Pages

Rabu, 01 April 2015

Halo, April!

Rabu, 01 April 2015
halo, apa kabar? semoga baik, ya?

masih sama dengan bulan-bulan kemarin. harapan saya di bulan ini adalah agar saya berubah menjadi pribadi yang lebih kuat, ga cengeng, dan teguh hati. ya karena saya tau, saya ga bisa begini terus. ngerepotin banyak orang, dan membuat mereka khawatir.

parah, kan?

saya akhir-akhir ini selalu menyalahkan diri sendiri karena kelakuan saya ini. tapi orang-orang di sekitar saya tak henti-hentinya memberi dukungan moral kepada saya, bahwa saya harus percaya pada diri sendiri, bahwa saya bisa menjalani semua ini, bahwa saya kuat, bahwa saya mampu. tapi saya selalu membuat mereka kecewa. saya tak sesuai dengan harapan mereka. dan pada detik itu, saya merasa bahwa saya ini pecundang.

baiklah, tak ada gunanya mengeluh. saya juga sudah lelah. lelah mebiarkan imaji tak masuk akal itu menguasai pikiran saya. saya lelah membuang-buang energi hanya untuk hal seperti itu, yang tak ada gunanya, yang hanya membesarkan energi negatif di dalam raga.

halo, april. ini sudah april. rahma, kau siap untuk bangun?

Kamis, 05 Maret 2015

Cerpen Seleksi Kampus Fiksi - Ketika

Kamis, 05 Maret 2015
Tau Kampus Fiksi? Kampus Fiksi itu diselenggarakan oleh DivaPress yang setiap angkatan ada duapuluhan orang, diadakan setiap dua bulan sekali. Etapi, pembukaan pendaftarannya dua tahun sekali ,_,. udah tau sebenarnya dari lama banget kampus fiksi ini. mulai dari angkatan pertama banget bahkan, tapi engga tertarik ikut. kenapa? soalnya posisi saya dibandung, dan sebagai mahasiswa kere, ongkos bandung-jogja PP itu aga menguras kantong haha :""" dan setelah berbelas-belas angkatan diselenggarakan, saya pun ikutan daftar. iya, daftar. terus lolos, terus dapet angkatan 24 alamaaak yang 'berangkat' tahun 2017 insyaa Allah *dansudahberanjaktua *abaikan. baiklah, jarang-jarang (ato hampir ga pernah malah -__-. label short story hanya tipuan) saya share cerita pendek di blog. tapi kali ini boleh lah saya share. selamat menyimak :)

