Pages

Jumat, 14 Desember 2012

Saya Juga (Pernah) Alay

Jumat, 14 Desember 2012

Ah ya, kata ‘Alay’ sudah ngetren dari jaman setahun yang lalu. Alay apaan sih? Saya sendiri juga kurang yakin dengan singkatan alay itu apakah anak lebay ataukah anak layangan. Pokoknya kalau anak alay itu ya kayak gitu :3

Kayaknya hampir setiap orang mengalami tahap ini deh. Teman saya pernah mengatakan bahwa alay itu adalah proses menuju dewasa. Dan saya kayaknya masih ada sisa-sisa alaynya -_-.

Oke, saya dulu juga pernah alay. Lihat saja postingan saya di tahun 2010, semuanya alay -_- dan juga awal 2011 saya masih alay.

Huwaa~~ dan sekarang saya pun kembali alay -_-

Saya punya definisi sendiri tentang alay itu. Kalau menurut saya, alay itu tau kalau itu norak tapi tetap aja dijalanin,  hwehehe. Yang masih alay tenang saja, kalian menuju tahap pendewasaan, dan suatu saat kalian akan sadar bahwa kalian pernah alay. Saya dulu ga ngerasa kalau saya alay, tapi pas kesini-kesini, nelaah-nelaah ternyata saya pas jaman bahuela parah juga -_-. Oke, mari kita bahas kealay-an saya dulu. Ngaku-ngaku sikit lah ya :3

# saya dulu tukang kepo, siapa-siapa dikepoin. Dulu ga jaman FB. Biasanya kepo pake FS, tapi saya ga pake FS. Caranya? Langsung mbuntutin orangnya :D. Dan tahu? Saking keponya bahkan saya hafal absen tiga kelas -_-
# dulu gaya sms saya ga normal. Ga pake spasi, gantinya setiap beda suku kata saya pakein huruf besar. JdCnthnySptIni.
# suka ngurusin nomor ga dikenal, suka jahilin orang. Suka miskol-miskol ga jelas, suka beli nomor baru buat njahilin teman dekat dengan modal hp pinjem kakak haha ga jelas. Alay super.
#Kalau chatting pakai MiRC pakainya nama samaran yang kedengeran cool atau nyamar jadi cowok, atau nyamar jadi anak SMA padahal masih SMP kelas satu hwohoho.
#suka heboh sendiri, cerita-cerita sok bisik-bisik tapi rame biar ketahuan ada cerita seru, haha.
Dan masih banyak cerita-cerita lainnya.

Hei kalian yang masih alay, nikmati masa-masa kalian ya, enak lho sebenarnya pas masa ABG labil hoho. Kayak ngelakuin apa aja asalkan barengan sama geng atau kelompok main jadi terasa menyenangkan. Dan beberapa yang melalui masa ini bareng-bareng temen, biasanya awet persahabatannya. Saya dan teman-teman saya di masa alay juga sampai sekarang masih tetap kontak-kontak :D. Yang masih berada dalam fasa ini, kalau uda tau alay itu ngga terlalu bagus, berubahlah kalian ke masa galau, dan mungkin menuju tahap kedewasaan. Kalau di masa galau ini sih saya kayak mencari kepribadian dan jati diri. Sampai sekarang saya masih bingung dengan jati diri saya sendiri.

A~~ percakapan abstraaaaakkk .____.

Sudah sudah, kita bahas alay nya sampai di sini ya. Oke? Ini ceritaku, bagaimana ceritamu?

Rabu, 12 Desember 2012

Jangan Mau Kalah!!!

