (ITB dan ITS). Menurut buku tafsir Rachmaninnoff (perasaan iki nama musik klasik, :P) halaman 1564, Institut itu katanya memfokuskan perkuliahan pada titik tertentu, yang mana titik kefokusannya itu susah untuk dipengaruhi suatu medan gaya yang sangat besar (jangan dipercaya, ini). Hohoho. Biasane, ’Institut’ itu lebih konsentrasi sama program tertentu. Misalnya IPB, khusus yang buat pertanian, kalo ITB sama ITS kan cuma buat sains dan Teknik. Tapi disini, ITB juga nyediain program Seni rupa dan manajemen. Kalo universitas, misalnya UI, kan kayak gado-gado, campuran teknik, sains, bahasa, dan sebagenya.

b. Masuk Fakultas dulu, baru Jurusan
Kalo liet buku passing grade dari bimbel, coba cari deh ITB, pasti list program studi nya paling sedikit dibanding universitas lainnya, karena itu passing grade fakultas/sekolah, bukan jurusan. Kita punya 12 Fakultas, 10 IPA, 2 IPS. Nah, kalo SNMPTN dan USM, milihnya kita bukan langsung milih jurusan, misalnya matematika. Di ITB kita harus ambil di Fakultas dulu, FMIPA. Kalo OSPEK, kita ngga ospek kaya univ laen di Semester satu, tapi ketika semester tiga, setelah masuk ke jurusan di fakultas/sekolah itu.

c. Ada program TPB
Beda banget nih, hampir ga ada di universitas lainnya. Di sini kalian seperti kelas penyetaraan. Lamanya 2 semester ato satu tahun. Kayak SMA kelas 13 lah, hehehe (ki kata-katane ngambil dari buklet wika). Di sini mempelajari kalkulus, Fisika dasar, Kimia dasar, pengenalan teknologi informasi, bahasa inggris, sampe olahraga. Kata kakak angkatan, TPB itu Tahap Paling Bahagia, laaaahh....

d. Kampusnya cuma satu
Bedanya nihh... misal di UNS ya, ada lebih dari 3 kampus. Misal kampus buat Fakultas keguruan di sini, buat yang MIPA disitu... nah, di ITB cuma ada satu kampus, di Jalan Ganesha 10 Bandung. Tapi mau ada kampus khusus anak TPB dan jurusan yang 'bertema' lingkungan didepan kampus UnPad yang di Jatinangor. Halah, anak ITB memang tak bisa terpisah dari anak UnPad, hahaha. 

e. UTS dan UAS yang berlarut-larut
Ini... ini nih. Biasanya kan kalo Test itu seminggu penuh, nah, kita anak TPB beda sendiri. UTS nya itu setiap hari Jum’at selama kurang lebih 3 bulan. Bayangkan itu, pemirsaaa!!!

Ada enak dan ada nggak enaknya. Enaknya= kita bisa berkonsentrasi belajar selama seminggu penuh, ga ada acara SKS ato sistem kebut semalam, adanya sistem kegiatan seminggu (maksaaaaa). Jadi, bisa lebih maksimal (tapi dilihat dari saya, podo wae jano, ngga ngefek, hehehe. Dasar ini saya saja yang bebal)

Nggak enaknya= stres kita berlarut-larut. Bayangkan, selama 3 bulan itu kita begitu-begitu saja, hiks.. T.T

Onggih...Kalo suda tingkat 2 ato lebih, biasanya UTS tergantung dosen, dan bisa saja satu hari itu ada 3 UTS. OMG! Bisa aja hari ini kita selesai materi ini, kemudian pas mau pulang, dosen berkata,”Besok kita UTS ya,” dan mahasiswa dan mahasiswi hanya melongo tak percaya. (niki mode lebay= ON. Ketoe dereng wonten kejadian begini. Palingan ada Quiz).

f. Secara Normal, ITB ngga ada program Diploma
Hoaaaa...hhh.... Saya pas pertamakali masuk ITB, lihat ada pintu yang tulisannya ”bagi mahasiswa baru D3 Metrologi harap .....” saya ngga hapal tulisannya. Emang ITB punya jurusan Diploma? Terus saya tanya si Uli yang anak SMA 3 Bandung, ”Ul, ITB itu ada program Diploma nya, ya?” si Uli menggeleng. ”Wah, saya malah ngga tahu, Rahma. Lihat dimana?” Si Uli malah balik nanya.

Saya memang ga yakin kalo ada proogram diploma di ITB, hehehe, sampai suatu hari....
”Rahma dari Solo, kan?” Temen nanya, pas saya dlosoran di area khusus akhwat di Salman. Saya mengangguk.
”Berarti kenal ini, dong?” dia lalu nunjuk temen yang disampingnya. Ada mbak-mbak kecil. Saya senyum, dia juga senyum.
”Rahma,”
”Astri,” kami berjabatan. “Dari SMA mana?”
“SMA 1, mbaknya SMA mana?”
”Lhoh,” si mbak melongo. ”Saya juga dari SMA satu,”
”Iki piye to, lhawong dari satu SMA kok ndak kenal,” si temen malah ketawa.
”Saya angkatan 2009 kok, tapi baru masuk ITB ya tahun ini,” si mbak menambahkan.
”O... makane, mbak. Mbaknya jurusan apa? Kok ngga ikut WiKa to mbak?”
”Saya FTI, jurusan D3 Metrologi. WiKa itu op, dek?
”Lah... jurusan opo, kui? Ndak tahu, saya. WiKa itu paguyubannya anak Solo yang kuliah di ITB. Nomernya berapa? Nanti saya kabari kalao ada kabar pertemuan WiKa,” Akhirnya saya dan mbak Astri bertukar nomer henpon.

Begitulah pertemuan saya mengenal D3 Metrologi. Nek diceritakan, mesti panjang banget, hehehe.

Oiya, D3 Metro ini kerjasama sama kementrian perdagangan, dan lulus langsung dapat kerja alias ikatan dinas (ouyeaaaahhh), dan ini cuma dibikin tiga angkatan. Angkatan taon 2009, 2010, terakhir taon ini, 2011. hayuuu, sok atuh daftar. Kuotanya 50 orang saja.

Tahun ke empat, katanya (kata mbak Astri) mau dipindah ke UGM, karena kan secara struktural, ITB memang ga punya program Diploma. Oiya, UTS D3 Metro berjalan normal, yaitu seminggu penuh.

Begitulah sekelumit perbedaan antara ITB dan Universitas laennya. Kalo ada yang mau nambahin, sok atuh...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014