Ketika

“Ri, mau es puter?” sosok itu tiba-tiba muncul di depan pintu kamar yang memang sengaja tidak kututup karena udara yang panas. Pandanganku teralihkan sepenuhnya dari setumpuk soal tutorial di atas meja ke arah pintu.
“Di bawah ada yang jualan?” tanyaku balik, antusias. Bukan apa-apa, di kota besar seperti ini hampir tidak pernah ditemukan ‘barang’ seperti itu. Hampir semua manusia di sini ingin terlihat modern, dan es puter bisa dibilang bukan bagian dari ’barang modern’.
“Nggak,” sosok itu menggeleng, sembari mengacungkan kedua tangannya yang ternyata sedari tadi memegang gelas. “Tadi pas perjalanan pulang ada yang jual, terus ternyata aku ada plastik es, jadi dibungkus dan beli lumayan banyak,”
“Oh…,”
“Boleh masuk?” tanyanya lagi.
Aku memilih diam, hanya mengangguk dan beranjak dari kursi kemudian duduk di atas karpet. Dia, mas Danu, duduk tepat di sampingku. Punggungnya bersandar di dinding tembok, dengan kaki di tekuk di depan.
”Gimana kabarmu?” Mas Danu menyerahkan satu gelasnya kepadaku, lalu tersenyum tipis. Pertanyaan sederhana, tetapi entah kenapa membuatku sedikit bingung untuk menjawab.
”Eh...baik,” jawabku pelan, lalu menerima segelas es puter dari mas Danu.
Setelah itu, tiba-tiba semua terdiam. Tanpa suara.
***
“Mas mu ada diklat di sini, jadi mau tinggal di rumah sampai tiga bulan ke depan,” kemarin saat makan malam, ibu banyak bercerita tentang kedatangan mas Danu yang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu –lebih tepatnya tidak memberitahu ku, tetapi dua hari yang lalu aku menangkap sinyal bahagia dari ibu serta beberapa menyuruhku untuk membereskan rumah lebih giat. Sesekali aku menimpali pembicaraan mereka yang masih berlanjut di meja makan, sekedar pemberitahuan bahwa aku juga ada di sana mendengarkan pembicaraan mereka.
Mas Danu datang di sore hari, lalu mengobrol banyak dengan ibu. Jelas saja, mereka tidak pernah memiliki waktu sebanyak itu selama sebelas tahun terakhir ini. Kami bersaudara. Bapak dan ibu bercerai sebelas tahun yang lalu dengan alasan tertentu, yang mungkin sangat kompleks karena akses ku untuk bertemu bapak dibatasi dengan ketat oleh ibu. Begitu pula sebaliknya, akses mas Danu untuk bertemu ibu juga dibatasi ketat oleh bapak. Mungkin dulu ibu pernah menjelaskan alasannya, tapi aku terlalu kecil untuk bisa mengerti semuanya.
”Mungkin nanti bisa tanya-tanya kalau ada pelajaran yang susah di kuliah,” ibu menyambung ceritanya lagi.
Ah ya! Mas Danu kan pintar! Dia dulu kuliah di luar negeri, bisa jadi nanti nilai ujianku jadi bagus. Ya. Aku bukan tergolong mahasiswa brilian, bahkan bisa dibilang aku ini mahasiswa bodoh. Memang bisa saja kehadiran mas bisa membantu saat belajar, kalau aku yakin bisa dekat dengannya. Perpisahan selama sebelas tahun membuatku merasa bahwa dia benar-benar asing sekarang. Apalagi perbedaan usia kami cukup mencolok, sembilan tahun.
***
”Gimana kuliah?” setelah beberapa menit hanya terdengar denting sendok yang beradu dengan gelas, akhirnya mas Danu angkat bicara lagi.
”Yah...gitu-gitu aja. Sekarang lagi musim ujian,” jawabku singkat.
”Eh, tadi lagi belajar? Ganggu nggak ini?” mas Danu terlihat merasa bersalah.
”Enggak kok,” aku menggeleng. Lagian, belajar atau nggak belajar hasilnya akan sama saja. Sama-sama jelek.
”Mau ujian apa besok? Barangkali bisa dibantu,”
”Fisika Dasar, tapi masih hari Jumat ujiannya,” sekarang masih hari minggu, dan aku punya waktu empat hari untuk belajar dari nol.
”Tentang apa?”
”Fluida,”
Kembali hening. aku tidak terbiasa membuka percakapan dengan siapapun. Aku adalah tipe pendengar, dan tidak terlalu suka berbicara apalagi berbasa-basi. Aku selalu berusaha membaca pikiran orang, sering menarik kesimpulan tanpa menyanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin karena kebiasaan ini sampai sekarang aku belum memiliki teman dekat di kuliah.