Rabu, 12 Desember 2012

何時でも自分に負けている人は何もつかめない

"Itsudemo jibun ni maketeiru hito wa nani mo tsukamenai"

orang yang selalu dikalahkan oleh diri sendiri tak akan mampu meraih apapun
_pepatah_

Saat saya searching-searching, ketemu pepatah tersebut yang ternyata ada di lirik monkey majik yang around the world. *itu ga tau tulisan kanjinya bener ngga, saya nulis sendiri di software nulis jepang, kanjinya harus dikonvert sendiri :D”

Langsung saya berfikir, “dikalahkan diri sendiri?”
Dan saya teringat, bahwa orang-orang yang baik tidak menjadikan orang lain sebagai lawan, tapi mereka menjadikan diri sendiri sebagai lawan.

Jadi ingat lagi sama  scene di dorama doragon zakura (ドラゴン     ザクラ), saat itu Kobayashi (saya lupa namanya, cuma ingat marganya -__- males nyari) berangkat untuk test masuk Todai. Dia meyakinkan diri, ga usah mikirin orang lain. Mereka bukan musuh, mereka hanya melon :)

“The other candidates are not enemies. They’re all pumpkins…er no, melons. It’s not the right season, but let’s go for melons

Ah ya. Sebenarnya musuh paling besar adalah diri kita sendiri. Saya sendiri sering merasa bahwa di diri saya tumbuh dua jiwa. Satu sisi ingin terus maju, satu sisi selalu menghambat. Mungkin semua manusia juga memiliki hal yang sama. Saat ingin maju, entah kenapa ada rasa malas menyerang. Seperti sekarang ini, saya besok UAS dan beberapa tugas besar belum selesai malah nulis blog -____-”.

Oke, mari kita menang terhadap diri sendiri. Jangan mau kalah dengan sisi sesat kita. Kita harus menang, tapi menangnya ga instan, harus bekerja keras dengan sungguh-sungguh pula.

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~~~~~~~~~~~~~

Pengen teriaaaaaaakkkkkkkkk

Berkali-kali saya kalah dengan diri saya sendiri, dan benar, banyak hal yang terlewatkan, dan saya tidak mendapat apapun.

Jangan sampai terulang lagi kejadian seperti ini.
がんばれ~~~~~ >_<

Oke oke, semangat UAS ya yang UAS dan akan menuju UAS. Semoga dimudahkan :)

Senin, 10 Desember 2012

Tentang Air, Air, dan Air

Senin, 10 Desember 2012

Pernah terfikir tentang krisis air bersih? Saya dulu ngga pernah mikir tentang krisis air bersih. Yang saya tahu, setiap hari air mengalir bila kita membuka kran di rumah. Tapi sekitar satu tahun yang lalu, saat saya masuk di jurusan Teknik Lingkungan ITB, pandangan saya tentang itu berubah. Banyak hal yang samasekali tidak saya ketahui sebelumnya. Krisis air bersih itu sekarang bisa jadi ancaman bagi banyak orang. Di jurusan ini saya bergabung di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB (HMTL ITB), yang beberapa agendanya membahas tentang isu lingkungan seperti krisis energi, krisis air bersih, sampai teknologi tepat guna.

Sekitar bulan Oktober tahun lalu, saya dan teman-teman magangers di departemen keprofesian HMTL diberi tugas untuk mengkaji permasalahan sarana yang ada di sekitar ITB diantaranya tentang Insenerator (yang asapnya ternyata masih berbau dan berwarna), masalah mata air (tentang pemakaiannya), dan masalah watertap (kenapa tidak jalan). Kelompok saya kebagian untuk mengkaji permasalahan mata air di Babakan Siliwangi (Baksil).
mata air di Babakan Siliwangi, dekat dengan kolam limbah
“Oh ya? Di Baksil ada mata air, gitu?” ya, saya dan beberapa teman saya bertanya-tanya. Emang di baksil ada mata air?
“Dulunya mata air di Baksil sendiri ada sekitar delapan, tapi sekarang tinggal satu dan itupun dekat dengan MCK, dan debitnya superkecil,” kakak dari keprofesian menjelaskan tentang kondisi eksistingnya. Dan beberapa hari kemudian kelompok kecil saya beserta dua kakak dari keprofesian menelusur si mata air itu. Pas pertamakali melihat, saya dan dua teman saya berkata, ”Wah, baru tahu lah, itu ternyata mata air,”.

