Pages

Kamis, 01 November 2012

Dan Kemudian…. Mati

Kamis, 01 November 2012

Di bagian depan dan belakang rumah saya masing-masing ada sebatang pohon. Pohon mangga di depan, dan pohon alpukat di belakang. Pohon mangga tumbuh dari cangkok, bukan dari biji, sedangkan pohon alpukat tumbuh dari biji. Keduanya entah kenapa ketika berbuah, buahnya sangat manis dan enak. Kekurangannya adalah, keduanya sama-sama memiliki benalu.

Karena tumbuh dari biji, dari pertama ditanam, harus menunggu lebih dari lima tahun untuk berbuah. Saya selalu senang memotret daun-daunnya yang bagus, ranting yang menjulur banyak yang menurut saya lebih bagus daripada pohon mangga didepan.

Tapi, beberapa saat yang lalu pohon itu mati.
”A~~~ padahal buahnya enak,” saya menggerutu ketika ayah dan ibu memutuskan untuk menebang pohon alpukat di belakang rumah.
”La kan sudah mati,”
”Kenapa dulu benalunya ngga diambilin? Pasti yang bikin mati benalunya,” dan aku juga memberi gagasan agar benalu di mangga juga diambil, ranting yang ditumbuhi harus dipotong. Tapi, usul itu ditolak karena pohonnya terlalu tinggi.
”Bukan karena benalu si alpukat mati,” saat si alpukat ditebang, ayah memberi pengertian. ”...dia mati karena ada hama di dalam batangnya, jadi ngga bisa dicegah kematiannya,”

Dan saya melihat ke depan, mangga yang ditumbuhi benalu, masih dengan kokoh berdiri dan di saat musim berbuah, dia tetap menghasilkan buah yang sangat banyak, dan sangat manis.

Akhir-akhir ini aku berfikir, cerita diatas itu seperti sebuah analogi. Bayangkan pohon alpukat adalah diri kita sendiri, benalu adalah masalah eksternal, dan hama batang adalah masalah internal. Masalah dari luar masih bisa ditanggulangi, walau banyak, bila kita kuat akan tetap tidak akan menghalangi perjuangan kita. Bandingkan dengan masalah internal. Bila dalam hati kita sendiri sudah ’sakit’, maka saya tidak akan tahu lagi apa yang akan terjadi.

A~~~ dan sudah lebih dari sepuluh tahun saya makan mangga terenak didunia yang tumbuh dari pohon berbenalu, dan hanya sekitar dua tahun panen saya merasakan alpukat terenak nomor dua didunia, karena nomor satunya ada di kebun kakek saya :)

Selamat November semoga lebih baik :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014