Minggu, 10 Juli 2011

PROKM PROKM YO!! part 1

Minggu, 10 Juli 2011

SIAPA KALIAAAANNN????
DUA RIBU SPULUH!
DUA RIBU SPULUUUH
I…..T…..B…..
ITB………
ITB!!!ITB!!!ITB!!!

Kalimat-kalimat di atas pasti selalu terdengar dalam suatu acara rutin di ITB. Ya, diklat PROKM ITB. PROKM ITB adalah kepanjangan dari Pengenalan Ruang dan Orientasi Keluarga Mahasiswa ITB. Diklat ini dilaksanakan mulai tanggal 13 Juni hingga 26 Juni kemarin. Diklat ini dilaksanakan untuk ’menyaring’ para calon panitia yang sudah mendaftar saat oprek kemarin. Calon panitia berjumlah sekitar 2000 orang. *2000 orang?? Kami TIDAK BUTUH sebanyak itu!!!

#Hahaha... serius amat ya tulisannya? Ehm, nyantae aje kali ye kalo ane yang posting.

Ehm, oke. Sekarang saya akan bercerita sedikit (mungkin juga -sepertinya- kayaknya melebar) tentang diklat PROKM ini. Diklat dilaksanakan mulai tanggal 13 sampe 26 Juni kemaren *uda dibahas di atas, haha*. Diklat pertama itu tanggal 13, dan saya masih ada di Solo. Kyahahaha.OK, biar puas saya ceritain per diklat aja yak, saya baik kan? Hehehe. OK, mari baca, telaah, dengarkan, dan resapi curcol saya #PLAKK
logo PROKM ITB 2011  

Diklat pertama, 13 Juni 2011
PROKM ITB
SENIN, 1306, DIKLAT TERPUSAT PERTAMA. 08.00, lapbas CC Barat. DC-nya JAMAL ya. Cek pembagian kelompok diklat: prokm2011.wordpress.com, minggu pkl 09.00
Yang dicetak biru diatas noh, itu jarkom yang saya dapat untuk diklat terpusat pertama. Oh ya, ini diklat terpusat ya, diklat daerahnya belum ada #kaya USM aja ya, ada USM daerah sama terpusat, haha. Diklat terpusat itu kita didiklat bareng-bareng, sedangkan diklat terpusat itu kita didiklat menurut divisi yang *menerima* kita.

Mirisnya, saya tidak bisa datang di diklat perdana PROKM ITB ini karena saya masih ada di rumah, kyahaha. T___T *perasaan ekspresi senang, tapi kenapa emotikonnya malah nangis, piye iki?

Dan saya juga belum membuka blog PROKM. Saya ngga tau masuk kelompok berapa -____-” azeeekkk...

OK, saya tidak bisa bercerita banyak tentang ini. Gapapa yaakk ^___^

Diklat ke dua, 15 Juni 2011
Ga dateng juga hari ini, karena saya masih ada di Solo, gyahaha. Huhu, saya pulang ke Bandung tanggal 15 Juni malam nih...

Tanya-tanya temen, tugas untuk diklat kali ini adalah membuat visi hidup. OK. Materi hari kemarin ternyata adalah peran mahasiswa, begitulah.

Dapet jarkom: PROKM2011 diklat selanjutnya: Rabu, 1506 pukul 07.00 jangan telat di lapbas CC barat. Membawa tugas dan spec wajib. SEMANGAT!
Terus saya juga dapat jarkom yang sama dari dua nomer berbeda. Itu kayaknya partner kelompok saya, dan ternyata benar. Si ketua saya kmudian mengirimkan jarkom ke saya harus diterusin ke siapa. Dan ternyata lagi, saya dapat nomor kelompok satu. Satu, bray! Satu dari seratus! Voilaa...