”Hem,” mas Danu meletakkan gelas kosong ke meja kecil yang berada di samping kami. ”Ingat nggak sama pak Rohmad yang sering jadi langganan kita dulu?”
Pak Rohmad?. Bingung. Aku menggeleng.
”Tukang es puter yang sering lewat di depan rumah dulu,” mas Danu tersenyum.
Dahiku mengkerut, lalu tiba-tiba bayangan kabur itu tiba-tiba terlihat sedikit jelas. ”Oh...ya... ingat...”
”Untung ada beliau, jadi kita bisa ngerasain es krim sekarang,” mas Danu tersenyum.
Ah ya, benar juga. Kami berdua sama-sama alergi protein susu. Kami hampir tidak pernah memakan makanan olahan dari susu sapi, termasuk eskrim yang sering jadi primadona di kalangan anak kecil. Konsumsi kami berdua hanya sebatas es lilin dari sirup yang dibuatkan ibu untuk kami berdua. Dan es puter pak Rohmad merubah segalanya, termasuk kedekatan kami. Dulu setiap kali pak Rohmad lewat dan mas ada di rumah, pasti mas membeli dua. Satu untuknya sendiri, satunya lagi untukku. Sambil makan es puter, kami bermain kelereng atau kartu dan selalu aku yang keluar menjadi pemenang –lebih tepatnya di set menjadi pemenang. Seringkali kami juga bercerita tentang hal-hal aneh walaupun tetap saja aku belum mengerti semuanya. Kami menjadi sangat dekat, sampai suatu saat bapak dan ibu bercerai dan kami harus ikut berpisah. Lebih sedihnya lagi, pak Rohmad sudah tidak lagi berjualan. Semuanya menjadi sangat renggang, seperti tidak pernah terikat satu sama lain saja. Dan mungkin langkah yang diambil mas Danu sekarang adalah salah satu upaya untuk membangun hubungan yang baik antara adik dan kakak.

”Em.. mas...” setelah beberapa menit yang berlalu tanpa percakapan, aku memberanikan diri untuk memulai percakapan dengan sebuah pertanyaan.
”Ya?” mas Danu yang sedari tadi menatap kosong ke arah jendela mengalihkan pandangannya ke arahku.
”Mau tanya sesuatu,” kataku lagi, sedikit ragu.
”Hem?” mas Danu lalu membenarkan posisi duduknya menjadi lebih formal.
”Kalau misalnya ngga ada training di sini, apa mas tetap mau pulang ke ibuk? Maksudnya, kan tahu sendiri akses mas ke ibu dibatasi sama bapak,” aku berbicara sambil terbata. Kulihat gerak mas Danu menjadi sedikit canggung. Dia terdiam cukup lama.
”Kenapa nanya itu?” mas Danu balik bertanya.
”Sebelas tahun, dan kabar yang diberikan itu ngga sebanding sama kekhawatiran ibuk,” jawabku dengan nada datar, seolah aku tidak mau terbawa emosi.
”Haah...,” mas Danu menghela nafas panjang, lalu terdiam sebentar. ”...kalau ngga ada training, pastinya akan pulang. Tapi ngga tau kapan. Menunggu saat yang tepat. Dan mungkin sekarang adalah saat yang tepat,” mas Danu tersenyum. Ada jutaan makna tersirat yang bisa kulihat dari caranya menggerakkan bola mata, dari senyumnya, dari gerak tubuhnya. Mungkin aku tahu.
”Mungkin nanti kita beli es puter lagi, dan cerita-cerita lagi,” mas Danu angkat bicara lagi. ”...terus main kartu lagi, tapi kali ini ga ada lagi alasan buat yang lebih muda menang,” lalu dia tersenyum.
”Oke,” dan aku ikut tersenyum, sedikit lega.

Minggu, 01 Maret 2015

01.00

Minggu, 01 Maret 2015
Halo, selamat pagi :)

Ini bukan pertamakalinya saya memutuskan untuk tetap terjaga di malam sampai pagi hari, ditemani dengan segelas minuman hangat dan semangkuk mi instan dengan telur, serta diiringi lagu dengan tempo lambat.

Banyak yang dipikirkan, adalah alasan terbesar saya kenapa susah tidur akhir-akhir ini. banyak? Sebenarnya sih enggak juga. Hanya saja, saya terlalu membesar-besarkannya, berpikir seolah tidak ada hal yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Yah sepele sih. Harusnya tinggal bergerak saja. Selesaikan, maka selesai. Kalau tak mencoba, kita tak akan tahu bagaimana kedepannya kan?

Ya tapi, saya terlalu takut. Sudah lama ini saya tak lebih dari seorang pengecut. Saya tahu saya salah, saya tahu saya harusnya tidak begini.