Kami memang pernah beberapa kali pergi ke Baksil dan melewati tempat tersebut, tapi ngga nyadar kalau itu mata air. Bentuknya sederhana, hanya dialirkan pakai pipa dari kolam mata air ke bak penampung yang letaknya dekat sama kolam limbah. Saya pikir cuma limbah cuci, tapi ternyata ada limbah kakus juga padahal ini mata air jadi sumber air buat warga sekitar yang ngga punya sumur gali dan ngga langganan PDAM.

Yap. Dari gambaran diatas, ada beberapa permasalahan yang bisa dilihat. Yang pertama adalah makin berkurangnya jumlah mata air. Ini disebabkan karena pengeksploitasian yang berlebih, penggunaan yang tidak benar, ataupun karena tertutup bangunan. Dan yang kedua adalah mata air tersebut rawan tercemar. Nah, itu di Baksil sendiri, satu-satunya mata air yang tersisa letaknya malah sebelahan sama tempat limbah, bisa jadi si mata air tercemar oleh zat-zat berbahaya.

Mata air yang semakin sedikit seharusnya dijaga dan dilestarikan. Yang terfikir oleh kami saat itu untuk menjaga si mata air ini (dan sampai sekarang belum terealisasi ._.) adalah membuat bak pengumpul yang lebih baik, membatasi dindingnya dengan bahan kedap air sehingga pencemar bisa diminimalisir, serta membuat tutup bak. Untuk kolam limbah, diharapkan ada instalasi pengolah limbah. Tapi sebenarnya hal yang paling mudah itu adalah mengajak warga sekitar untuk tidak membuang limbahnya di dekat mata air. Saat mata air sudah tercemar atau habis, pasti mereka baru sadar bahwa mata air tersebut merupakan sumber kehidupan.

Jadi ingat, saat ibu saya masih kecil, rumah nenek di daerah Boyolali belum ada listrik apalagi langganan PDAM. Saat itu kerasa gimana susahnya cari air. Harus jalan kaki agak lama dan ngambil airnya di sungai. Tapi sungainya bersih lho ya, soalnya itu sumbernya mata air dari gunung. Dan bayangkan sekarang, kayaknya orang dengan asyiknya menghambur-hamburkan air bersih sementara di tempat lain saudara-saudara kita menderita kekeringan. Hemat air bisa dimulai dari hal kecil seperti menutup kran dengan kencang, atau menyiram WC dengan gayung daripada pakai flush.

Selain kasus Baksil, ada hal yang lain. Saya tinggal di daerah Plesiran. Mayoritas penduduknya pakai air tanah, bukan dari air PDAM. Saat pengumpulan data karena ada tugas matakuliah Kesehatan Lingkungan, alasan penduduk ngga make PDAM karena kualitas airnya jauh, lebih bagus pakai air tanah. Saya pernah diterangkan oleh Dosen bahwa sebenarnya mata air ataupun air tanah itu dikuasai oleh pemerintah. Penggunaan air tanah itu ngga gratis, ada kompensasi yang dikenakan tapi saya kurang tahu besarnya berapa. Menurut saya itu dilakukan untuk mengontrol penggunaan air bersih warga, kalau penggunaan air tanah sendiri ngga dikontrol akibatnya bisa banyak, antara lain penurunan ketinggian tanah karena lapisan air tanah menipis.

Yak. Bandung beruntung masih ada cadangan air tanah yang bisa disedot, tapi tunggu beberapa tahun lagi, krisis air pasti terjadi kalau pemakaiannya ngga benar apalagi sekarang jumlah pohon makin berkurang. Krisis ini bisa dicegah dengan meminimalisasi penggunaan air tanah, yaitu dengan mempercayakan aliran air kepada perusahaan air tertentu tapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas air yang baik serta kebocoran pipa juga harus dikurangi.

