Kamis, 01 November 2012

Amanah atau Tumbal?

Kamis, 01 November 2012

Seringkali dalam sebuah organisasi akan dipilih satu orang yang ditugaskan untuk bertanggung jawab atas keberjalanan organisasi tersebut. Kita bisa menyebutnya sebagai PJ (penanggung jawab) atau koordinator. Apa kalian pernah merasakan ada di posisi ini?

Saya pernah beberapa kali.

Setiap saya menerima tugas berat ini, saya biasanya dalam keadaan ngga pengen atau ngga minat, dan kebetulan juga tugasnya agak berat. Saya pernah baca di suatu buku, bahwa amanah itu tidak untuk dicari, tidak juga untuk dihindari. Kalau dapat amanah, berarti kalianlah yang dipilih Allah untuk menjalankannya. Tapi beberapa teman saya menyebut posisi saya ini sebagai tumbal.

Aaa~~ saya ngga suka kata-kata itu. Saya bersedia untuk menjalankan tugas, tapi tolong jangan sebut saya sebagai tumbal, karena itu berkonotasi negatif. Sebut bahwa saya adalah yang dipilih Allah untuk menjalankan tugas ini. Ini lebih baik kedengarannya.

”Belum sanggup untuk ini, sepertinya bukan saya yang tepat, kamu lebih baik dari saya,” dulu saya juga mengucap hal seperti ini. Tapi ternyata, bila kita menggunakan orang yang sudah berpengalaman saja, tanpa menggunakan orang yang masih awam, kita berarti secara ngga langsung ngga memberi kesempatan pada orang awam untuk belajar.

Jadi, konklusinya?

Jangan anggap diri kalian sebagai tumbal bila menerima suatu tanggung jawab. Berfikirlah positif bahwa Allah memilihmu, Allah akan memampukanmu lewat amanah itu, akan menambah wawasanmu dan akan membuatmu lebih banyak belajar.

Jadi~~~ jalankan amanah sebaik mungkin, segembira mungkin, seikhlas mungkin. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014