Tapi hanya tahu saja ternyata memang tak cukup. Mengerti saja tak cukup. Harusnya saya juga tahu, maksud saya bertindak, bagaimana cara untuk menyelesaikannya.

Saya tahu, tapi saya tidak mengambil tindakan tersebut .

Iya, saya hanya berpikir, berpikir, dan berpikir. Yang semakin dipikir, berpikir itu tak ada gunanya. Sama sekali. Hanya buang waktu. Yang penting itu tindakan yang nyata

Aish, tapi tindakan tanpa berpikir juga salah besar.

Jadi, berpikirsecukupnya, dan bertindaklah senyatanya.

Begitu.

Iya.


Bismillah. Bismillah. 

Bandung, 1 Maret 2015 01.00 WIB

Sabtu, 28 Februari 2015

Crocheted Slipper (untuk ukuran kaki 37-39)

Sabtu, 28 Februari 2015
Yap, setelah kemarin saya share pattern tempat pensil, kali ini saya mau share pattern crocheted slipper alias alas kaki yang mirip sepatu tapi engga pake sol. Kayak kaos kaki sih tapi pendek. Okee, silakan simak pattern dibawah ini ^^. Btw, kalo yang bingung sama yang tertulis, ada versi tergambar (hancur) nya kok dibawah, tapi cuma buat alas dan penutupnya doang, karena cuma pake excel haha. hokeee, selamat berkarya :”””D/

Crocheted Slipper
(ukuran kaki 37-39)

[alas]
baris 1: 14 ch (14)
baris 2: 2 ch sebagai awal, dc di setiap ch (14)
baris 3: 2 ch sebagai awal, 2 dc di lubang pertama, dc di 12 lubang, 2 dc di lubang terakhir (16)
baris 4: 2 ch sebagai awal, 2 dc di lubang pertama, dc di 14 lubang, 2 dc di lubang terakhir (18)
baris 5: 2 ch sebagai awal, 2 dc di lubang pertama, dc di 16 lubang, 2 dc di lubang terakhir (20)
baris 6-22: 2 ch sebagai awal, dc di setiap lubang (20)
baris 23: 2 ch sebagai awal, dc2tog di lubang ke-1 dan 2, dc di 16 lubang, dc2tog di lubang ke-19 dan 20 (18)
baris 24: 2 ch sebagai awal, dc2tog di lubang ke-1 dan 2, dc di 14 lubang, dc2tog di lubang ke-17 dan 18 (16)

[sisi sepatu]
- sc setiap lubang di pinggir alas. untuk dc, beri 2 sc, fasten off.
- mulai tusukan dari bagian belakang tengah (yang memiliki 16 tusukan, bukan 14. berarti mulai di tusukan ke 8 atau 9). Tusukan dilakukan di lubang bagian dalam

baris 1-4: 2 ch sebagai awal, dc di setiap lubang, slst.

[penutup]
baris 1: 14 ch (14)
baris 2: 2ch sebagai awal, dc di setiap ch (14)
baris 3: 2 ch sebagai awal, 2 dc di lubang pertama, dc di 12 lubang, 2 dc di lubang terakhir (16)
baris 4: 2 ch sebagai awal, 2 dc di lubang pertama, dc di 14 lubang, 2 dc di lubang terakhir (18)
baris 5: 2 ch sebagai awal, 2 dc di lubang pertama, dc di 16 lubang, 2 dc di lubang terakhir (20)
baris 6-14: 2 ch sebagai awal, dc di setiap lubang (20)
-sc di sisi penutup.

[finishing]
- satukan bagian alas sisi sepatu dengan penutup dengan menggunakan tusuk selip. untuk mempermudah pengerjaan dan agar lebih rapi, sematkan jarum pentul saat menyatukan keduanya.
- pada bagian lubang kaki, sc di tiap tusukan.
- potong benang karet seukuran lubang kaki kita, lalu ikat. setelah itu, pasang di sepatu dengan menggunakan sc.

