Minggu, 10 Juli 2011

JOGJA!!! #backpacker’s part 1

Minggu, 10 Juli 2011

OK, ini adalah salah satu perwujudan janji saya ke Nadiyatur: keliling Solo dan Malioboro!

Selasa, 31 Mei 2011 akhirnya saya bisa ngajak Nad ke Jogja. Rencananya sih mau ke jogja jam 06.50, tapi karena harus mbersihin rumah, jadi yaa… molor ke jam 8.45, dan tahukah, kami berangkat dari rumah jam 8.30 lo. Nyampai di stasiun langsung lari-lari ke peron dan menuju kereta untuk melaju ke Jogja, hehehe. Akhirnya kami berhasil menaiki kereta dengan selang waktu satu menit sebelum keberangkatan. #bravooo (/^o^)/
*Harga tiket Solobalapan-Stasiun Tugu pake Prameks (Prambanan Ekspres) Rp 9000,00 dan naik jadi 11rebu mulai Agustus 2011

Di dalam kereta saya sama Nad baru nyadar, kami berdua hanya membawa masing-masing satu tas kecil dengan dompet tipis di dalamnya #mukyaaa
“Nad, kok ranggowo mimik ro panganan blas I pie?” saya nyadar.
”Heh, iyo, ya? La cepet-cepet terus lali kabeh opo sing kudu di gawa,”

OK, kami berdua pergi jauh dan tidak membawa minuman atau makanan. Uang di kantong tinggal tujuh rebu-an (haha, tapi untung bawa kartu sakti *halah, akhirnya masalah terselesaikan untuk uang)

OK, di sini saya dan Nadiyatur mengunjungi berbagai macam tempat yang pastinya *seruu* hahaha. OK, saya mau berbagi cerita. Simak ya. Tempat-tempat yang saya kunjungi ada di bawah ini ^_^>

MALIOBORO
OK, kita sampai di Stasiun Jogja sekitar pukul sepuluh lebih dua menit. Apa yang pertamakali diperbuat?? Sejujurnya, saya memaksa Nadiyatur ke toilet karena perut saya sedikit bermasalah, hehehe. Habis itu saya ke Malioboro. Ya iyalah Malioboro, masa ke Jogja ga ke sini (lagian kita turun di stasiun tugu, mau kemanapun pasti juga ke Malioboro -,-)

Apa yang kita lakukan???#jujur kita bingung karena list lokasi yang uda dibuat ketinggalan di rumah.

OK, enjoy aja~
”Ma, ke Mirota yuk, kata mbak Eka ada di depan pasar Beringharjo,” si Nadiyatur mengusulkan suatu tempat.
”OK, terserah, kan aku yang menemanimu, kau yang menentukan,”

Akhirnya saya dan Nad cau ke Mirota batik. Sebuah toko dengan AC di dalamnya, dan bau kemenyan.
 Aseek sih, bagus banget malah ^o^. Saya dan Nad kebanyakan foto di sana, pake caping lah~ pake tongkat lah~ apaan lah~ dan setelah ketemu yang dipengeni, cau lagi mau ke keraton.
”Nanti ke sini lagi ya Nad, ada yang pengen tak beli,”
”OK, tapi habis dari keraton ya,”
Aku mengangguk.
Perjalanan ke kraton yang panasss
”Ini benteng Vredeburg eh apaan namanya,” aku menunjuk suatu bangunan di samping kiri. Benteng apa namanya susah, hehehe.
”Ayo maa ke sanaaa,”
”Aku belum pernah ke sana lo~,” biasaa... paranoid...
”Makane saiki karo aku ranaaa,”
Akhirnya saya diseret Nadiyatur ke sana.

BENTENG VREDEBURG
Masuk ke gerbangnya, terus beli tiketnya. Harga tiket ternyata lumayan murah (murah banget malah) yaitu dua rebu perak. OK kita pusing pusing...

Di dalam benteng, selain ada taman dan bangunan tua, ternyata kita bisa masuk ke dalam bangunan itu bray! Kirain cuma bisa liat dari dalam doang. Dan ketika masuk, ternyata di dalam banyak diorama *ingat, diorama, bukan dorama* di dalam kaca, mulai dari pembacaan proklamasi, sampai kongres perempuan juga ada. Naik turun tangga dan tak lupa berfoto-foto ria disana. Dan suatu ketika mau masuk ke sebuah bangunan di dalam,
”Ma, itu buat umum atau petugas?” Nadiyatur sangsi. Akhirnya saya mengurungkan niat untuk masuk, karena ternyata itu memang kantor kepala bagian, bukan bangunan yang isinya diorama, xixixi.