Menjaga sumber air itu juga berarti untuk kepentingan kita sehari-hari karena kita tidak bisa hidup tanpa air. Untuk konsumsi sehari-hari kita butuh sekurang-kurangnya 8 gelas per hari. Dengan apa kita memenuhi kebutuhan itu? Yang gampangnya sih masak sendiri, atau beli galon dan buat diminum di rumah. Kadang merasa riweuh kalau harus masak sendiri atau bawa minum dari rumah dan saat di kampus kita memilih untuk membeli air minum dalam kemasan. Sebenarnya kebiasaan itu harus distop, selain untuk menghemat uang saku, bisa mengurangi sampah kemasan juga.

Saya mengenal beberapa teknologi untuk mempersiapkan air yang bisa kita konsumsi tanpa dimasak terlebih dahulu. Ada tiga, yang pertama watertap, lalu reverse osmosis, dan yang ketiga PureIt. Teknologi watertap di Indonesia yang ada di institusi cuma ada dua, di sebuah SD di kota Malang, dan di ITB. Sayangnya watertap di ITB ini ngga berfungsi karena kerusakan pada saluran pipa dan di bagian filternya. Bila di kampus atau di tempat umum ada sarana watertap, kita ngga perlu khawatir lagi kalau kehausan di taman kota, tinggal buka kran dan langsung minum airnya. Teknologi ini ada di negara-negara maju.
1. water tap di ITB yang belum bisa dipakai lagi 


Yang kedua adalah memakai teknologi reverse osmosis yaitu penyaringan air dengan membran, tapi kekurangannya adalah semua partikel lolos kecuali H2O. Jadi mineral-mineral yang diperlukan juga tertahan di membran. Kekurangan yang paling krusial adalah: MAHAL! Untuk konsumsi pribadi, alat dengan teknologi ini dijual seharga 2-4 juta per unit.
2. produk dengan reverse osmosis

Yang ketiga adalah~~ PureIt. Tidak perlu listrik tidak perlu baterai dan tentunya harganya lebih murah dari teknologi reverse osmosis. Penasaran ketika lihat iklannya, dibilang aman-aman tapi saya tetap ragu. Lalu saya browsing di internet, ternyata yang bikin aman itu unit germ kill. Proses kerja pemurnian air di PureIt dibagi jadi 4 tahap. Tahap pertama dengan serat mikro, kedua dengan karbon aktif, yang ketiga dengan prosesor pembunuh kuman dan bakteri serta virus, dan yang terakhir adalah tahap penjernih. 
3. PureIt

Nah Komponen 2-3-4 ini yang disebut Germkill Kit (Perangkat Pembunuh Kuman) yang akan memurnikan 1500 lt air setara dengan 80 galon (suhu air 25o C, kelembaban sedang) untuk 6 8 bulan pemakaian. Masa pakai Germkill Kit tergantung dengan pemakaian air. PureIt ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya sangat praktis karena hanya memasukkan air kedalam alat bagian atas, dan nantinya air akan dimurnikan. Yang kedua adalah stidak memerlukan gas, listrik, ataupun saluran pipa. Dan yang terpenting adalah LEBIH MURAH.  Biaya per liter pemurnian air hanya Rp100, jauh di bawah harga air galon dari merek ternama (Rp526/liter), air isi ulang (Rp187/liter), dan air rebus (Rp107/liter).  Selain itu air terlindung dari kuman berbahaya serta memiliki indikator yang dapat menunjukan lebih awal kapan germ kill kit nya harus diganti.