[teddy bear]
wajah:
- buat lingkaran fleksibel
baris 1: 2 ch sebagai hdc, 11 hdc, tarik, slst (12)
baris 2: 2 ch sebagai awal, hdc di setiap lubang (24)
baris 3: 2 ch sebagai awal, 1 hdc di lubang pertama, 2 hdc di lubang berikutnya. ulangi pola 11x lagi (36)
baris 4: tusuk selip di setiap lubang (36)

telinga (buat dua):
- buat lingkaran fleksibel
baris 1: 1 ch sebagai sc, 5 sc, tarik tanpa slst (6)
baris 2: 1 ch sebagai awal, 1 sc di lubang pertama, 2 sc di 4 lubang berikutnya, 1 sc di lubang ke-6 (10)
baris 3: 1 ch sebagai awal, [1 sc di lubang pertama, 2 sc di lubang berikutnya], ulangi pola 4x lagi (15), fasten off.

- tempel daun telinga ke kepala teddy bear dengan menggunakan tusuk selip atau dijahit.
- untuk mulut dan hidung, gunakan kain flanel berwarna putih dan hitam.
- tempel mata-mata ke wajah
- tempel teddy bear ke sepatu dengan cara dijahit


Ini kalau yang kurang jelas dengan pattern tertulis, saya bagi di gambar tapi bikinnya pake excel jadinya agak engga jelas gini dan engga bisa bikin yang pake magic ring. Semoga jelas yaaaa. *Dan ini simbolnya juga ngaco (/”-_-)/ biarkan hoho. 


pattern alas
pattern tutup


Minggu, 22 Februari 2015

Blue Teddy Bear Pencil Case Crochet Pattern

Minggu, 22 Februari 2015
saya kan pernah post karya dengan tema beruang kan ya? mulai post ini, saya bagiin deh patternnya karena saya anak baik mwehehe. oh iya, pattern yang saya share ini bikinan saya sendiri jadi emang agak engga jelas gitu maklum ga bisa jelas kalo nerangin lewat kata-kata :"D.

yap, di post kali ini saya mau share pattern tempat pensil yang semi amigurumi beruang. warna bitu. nah, sebenarnyabisa bikin dari atas ke bawah, tapi saya emang tipe orang yang seneng crochet dari bawah ke atas :""D. lagipula ini yang bagian bawah kan pake lingkarannya double crochet, kalo dari atas, ntar susah pas fasten off nya. jadilah saya memilih untuk mengerjakan dari bawah dulu ke atas.

oke, begitu saya pengantar post kali ini.  selamat mencoba, selamat berkarya ^ ^

tempat pensil nyaah :D


bahan : benang katun lokal
alat  : hook no.4

[ALAS]
[benang biru tua]
-buat lingkaran fleksibel
baris 1: 3 ch (sebagai 1 dc), 15 dc, tarik, slst (16)
baris 2: 2 dc di setiap lubang (32), slst
baris 3: [1dc, 2 dc di lubang berikutnya] ulangi 15x lagi (48), slst
baris 4: balik arah pengerjaan, slst di setiap lubang (48)
baris 5: balik lagi arah pengerjaan, dc di setiap lubang (48), slst
baris 6: ulangi langkah 6
baris 7: dc 45x (45) (ada tiga lubang yang tidak terisi)

[BADAN]
*melakukan pengerjaan hanya pada tusukan yang ada
[ganti warna biru muda]
baris 8: sc di setiap lubang (45)
baris 9: dc di setiap lubang (45)
baris 10: sc di setiap lubang (45)
baris 11: dc di setiap lubang (45)

[ganti warna putih]
baris 12-14: ulangi langkah 9-11

[ganti warna biru tua]
baris 14-16: ulangi langkah 9-11

[ganti warna biru muda]
baris 16-18: ulangi langkah 9-11

[ganti warna putih]
baris 19: slst 45x, ch 3x, slst (48)
baris 20: dc di setiap lubang (48)
baris 21: slst di setiap lubang (48)
baris 22: sc2tog 24x (24)
baris 23: 1 sc di setiap lubang (24)
baris 24: [1 sc, sc2tog di lubang ke-2 dan 3], ulangi pola 5x lagi (18)
baris 25: 1 sc di setiap lubang (18)