Diklat ke tiga, 17 Juni 2011
Hari ini diklatnya wawancara ke masyarakat sekitar dan membahas visi hidup. Saya sebelumnya ga tau lo kalo hari ini diklat *bwahahaa* dan saya tahu karena pas saya mau ke BEC naek angkot #pyassshhh, ketemu Iwi anak Matematika.
”Iwi dari mana?” saya melambaikan tangan ke Iwi.
Iwi mendekat dan tak lupa membalas lambaian tangan saya, ”dari diklat PROKM, Rahma ngga ikut?”
-____________- serasa bodoh, saya ngga tau hari ini ada diklat #ngenes.  Sebenarnya saya mungkin dapat jarkom, tapi karena HP rusak, saya jadi ngga tau info, huuhuhuhu....#ternyata beneran dapet jarkom kok.. :D
”Nanti ada diklat lagi ngga Wi?”
”Ada, Rahma, jam satu ini, datang ya,” dan Iwi pun pergi, saya naek angkot ke BEC.

Dan saya pulang jam setengah satu, langsung siap-siap dan cabut. Spek wajib ponco saya ngga bawa.
*SPEK WAJIB yang SELALU HARUS dibawa saat diklat terpusat: Jamal (Jas Almamater), Ponco, botol air minum refileable (beserta air minumnya), buku kelompok, nametag, makanan seperlunya, alat ibadah.

Celingak-celinguk ga tau mau ke mana, trus SMS haipa, ketua kelompok, sama Amel anak Fisika Teknik. Saya bertempat di selasar CC Barat. Dan ga langsung masuk forum karena takut, dan saya pakai rok renda-renda *sigh* dan jas almamater belum dipakai, dan saat masuk forum, saya make jamal kaya mau make kaos oblong #fiuh~ hal yang mendebarkan.

Ini diklat pertama saya, hahaha. Lagi diskusi, istilahnya lingkar wacana begitu. Denger-denger ada kata cikapundung sama siliwangi. Mungkin lagi mbahas masalah di sana. Saya nanya kenalan baru, Salma *yang ternyata anak TL juga, parahhh* tadi pagi katanya disuruh turun ke lapangan untuk wawancara langsung ke penduduk sekitar. Nah, lingkar wacana ini dibuat untuk merumuskan masalah yang terjadi di sekitar itu.

Setelah rumusan ditentukan *saya ngikut-ikut berpendapat ga jelas padahal ga ikut wawancara, haha*, ngumpul-lah anak kelompok satu dan dua untuk mbicarain visi hidup.

Visi hidup yang dikumpulin ini seperti ’realisasi’ dari visi hidup kita. Yang dikumpulin dari kelompok satu sama dua, diambil tiga yang paling unik buat dipresentasikan ke depan kelompok. #oiya, dalam setiap lingkar wacana, satu forum ada beberapa gabungan kelompok yang berurutan. Biasanya dua kelompok sekaligus dengan satu kakak mentor.

Visi hidup yang terpilih #ceilah untuk dipresentasikan adalah punya Oya (beras), Raymond (ga tau, kaya origami bintang gitu), Ikhwan (ga jelas nih apaan bikin penasaran), sama punya Bilil (pesawat kertas). Yang paling berkesan itu menurut saya punya Ikhwan. Dia bawa alat yang ada lampunya, kayaknya lampu LED jumlahnya dua. Gila, listrik banget kan yah. Padahal dia anak mesin #ga ada hubungannya, haha. Eh, ada ding.

”Teman-teman, ini ada dua lampu,” dia lalu menyambungkan kabel dengan batu baterei. ”lihat ada yang nyala, kan?”
”Iyaaa...”
”Tapi percaya tidak kalau yang satu ini juga nyala?” memang di alat nya itu satu lampu menyala, satu lampu tidak menyala.
”He??”
”Ini yang satu memang lampu LED, tapi yang satunya bukan. Ini Infrared. Kelihatannya emang ga nyala, tapi kalo dipotret pakai HP kelihatan semburat merahnya, kok,”
”Waaaaa...”
”Itulah visi hidup saya, percaya bahwa Tuhan itu ada, walaupun kita tidak bisa melihat-Nya langsung, tapi kita bisa merasakannya,”
”Hwaaaa...” Prok Prok Prok.... tepuk tangan membahana. Keren bangeeeeetttt >__<

Sip-sip. Ini cerita yang masih melekat di otak saya, hehe. OK.