Oke, itu sekilas tentang air, air, dan air. Lewat tulisan ini saya juga ingin menyampaikan, mari berhemat air, mari menggunakan air dengan lebih bijak, dan mari kita jaga kelesatarian sumber air bersih. Alam ini bukan milik kita, tapi titipan dari anak cucu kita untuk kita pakai dan kita lestarikan. Sekian :)

*artikel ini dibuat untuk mengikuti lomba PureIt: Kelestarian Sumber Air Minum tapi ga menang, hehe :3

sumber gambar:
1. http://majalahganesha.com/blog/2012/05/03/sampah-sampah-sumbangan-alumni/
2.http://www.iconest.com/water/index.php?option=com_content&view=article&id=13&Itemid=12 
3 http://www.pureitwater.com/ID/


Roadshow Watertap HMTL ITB


Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti acara HMTL yaitu roadshow watertap. Ini sebenarnya proker keprofesian, tapi  anggota dari departemen lain boleh ikutan, bahkan dianjurkan. Nah, masa himpunan dibagi-bagi, tiap kelompok kecil kebagian dua himpunan. Saya kebagian Himpunan Mahasiswa Meteorologi (HMME) dan Himpunan Mahasiswa Geodesi (IMG). Roadshow di dua himpunan ini punya cerita sendiri-sendiri :D

Tujuan roadshow watertap sendiri ini adalah untuk menyadarkan masa kampus bahwa sebenarnya watertap ini diperlukan, dan kita butuh ini~~ dan di roadshow ini dibagikan kuesioner yang diisi, nantinya direkap, dilihatkan ke rektorat, ini lho aspirasi mahasiswa tentang watertap, bahwa sebenarnya mahasiswa itu butuh yang namanya watertap :D. Pengennya nanti watertap bisa diperbaiki dan bisa digunakan lagi.

salah satu teaser roadshow watertap :3
Oke, mari kita bahas satu-satu. Watertap itu sendiri merupakan sumbangan dari alumni ’70, jumlah watertapnya juga 70, tersebar di seluruh ITB. Bagi yang belum tahu apa itu watertap, watertap adalah sarana tempat dimana air keluar tapi bisa langsung diminum. Asik kan kalau misalnya di kampus ada sarana ini, ga usah beli minum kemasan, tinggal bawa botol minum, lalu diisi deh ~~~
watertap, gambar diambil dari majalah ganesha

Watertap ini jadi primadona. Dulu pas ayah saya ngambil S2 di ITB sekitar tahun 2004, watertap ini masih berfungsi dengan baik. Saya terakhir make watertap ini pas diklat PROKM, dan itupun hanya beberapa yang nyala yaitu di dekat LFM dan di 9009. yang angkatan 2011 maupun 2012 ga jarang yang pas lewat si watertap ini bilang, ”Ini apaan sih? Ini buat apasih?” oke, itu watertap, saudara-saudara. Dan beberapa orang sudah mengganti nama menjadi airtap, karena yang keluar itu air atau udara, bukan water alias air. Hoho. Kalau HMTL sendiri sih nyebutnya monumen berbungkus karung, karena beberapa waktu yang lalu memang watertap ini ditutup dengan karung.

Oke, back to roadshow. Roadshow ini yang diterangkan ya apa yang saya tulis diatas, gimana riwayat watertap, apakah pernah make, ada ngga sih manfaatnya si watertap bagi kehidupan mahasiswa? Dan apa dampak lingkungannya?

Oke, hampir semua dari responden menyatakan watertap sangat berguna. Mengurangi sampah botol plastik, dan tentunya menghemat uang saku, hehe. Mereka sangat setuju bila watertap diperbaiki.

Oh ya, tapi apakah watertap membawa dampak yang sepenuhnya baik?

Ini hanya isu, saya ngga tau benar atau tidaknya. Konon beberapa watertap dirusak secara sengaja, jeng jeng jeng jeng~~~

Dirusak secara sengaja itu merupakan suatu bentuk protes dari pedagang minuman yang omsetnya turun akibat adanya watertap ini. Kerusakan yang dilakukan bervariasi, mulai dari diberi tepung sampai dikasi permen karet. Oh ya, watertap disini dulunya ngga berfungsi sebagai buat minum doang, tapi beberapa juga mengaku pernah make watertap buat cuci tangan dan wudhu. Olala~~

Oke, ini sekilas tentang watertap. Testimoni masa himpunan keren-keren, mulai dari terbantu banget ada watertap sampai ngusulin watertap yang lebih canggih. Apa itu?
”Mbak, ini watertapnya cuma air putih, ya? Coba kalau watertapnya berasa. Kalau dipencet keluar coca cola~~,”
Yakali mas mas -_____-” haha. Kalau gitu nanti pasti banyak hal yang perlu ditinjau lagi. Bisa-bisa nanti pabrik coca cola resmi bangkrut#eh.

