Selasa, 09 September 2014

Satu Kata Bernama ‘Perhatian’

Selasa, 09 September 2014

Miliki barang antik ini, dan anda akan jadi pusat perhatian’, begitulah sebuah kalimat yang tertulis dalam iklan suatu produk di internet. Miliki, dan jadilah pusat perhatian. Jadilah pusat perhatian. Pusat perhatian. Perhatian.

Ya, perhatian. Setiap orang memang butuh perhatian. perhatian atau atensi, menurut Wikipedia adalah pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar yang tersedia. Intinya, perhatian adalah ‘memfokuskan’. Menjadi pusat perhatian memang terlihat menyenangkan. Seperti aktris dan aktor yang tiba-tiba ditodong fans untuk dimintai foto bersama, dan bahkan memberi hadiah. Setiap gerik akan diamati. Satu tweet bahkan bisa tiba-tiba jadi trending topic. Pakaian dengan merk sama maupun style yang sama pun akan ikut laris di pasaran. Seperti akhir-akhir ini fenomena sandal jepit yang dipakai Sehun EXO-K yang mendadak jadi terkenal. Bahkan di luar negeri ada yang niat mengimpor dari Indonesia dan dijual dengan harga 20 dollar alias duaratus ribu lebih. Padahal di sini harganya ga sampai 20 ribu.

Beberapa orang memang suka kalau banyak orang mengenalnya, yang berarti akan menambah teman dan juga alasan yang lain; tapi beberapa orang juga memilih untuk tidak terkenal dan mendapat perhatian dari publik. Di antara orang yang ingin diperhatikan itu ada lagi jenis yang ingin diperhatikan, tetapi mereka tidak punya ‘cukup modal’ untuk diperhatikan, sehingga mereka membuat sebuah terobosan yang terkadang dapat dibilang itu bukan cara yang benar.

Saya sudah cukup lama bermain internet, ya walau Cuma buka-buka situs portal berita, jejaring sosial, forum bersama, dan buat download file lah, tapi setidaknya dari ‘pengalaman’saya berinternet ria, saya banyak menemukan manusia jenis ketiga yang saya sebutkan di atas, yaitu yang haus akan perhatian publik tetapi tampaknya mereka kurang cukup modal sehingga mereka melakukan sesuatu yang tidak benar. Mengapa mereka mencari perhatian di dunia maya? Mungkin karena mereka ga mampu untuk menarik perhatian orang di dunia nyata, juga bila di dunia maya mereka masih bisa ‘bersembunyi’ di balik identitas palsunya.

Tidak sedikit di sebuah portal berita, di kolom komentar banyak terjadi peperangan antar komentator, menanggapi sebuah komen yang menyinggung atau keluar dari jalur, tetapi kebanyakan mereka menggunakan anonymous. Mereka sebenarnya ingin ditanggapi, tetapi masih takut dengan resiko yang didapat kalau mereka menuliskan nama asli. Mereka tidak lebih dari seorang pengecut.
 
sebuah forum yang rentan dengan para pencari popularitas instan dengan cara yang salah

Dalam sebuah portal forum terbesar di Indonesia, beberapa kali saya dibuat gerah dengan akun-akun yang kebanyakan klonengan wara-wiri menyebarkan fitnah, sara, dan sebagainya. Mereka membuat, menyebarkan berita yang berkaitan dengan agama, menjelek-jelekkan ras, dan seringkali diiringi kata-kata kotor. Saya bingung sebenarnya apa motif mereka. Apakah mereka ingin terkenal dengan cara yang seperti itu? memang sih perhatian akan mengalir dengan deras, tapi perhatian orang-orang itu adalah untuk memaki dan mencaci balik. Apa memang itu yang di inginkan? Ah entahlah, mungkin dia sedang lelah. Mencari perhatian publik janganlah dengan cara yang seperti itu. buatlah sebuah karya, sebuah tulisan yang memang cukup baik, dan biarkan orang lain menilai karyamu, apakah layak diberi pujian dan membuatmu menjadi pusat perhatian. jangan dengan cara yang lain. Jangan buat diri kalian terkenal karena keburukanmu. Buatlah dirimu dikenang karena kebaikanmu.

Dan well, memang semua orang butuh perhatian. maka dari itu perhatikan saja orang-orang di sekitarmu. Perhatian yang sederhana pun akan membuat mereka bahagia, seperti memberi hadiah saat ulang tahun, atau sekedar mengirim sms menanyakan kabar. Dan mungkin, mereka juga akan mulai memperhatikanmu :).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014