Jumat, 14 Desember 2012

Regenerasi, Organisasi, Kaderisasi

Jumat, 14 Desember 2012

Saat saya berangkat kuliah, atau pulang atau saat iseng-iseng ngelihat mading, ada beberapa tulisan-tulisan entah teaser atau poster, entah itu yang cuma pake buram atau sampai yang make kertas print glossy, hampir semua atau kebanyakan dari kertas itu mengkoarkan tentang organisasinya, tentang pergantian ketua atau kepala baru.

Ya. Regenerasi. Setiap organisasi pasti ada masanya untuk pergantian kepengurusan. Tahun ini adalah bisa dibilang tahunnya 2010, karena orang-orang dari angkatan inilah yang dipersiapkan untuk menjadi sel baru dalam denyut organisasi (apa lah ini bahasanya geuleuh -_-).

”Kak, sekarang tu ngga ada yang namanya pemimpin,” saat mentoring, seseorang berceloteh tentang apa yang terjadi di Indonesia saat ini.
”Oh ya? Kan ada presiden, menteri-menteri kan semua jadi pemimpin....”
”Mereka bukan pemimpin, mereka pejabat. Asal dapat jabatan wae. Kerjaannya cuma menjabat, ngga memimpin,”

Sepertinya saya menangkap isi otak mereka. Ya, benar sekali. Tapi mungkin kata ngga ada diganti menjadi jarang. Sekarang banyak pemimpin yang tidak mengayomi, hanya ingin jabatan, kesenangan dunia, dan hal-hal yang tidak sepantasnya mereka cari. Ah ya, tapi ngga semuanya juga kayak gitu. Masih ada pemimpin-pemimpin di dunia ini, yang pastinya memenuhi syarat-syarat kepemimpinan. Saya tidak bisa sebutkan contohnya, saya hanya percaya pasti ada di dunia ini. Pasti ada.

Oke. Mari kita kerucutkan masalah. Menurut kalian sendiri, kenapa pemimpin itu penting? Kenapa dari sebuah organisasi diperlukan sebuah pemimpin? Kenapa di himpunan musti ada kahim? Kenapa BEM perlu presiden?

Jawabannya adalaaahh~~

Mari saya jawab dengan sebuah analogi. Analogikan bahwa sebuah struktur organisasi itu adalah seorang manusia. Letak pemimpin itu ada di kepala, analogikan setiap bagian dari tubuh manusia itu adalah departemen-departemen yang dibawahinya, dan cabang-cabang ke organ-organ lain juga.

Coba apa yang terjadi bila kepala di penggal? Yak benar, organisasi akan mati. Kepala mengontrol semua. Bila berkeinginan kuat untuk berubah baik, maka yang dibawahnya bisa ikut membaik. Bila berfikir tidak akan baik, maka kemungkinan besar hasilnya juga tidak baik.

Lalu apakah pemimpin mengontrol semua? Apakah semua tergantung dengan pemimpin?

Tidak. Pemimpin tanpa ada yang dipimpin tidak akan menjadi seorang pemimpin. Bila tubuh tidak dapat dikontrol, maka ia bukan pemimpin yang baik. Sistem kepemimpinan yang baik adalah yang ada timbal balik dari pemimpin dan yang dipimpin. Adanya komunikasi yang baik, dengan pemimpin yang membawa gerakan perubahan serta pejuang-pejuang yang mendukung baik yang terlihat maupun tidak terlihat. Intinya, ada kontribusi dari masing-masing pihak untuk menuju kebaikan.

Kadang peran rakyat bisa ditaruh di jantung. Yang mengontrol otak, tapi yang membuat denyut hidup adalah jantung. Kalau rakyatnya mati, otak juga akan lebih mati lagi. otak tidak bisa mengatur denyut jantung karena jantung berdenyut tidak kita kontrol. TAPI kalau jantung berdenyut dan otak ngga berfungsi atau organ lain ga berfungsi (pemimpin dan antek pemimpin ga berfungsi) ya ngga ada spesialnya. Ada kehidupan, tapi rasa-rasanya ada yang kurang karena tidak bisa berfikir dan tidak bisa bergerak.

Ngerti kan yak analoginya? Plis ngerti -_- saya bingung mau nulis gimana lagi.

Oh ya, jadi ingat beberapa hari yang lalu, tentang postingan notes kecil teman saya yang menunjukkan pemimpin dan yang dipimpin. Tentang Nabi Sulaiman dan Burung Hud-Hud, tentang bagaimana tegasnya pemimpin dan bagaimana kreatifnya si yang dipimpin untuk memberi ide, membawa gerakan perubahan (kok kayak jargon partai -_-)

Oke, intinya, dalam memilih pemimpin, perhatikan kriteria yang ada, setidaknya mendekati, memenuhi, atau calon tersebut berusaha untuk memenuhi kriteria-kriteria tertentu. Kalau dalam pandangan Islam, sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin menurut Abu Bakar ra ada tujuh poin, yaitu:
a.   Sifat rendah hati
b.  Sifat terbuka untuk dikritik
c.   Sifat jujur dan memegang amanah
d.   Sifat berlaku adil
e.   Komitmen dalam perjuangan.
f.   Bersikap demokratis.
g.  Berbakti dan mengabdi kepada Allah.

Yo. Dari tujuh poin diatas bisa disimpulkan bahwa jadi pemimpin itu ga mudah. Amanah besar, dipercayai banyak orang, sebagai role model, dan secara sengaja maupun tidak sengaja banyak orang yang menaruh harapan kepada pemimpin kita, untuk merubah suatu sistem menjadi lebih baik.

Oke, ngomong-ngomong tentang kaderisasi, sebuah organisasi yang baik dengan pemimpin yang baik akan memiliki bentuk kaderisasi yang baik. Kaderisasi baik berarti akan menentukan generasi-generasi penerus yang baik pula, dan bisa juga memperbesar kemungkinan melahirkan pemimpin-pemimpin yang baik pula.

Aduh agak bingung juga kalau membahas materi tentang ini karena mungkin terlalu berat. Maaf yang membaca, saya hanya ingin ngeshare apa yang ada di otak. Tadi banyak ide tapi sekarang entah kenapa menghilang begitu saja -_-”

Oke, musim-musim pemilu di kampus sudah mulai terasa. Tentukan pilihan, persiapkan diri baik untuk menjadi pemimpin maupun yang dipimpin, mari membuat perubahan, mari menebar kebaikan, dan mari tingkatkan kualitas diri masing-masing :)

karena semua manusia adalah pemimpin setidaknya untuk dirinya sendiri

2 komentar:

  1. ehm.. ehm.. ma, mau jadi apa nih besok? :)
    cieee... kaderisasiii....uhuk uhuk... :p

    BalasHapus
  2. ingin jadi bagian yang 'penting' dari sebuah badan organisasi mi. ga mau gabut :D
    ada apa dengan kaderisasi? pengen membahas itu juga? :D

    BalasHapus

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014