Oke, sekian.

Lihat juga :

Rabu, 05 Desember 2012

Halo Desember

Rabu, 05 Desember 2012

Desember adalah bulan yang bisa dibilang istimewa. Di bulan ini pasti terukir banyak cerita. Oh yea, mulai dari minggu-minggu penuh UAS, hectic pergantian kepengurusan organisasi, dan~~~ kayaknya Desember adalah bulan tersibuk sepanjang tahun :””D. Dan yang paling saya tunggu pada bulan ini adalah di bulan ini saya PULANG KE RUMAH. Pulang ke rumah untuk liburan, yang bisa dibilang adalah liburan yang singkat.

Bulan ini adalah bulan tersibuk, dan kebanyakan dari orang-orang semangatnya mulai turun drastis di bulan ini. Entah karena homesick seperti kebanyakan anak-anak rantau, atau memang sudah terlalu jenuh dengan dunia perkuliahan yang mulai memuakkan.

Dan di bulan ini pun saya berfikir banyak, tentang sebentar lagi masuk ke semester genap, semakin dekat dengan kelulusan, dan semakin dekat untuk meninggalkan dunia permahasiswaan ini.

A~~~

Harus tetap semangat, tetap berusaha, tetap tersenyum menghadapi hari. FIGHT ^^


Hallo Desember :)

Terimakasih Telah Memperhatikan


Apa kalian merasa bahwa lingkungan sekitar tidak memperhatikanmu, padahal kau sendiri memperhatikannya? 

Itu bisa dinamakan dengan hubungan timbal balik yang tidak sesuai dengan harapan. Saya sendiri sering mengalaminya. Ah ya, memperhatikan sekitar memang hal yang mengasyikkan. Pertama yang dirasa adalah suatu ketenangan kita bisa berbagi kebahagiaan dengan mengerti lingkungan.

Pernahkan kalian berharap lingkungan itu peduli denganmu? Apakah mereka acuh?

Seringkali dalam hati pasti kita pernah ingin untuk diperhatikan. Ya, kadang. Saya dulu sering merasa sedih, ketika lingkungan saya perhatikan saat mereka butuh, tapi saat saya butuh, lingkungan tidak memperhatikan saya.

A~~ kenapa saya tidak bisa menjelaskan hal ini dengan bahasa yang lebih simple?

HEI KALIAN DIAMLAH SEJENAK DAN PERHATIKAN APA YANG TERJADI DI SEKELILINGMU

Saat ini teknologi yang semakin canggih membuat orang menjadi lebih individualis. Dimana-mana orang sibuk memencet keypad handphone, BBM-an, fb-an, dan lain-lain. Terlalu sibuk dengan dunia maya sampai dunia nyata tidak diperhatikan.

Suatu hari seseorang memberiku sebuah ide,
”Untuk mengetahui apakah orang lain memperhatikan sekitar, aku punya cara untuk mengetahuinya,”
Pembicaraan kami saat itu sangat santai. Kami tiba-tiba menemukan topik ini saat membuka FB dan membaca postingan tere-liye tentang ’memperhatikan’ ini.
”Apa? Seseuatu yang aneh?”Ah ya, dia ini, biasanya sesuatu yang dipikirkannya selalu aneh. Sangat diluar pikiran.
”Begini,” dia lalu membisikkan sesuatu. Benar, idenya sangat aneh.