Diklat ke empat, 18 Juni 2011
Diklat ke tiga kali ini adalah Amazing Race. Seperti biasa, datang pagi-pagi di LapBas untuk apel, baris satu banjar setiap kelompok (dan saya selalu terdepan, haha), lalu di depan ada kakak mentor. Kali ini kelompok 1 satu mentor dengan kelompok dua. (mentor=taplok).
Apaan sih Amazing Race??? Amazing Race itu kata lainnya keliling ITB. Hahaha maksa. Pokoknya, dalam kegiatan hari ini kita keliling-keliling ITB deh.

Saat apel, ada pemberitahuan, setiap kelompok harus mengirimkan dua anak untuk ikut acara lingkungan di Altim.

Ceritanya, kali ini kelilingnya ga asal-asalan, tapi kita harus mengunjungi tempat-tempat sesuai klu yang ada di tiga amplop yang diberikan oleh kakak mentor. Setiap amplop ada enam klu. Klu yang saya ingat nih: Sekre tertinggi di ITB, Tempat dimana sebutir pasir diperhitungkan, pemuja phytagoran, ITB!! ITB!! ITB!!, Bintang merah yang bersinar, daaaannn lain lain. Kita juga diharuskan bikin peta ITB secara kasar dan menandai letak tempat-tempat yang kita kunjungi itu.

Bagaimana kabar anak-anak yang ikut acara di Altim??? Ternyata mereka juga dapat tugas yang sama. Bedanya cuma mereka nandain tempat-tempat *hijau* di ITB.

Setelah semua selesai, Ishoma, kami semua (kelompok satu-dua dan kelompok awal lainnya) berkumpul di selasar CC Barat untuk bertukar pikiran. Di sini kami harus menyatukan peta dengan klu-klu tadi serta peta hijau ITB. Pekerjaan yang sepertinya gampang tapi ternyata tidak gampang.

#hadeh kayaknya sesi ini rada mbosenin ya -______-
”Ayo, ice breaking!” si kakak nyuruh nyairin suasana. ”Kalian yel-yel kelompok ya?”

Gyabo. Yel-yel kelompok apaan coba?
”Desi, yel-yel kelompok kita apa?” maklum, saya kan hari pertama kedua ga masuk jadi ga tau yel-yelnya apa.
”Oh, pake lagu pelangi,” trus si Desi nyanyiin pelan pelan.

Forum kecil memang hanya kelompok satu dan dua, tapi yang nempatin CC Barat ada banyak, dan...kita harus nunjukin yel-yel ke semua orang *sigh
”Hooi pada balik badan dong! Ada yang mau yel-yel nih!” yang kelompok dua semangat banget ngundang mata anak-anak kelompok lain buat ngeliat ke arah kelompok satu. Sial.

Dan mulailah yel-yel ini..
PROKM PROKM duaribu sebelas
Pagi-pagi datang siang-siang senang
Sore-sore tegang malam-malam pulang
PROKM PROKM kita senang-senang
            PROKM PROKM duaribusebelas
            Kami klompok satu siap ikut diklat
            Paginya semangat malamnya ga kuat
            PROKM PROKM pasrah ke Tuhan
Hahaha... dan kami ga ada gayanya, cuma keprok-kepok doang, xixixi. Pulang-pulang, kami dapat oleh-oleh tugas wawancara ke dua himpunan, dua unit, KM, tim beasiswa, dan atau badan semi otonom. Kami kebagian unit kajian dan himpunan di daerah barat. OK, cerita hari ini sampai di sini ^___^

#Tuh kan ceritanya melebar kemana-manaaa... saya buat season duanya ya, hahaha. OK sip sip sip 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014