[KEPALA]
[ganti warna biru tua]
baris 26: balik arah pengerjaan, sc di setiap lubang (18)
baris 27: [1 sc, 1 sc, 2 sc di lubang ke-3], ulangi pola 5x lagi (24)
baris 28: [1 sc, 1 sc, 1 sc, 2 sc di lubang ke-4], ulangi pola 5x lagi (30)
baris 29: [1 sc, 1 sc, 1 sc, 1 sc, 2 sc di lubang ke-5], ulangi pola 5x lagi (36)
baris 30: [1 sc, 1 sc, 1 sc, 1 sc, 1 sc, 2 sc di lubang ke-6], ulangi pola 5x lagi (42)
baris 31: [1 sc, 1 sc, 1 sc, 1 sc, 1 sc, 1 sc, 2 sc di lubang ke-7], ulangi pola 5x lagi (48)
baris 32-36: 1 sc di setiap lubang (48)
baris 37: [1 sc, 1 sc, 1 sc, 1 sc, 1 sc, 1 sc, sc2tog di lubang ke-7 dan 8], ulangi pola 5x lagi (42)
baris 38: [1 sc, 1 sc, 1 sc, 1 sc, 1 sc, sc2tog di lubang ke-6 dan 7], ulangi pola 5x lagi (36)
baris 39: [1 sc, 1 sc, 1 sc, 1 sc, sc2tog di lubang ke-5 dan 6], ulangi pola 5x  lagi (30)
baris 40: [1 sc, 1 sc, 1 sc, sc2tog di lubang ke-4 dan 5], ulangi pola 5x lagi (24)
baris 41: [1 sc, 1 sc, sc2tog di lubang ke-3 dan 4], ulangi pola 5x lagi (18)
baris 42: [1 sc, sc2tog di lubang ke-3 dan 4], ulangi pola 5x lagi (12)
baris 43: sc2tog di lubang ke-2 dan 3], ulangi pola 5x lagi (6)
baris 44: sc6tog, fo.

[telinga] *buat dua
-buat lingkaran fleksibel
baris 1: 1 ch sebagai sc, 5 sc, tarik (6) (tanpa slst)
baris 2: 2 sc di setiap lubang (12)
baris 3: 1 sc, 2 sc di lubang berikutnya, ulangi pola 5x lagi (18)
-sisakan tali cukup panjang untuk menempelkan telinga ke bagian kepala

[mulut]
-buat lingkaran fleksibel
baris 1: 1 ch sebagai sc, 7 sc, tarik, slst (8)
baris 2: 2 sc di setiap lubang (16)
baris 3: 1 sc, 2 sc di lubang ke-2, ulangi pola 7x lagi (24)
baris 4: 1 sc, 1 sc, 2 sc di lubang ke-3, ulangi pola 7x lagi (32)
baris 5: slst di setiap lubang (32)
-beri hidung dengan menempelkan flanel hitam dan mulut dengan dijahit menggunakan benang hitam

[tangan] *buat dua
[warna putih]
-buat lingkaran fleksibel
baris 1: 1 ch (sebagai 1 sc), 5sc, tarik, slst
baris 2: 2 sc di setiap sc magic ring  (12)
baris 3: 1 sc di lubang pertama, 2 sc di lubang kedua, ulangi pola 5x lagi (18)
baris 4-5: 1 sc di setiap lubang (18)

[ganti warna biru tua]
baris 6-7: 1 sc di setiap lubang (18)
baris 8: 1 sc di lubang pertama, sc2tog. Ulangi pola 5x lagi(12)
baris 9-23: 1 sc di setiap lubang (12)
-isi dengan dakron
-sisakan benang cukup panjang untuk ditempel di tempat pensil