Dan hari ini aku melakukan sarannya. Kulakukan karena saat ini sedang dilanda yang namanya suudzon tingkat tinggi dimana mereka hanya sibuk dengan dunianya sendiri.

Yak, berangkat ke kampus, sudah saya lakukan metode ini. Saat berjalan tidak terjadi apa-apa, setelah bertemu dengan seseorang, menyapa, bersalaman, dia lalu bertanya,
”itu kenapa?” dia menunjuk jidatku.

Ah ya. Akan saya ceritakan. Metode yang saya gunakan kali ini adalah untuk mengetahui apakah orang disekitar kita memperhatikan atau tidak, sok cuek padahal perhatian, atau malah sok perhatian.

”Oh, ini, engga apa-apa,” saya mengelus jidat bagian kanan.

Benar, pojok jidat kanan saya, iseng diberi hansaplast. Itu ide super konyol yang bahkan aku ngga kepikiran untuk melakukannya. Saking penasaran sama reaksi teman-teman, saya lakukan juga saran dari si aneh ini. Plester luka hansaplast saya tempelkan di jidat, tapi karena biar ga ketahuan amat, agak ke dalam, lagi pula saya pakai kerudung, pasti jarang yang ga nyadar.

”Orang yang perhatian adalah pas ketemu, nyapa, tiba-tiba nanya, itu kenapa jidatnya? Ati-ati, jangan terlalu stress atau sebangsanya. Orang yang sok cuek padahal perhatian adalah saat duduk bareng, dia merasa ada yang janggal, melihat ke arah plestermu, tapi pas ditanyai, dia pura-pura ngga peduli. Dan orang yang sok perhatian adalah, dimana saat orang lain memperhatikan, dia ikutan, tapi dibelakang dia menyimpan sesuatu yang lain,” itu penjelasan absurd dari seseorang yang absurd. A~~ aku berharap ngga ada yang tipe sok perhatian.

Apa kalian penasaran dengan hasilnya?

Semua dari yang bertemu dengan saya, menyapa, berjabat tangan, mengucap salam, semua menanyakan kabar saya apa baik-baik saja, itu kena apa? apa kejedot pintukah? Hati-hati...

Bagaimana rasanya?

A~~ super senang. Teman-teman yang berada di sekelilingku semua peduli. Mereka mungkin tampak tidak memperhatikan, tapi aku tahu mereka PASTI melihat sejenak untuk memperhatikan, dan samasekali tidak menutup dunianya.

Terimakasih telah memperhatikan.

*BTW maaf ya saya bohong soal luka di jidat :’’D
*ini pendapat pribadi mungkin ada perbedaan persepsi
*metode ini boleh ditiru untuk mengetes, hoho, tapi hasil tidak bisa dipertanggungjawabkan sepenuhnya :D

Senin, 26 November 2012

Salah

Senin, 26 November 2012
Salah, miskomunikasi, adalah hal yang paling buruk dalam sebuah alur hidup. A~~~ pagi-pagi ini saya nulis ini karena saya ngerasa bersalah melakukan suatu kelasahan, sampai saya ngga berani masuk ke kuliah. bimbang.

deadline pengumpulan tugas itu hari sabtu, tapi karena miskomunikasi, saya menghambat pengerjaan tugas, sampai malam tadi belum selesai. entah jadi apa hari ini saya. saya ngga tau gimana cara minta maaf. saya pernah juga ada di posisi mereka, dan itu sangat sebal. kalau tugas kelompok ya bareng-bareng. satu menghambat, yang lain terhambat.

dan saya menjadi penghambat pembuatan tugas kali ini T^T

nebus?

ya, solusi yang terpikirkan saat ini adalah menebus dengan mengerjakan tugas yang lain, menunggu~~ deadline hari Selasa. itu yang berarti..... BESOK!!!