Tak terasa waktu dzuhur tiba. Weks, ternyata sudah dzuhur~
Saya sholat di musholla Benteng dan lalu kami pergi meninggalkan Benteng Vredeburg. Gut bai~

KERATON YOGYAKARTA
Masuk ke keraton ini biayanya tiga ribu rupiah. Memang cukup murah, tapi pas di dalem, huaa masa buat yang dipamerin ditutup semua, jadi cuma keliling bagian depan sama tengah yang sebenarnya ga terlalu bagus *weeelaaa...
perjalanan ke keraton, ngeliat 'nasi bungkus' super guedhe
”Hah, mung ngene thok, Ma?“ si Nad mau protes.
“iyo, ki, mung ngene thok,“ dan dia terlihat kecewa. Syululululu~

MUSEUM KERETA
Di keraton tadi ada ruangan yang isinya foto-foto raja-raja Hamengkubuwono keberapa sampai keberapa #lupa, dan ada foto kereta kencana juga (kayaknya dulu terakhir ke keraton ada gamelan yang dipamerin juga, tapi ternyata sekarang ga ada). Karena di keraton di dalem ruangan yang dipajang cuma gambarnya aje, kita melancong menuju museum kereta buat ngeliet kereta-keretanya langsung. Ciaauu...
museum kereta dan masjid agung
Akhirnya sebagai manusia kami berdua merasa haus capek dan lapar. Dari tadi belum makan sama minum, lagian ini sudah setengah dua, belom maem, dan minum, hadeeehh..
”Nad, rakuat, ayo beli minum,”
”Iyo,iyo, ayo beli minum,”
”Leren sek nad, nin mejid agung wae,”
“OK, aku sisan pengen rana,“
Akhirnya saya dan Nad transit ke Masjid agung sambil minum. Sebelumnya beli di depan es kelapamuda. Seberernya bukan kelapa muda seh, tapi lumayan lah untuk pelepas dahaga, fiuh~

Setelah lumayan puas duduk, kami melanjutkan perjalanan lagi.

TAMAN PINTAR
Sebenarnya ga ada rencana ke taman pintar, tapi saat perjalanan mau ke mirota (lagi), saya iseng liat Tourism Map di pinggir jalan, terus saya nunjuk-nunjuk taman pintar. ”Owalah, ternyata tempatnya di situ tah,”
Si Nad langsung geger, pengen ke sana.
”Ma, ayo ke Taman Pintar, Pasar Beringarjo, taman Gembiraloka,” wah, ni bocah pengen dibunuh ki.
”Ayo maaa mung taman pintar wee ya ya yaaaa,”
Saya mengangguk pasrah. Udahlah ni kaki minta istirahat. Yasudah lah~
Add caption

Akhirnya saya dan Nad sampai di Taman Pintar, biaya masuknya gratis alias nol rupiah. Tapi pas lihat di sana, isinya hampir semua anak esde, gyahaa. OK, tak apalah. Di sana ada monumen yang ada tapak tangan dan kaki serta tulisan tangan presiden-presiden kita doeloe *kecuali pak Soekarno ngga ada tapak kaki dan tangannya. Setiap kita ngelewati ’benda’ itu, bunyi dah rekaman-rekaman suara presiden kita itu..

OK, disini saya dan Nad juga beli makan. Apesnya, pengen beli Popeye malah stok abis, gyaaa. Terus maem miayam aja, lumayan murah, lima ribu rupiah.

Saya sih kebanyakan duduk di sini karena uda capek banget dan si Nad masih kelihatan semangat #bweeennggg

Ok, kita lanjuuuut lagiiii ke Mirota lagiiiiii...
”Kita tadi boleh foto-foto ngga sih?” saya agak sangsi karena biasanya kalo masuk pertokoan ga boleh motret-motret.
”Ga tau,”
”Lagian ga ada tulisan dilarang memotret kok,” iseng noleh di meja kasir lantai satu ada gambar kamera di coret. ”Ehee... ternyata ada larangannya,”
Maklum dari tadi kami ngubyek di lantai dua melulu, karena di lantai dua lebih menarik, haha. Ok, tak apalah, dan untungnya pas kita potret-potret, ga ada petugas yang mergoki, fiuh~
kebanyakan gaya, ilegal, lagi, haahhaa
Sekitar pukul lima, dan setelah sholat ashar, kami berdua (cieehh) pergi ke stasiun tugu buat beli tiket dan pulang. Beli tiket yang setengah enam, kata si Nad cuma ada jadwalnya itu. Weelaaa bocahh sudah di bilang ada yang jam empat pula tetep ngeyel pengen pulang jam setengah enam. Alhasil saya diSMS sama ditelponin ibuk karena jam segitu belum nyampe rumah, gyaa.

OK. Petualangan saya sama Nad hari ini berakhir sudah. Sampai ketemu lain kaliiii sip sip ^__^>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014