Rabu, 05 Desember 2012

Terimakasih Telah Memperhatikan

Rabu, 05 Desember 2012

Apa kalian merasa bahwa lingkungan sekitar tidak memperhatikanmu, padahal kau sendiri memperhatikannya? 

Itu bisa dinamakan dengan hubungan timbal balik yang tidak sesuai dengan harapan. Saya sendiri sering mengalaminya. Ah ya, memperhatikan sekitar memang hal yang mengasyikkan. Pertama yang dirasa adalah suatu ketenangan kita bisa berbagi kebahagiaan dengan mengerti lingkungan.

Pernahkan kalian berharap lingkungan itu peduli denganmu? Apakah mereka acuh?

Seringkali dalam hati pasti kita pernah ingin untuk diperhatikan. Ya, kadang. Saya dulu sering merasa sedih, ketika lingkungan saya perhatikan saat mereka butuh, tapi saat saya butuh, lingkungan tidak memperhatikan saya.

A~~ kenapa saya tidak bisa menjelaskan hal ini dengan bahasa yang lebih simple?

HEI KALIAN DIAMLAH SEJENAK DAN PERHATIKAN APA YANG TERJADI DI SEKELILINGMU

Saat ini teknologi yang semakin canggih membuat orang menjadi lebih individualis. Dimana-mana orang sibuk memencet keypad handphone, BBM-an, fb-an, dan lain-lain. Terlalu sibuk dengan dunia maya sampai dunia nyata tidak diperhatikan.

Suatu hari seseorang memberiku sebuah ide,
”Untuk mengetahui apakah orang lain memperhatikan sekitar, aku punya cara untuk mengetahuinya,”
Pembicaraan kami saat itu sangat santai. Kami tiba-tiba menemukan topik ini saat membuka FB dan membaca postingan tere-liye tentang ’memperhatikan’ ini.
”Apa? Seseuatu yang aneh?”Ah ya, dia ini, biasanya sesuatu yang dipikirkannya selalu aneh. Sangat diluar pikiran.
”Begini,” dia lalu membisikkan sesuatu. Benar, idenya sangat aneh.

Dan hari ini aku melakukan sarannya. Kulakukan karena saat ini sedang dilanda yang namanya suudzon tingkat tinggi dimana mereka hanya sibuk dengan dunianya sendiri.

Yak, berangkat ke kampus, sudah saya lakukan metode ini. Saat berjalan tidak terjadi apa-apa, setelah bertemu dengan seseorang, menyapa, bersalaman, dia lalu bertanya,
”itu kenapa?” dia menunjuk jidatku.

Ah ya. Akan saya ceritakan. Metode yang saya gunakan kali ini adalah untuk mengetahui apakah orang disekitar kita memperhatikan atau tidak, sok cuek padahal perhatian, atau malah sok perhatian.

”Oh, ini, engga apa-apa,” saya mengelus jidat bagian kanan.

Benar, pojok jidat kanan saya, iseng diberi hansaplast. Itu ide super konyol yang bahkan aku ngga kepikiran untuk melakukannya. Saking penasaran sama reaksi teman-teman, saya lakukan juga saran dari si aneh ini. Plester luka hansaplast saya tempelkan di jidat, tapi karena biar ga ketahuan amat, agak ke dalam, lagi pula saya pakai kerudung, pasti jarang yang ga nyadar.

”Orang yang perhatian adalah pas ketemu, nyapa, tiba-tiba nanya, itu kenapa jidatnya? Ati-ati, jangan terlalu stress atau sebangsanya. Orang yang sok cuek padahal perhatian adalah saat duduk bareng, dia merasa ada yang janggal, melihat ke arah plestermu, tapi pas ditanyai, dia pura-pura ngga peduli. Dan orang yang sok perhatian adalah, dimana saat orang lain memperhatikan, dia ikutan, tapi dibelakang dia menyimpan sesuatu yang lain,” itu penjelasan absurd dari seseorang yang absurd. A~~ aku berharap ngga ada yang tipe sok perhatian.

Apa kalian penasaran dengan hasilnya?

Semua dari yang bertemu dengan saya, menyapa, berjabat tangan, mengucap salam, semua menanyakan kabar saya apa baik-baik saja, itu kena apa? apa kejedot pintukah? Hati-hati...

Bagaimana rasanya?

A~~ super senang. Teman-teman yang berada di sekelilingku semua peduli. Mereka mungkin tampak tidak memperhatikan, tapi aku tahu mereka PASTI melihat sejenak untuk memperhatikan, dan samasekali tidak menutup dunianya.

Terimakasih telah memperhatikan.

*BTW maaf ya saya bohong soal luka di jidat :’’D
*ini pendapat pribadi mungkin ada perbedaan persepsi
*metode ini boleh ditiru untuk mengetes, hoho, tapi hasil tidak bisa dipertanggungjawabkan sepenuhnya :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014