Senin, 12 November 2012

About ‘Kepo’

Senin, 12 November 2012

Yes, actually I wanna tell you about something. But, this ‘something’ cannot be described by me perfectly. But, I’ve tried it and…. Haha~~~ confused -_- I can’t continue write this phrase.
*sorry my English is bad :p

Aaaa~~~ saya selalu seperti ini setelah meng-kepo-i kehidupan orang. Dulu saya sering meng-kepo lewat tatapan dan mengikuti langsung si target. Tapi sekarang tidak dilakukan karena saya sadar, itu akan berbahaya. Sekarang saya lebih sering kepo lewat media online. Okay, mostly target saya adalah cowok.

Kepo itu menyenangkan. Saat kalian mengetahui sisi orang lain yang tidak diketahui banyak orang, kalian pasti seperti berada di atas galah yang bergoyang ke kanan dan ke kiri. Antara senang dan merasa bersalah. Saya sendiri bila mengetahui hal yang baru akan cenderung diam atau menanyakan langsung ke orangnya. Itu sudah sangat jarang saya lakukan.

Kepo itu menambah pengetahuan. Entah pengetahuan apa itu. Saya selalu kudet tentang gosip. Entah yang menyangkut teman satu jurusan ataupun satu kampus. Walau saya ngga suka ngegosip, tapi entah kenapa melihat (sambil mendengar) yang bergosip seperti mengerti apa yang mereka pikirkan.

Kepo itu membuat lebih ’peka’. Entah kenapa dari dulu saya selalu merasa apa yang mereka rasa menurut persepsi saya. Bingung? Saya selalu menganalisa apa yang orang pikirkan saat itu juga. Itu yang membuat saya gampang stress dan otak penuh sehingga pelajaran susah masuk -_-”. Oke, tapi tidak sepenuhnya benar. Tapi memang benar.

Hobi kepo saya berjalan sudah lebih dari enam tahun. Ya, enam tahun :””) . dulu namanya bukan kepo, tapi entah banyak orang yang mendeskripsikan itu sebagai secret admirer. Tapi saya sendiri ngga yakin dia ngga ngerti :D mungkin sih.

Ah jadi ingat cerita-cerita tentang kepo :)

Saya dulu kepo karena ngga ada keberanian buat bicara langsung baik ke dia nya atau ke teman dekat untuk nyomblangin *anak eSeMPe, maklum. Akhirnya dengan meminjam kekuatan bulan serta pegasus, saya berhasil kepo untuk pertamakalinya. Pas kelas satu eSeMPe. Ngepoin anak kelas tiga yang dekat sama teman saya. Huahaha. Ngikutin kemana pergi, nyatetin aktifitasnya pas istirahat ngapain aja, dan~~ ngeliatin ukuran sepatunya -_-”

Dan kepo saya ngga tanggung-tanggung. Saya paling takut jika ketahuan. Mulai kelas dua SMP, saya ngepo banyak orang agar bisa bikin alasan. Misalnya, hampir tahu ukuran sepatu satu kelas, hapal tulisan satu kelas, biar ngga ketahuan sama orang. Kalau cuma hapal satu orang doang kan mencurigakan :o haha alasan#plaaakk

Oke, itu berlanjut sampai SMA, ngafalin tanggal lahir, sampai plat nomor motor. Karena plat nomor tidak interesting, maka saya berhenti setelah ngapalin beberapa plat. Males.

Dan sekarang kuliah, karena ada teknologi bernama facebook, tumblr, search engine, blog, dan lain lain, saya makin sering kepo #dulujugaadateknologisepertiitu

Kepo itu ngganggu ga sih??

Ngga kok, asal kita tidak mengusik si pribadi. Ngepo ga papa, asal ga ketahuan #kyaa.

Tapi jangan berlebihan lah. Nanti dikira freak.

Haduh gaya bicara beda lagi. jadi bingung sama saya.

Eh btw..

Kira kira

Ada yang suka ngepoin saya ngga ya?

...

Krik krik

Sudah. Kita akhiri posting ini, xixixi. 
アイサ の ノート © 2014