[kaki] *buat dua
[warna putih]
buat lingkaran fleksibel
baris 1: 1 ch (sebagai 1 sc), 5sc, tarik, slst
baris 2: 2 sc di setiap sc magic ring  (12)
baris 3: 1 sc, 2 sc di lubang kedua, ulangi pola 5x lagi (18)
baris 4: 1 sc, 1 sc, 2 sc di lubang ke-3, ulangi pola 5x lagi (24)
baris 5: 1 sc, 1 sc, 1 sc, 2 sc di lubang ke-4, ulangi pola 5x lagi (30)
[ganti warna biru]
baris 6: 1 sc di setiap lubang (30)
baris 7: sc2tog 6x berurutan, sc 18x (24)
baris 8: sc2tog 3x berurutan, sc 18x (21)
baris 9-14: sc di setiap lubang (21)
-isi dengan dakron
-sisakan benang cukup panjang untuk menempel ke badan tempat pensil

[finishing]
-beri isi dakron di bagian kepala
-agar dakron tetap berada di kepala, jahit bagian dalam tempat pensil yang berlubang dengan menambahkan kain di dalamnya.
-tempel mulut, telinga, tangan dan kaki dengan dijahit atau dengan tusuk selip
-jahit resleting dengan warna senada pada lubang tempat pensil.



*tips:
1. pada bagian badan, untuk mengawali baris yang terdiri dari dc, awali dengan 3 ch
2. untuk mengawali baris yang terdiri dari sc, awali dengan 2 ch

Jumat, 20 Februari 2015

Untuk mu yang ada di masa depan

Jumat, 20 Februari 2015

Ada satu ‘pertanyaan’ yang sedang hits di ask.fm (walau ga punya akun nya, saya agak sering ngepo orang-orang lewat ask.fm :0 ) yang sebenarnya hanya satu kalimat yang tak utuh, memaksa kalian untuk melanjutkan kalimat tersebut. Kalimat tak selesai itu berbunyi “dear future husband/wife.....”. Haha, jadi kepikiran. Jauh sebelum trend itu ada, saya sudah sering menulis hal seperti itu di buku diary, dan beberapa saya tulis di selembar kertas dan dimasukkan ke amplop. Oke, saya akui ini emang agak memalukan sih. Ngebaca ulang pun bikin saya malu setengah mati. Ya, bayangin aja surat cinta yang ditulis sama anak alay. Nyahaha, bedanya, si anak alay satu ini ga tau buat siapa surat cintanya itu ditulis. Entah kenapa saya bisa kuat nulis begituan dulu hahaha.

Sebetulnya lucu juga sih kalau rutin menulis surat untuk yang ada di masa depan. mungkin emang agak sama seperti nulis diary sendiri. Bedanya kalau ini, jatuhnya akan seperti bercerita. Dan mungkin saya akan mencobanya lagi.
Atau tidak.

Ah dasar moody -___-.

Halo yang ada di masa depan, apa kabar? Baik? Semoga ya :)


Minggu, 15 Februari 2015

Doormat Crocheted Pattern (dari benang 3R)

Minggu, 15 Februari 2015


Dulu saya pernah posting tentang reusing t-shirt untuk ‘benang’ rajut. Nah, dulu juga saya bereksperimen bikin keset alias doormat tapi ternyata satu tshirt itu engga cukup buat bikin keset haha :””D. Alhasil dari bikin 3R benang itu engga saya apa-apain dulu.
Dan kemudian kemarin, saya ngebawa dua gulung benang wol alrcylic dari rumah yang engga dipake lagi. Dari pada nganggur, akhirnya saya bikin sesuatu aja dari benang tersebut, dipadukan dengan ‘benang’ tshirt yang dulu. Dan taraaaa akhirnya berhasil bikin keset juga
:””D




Keset ini diameternya 40 cm. Ada yang mau pattern nya? Yak disini saya akan berbagi pattern keset kecil ini hoho. Selamat mencoba ^^

DOORMAT CROCHET PATTERN
bahan:
- satu gulung benang 3R dari satu kaos
- benang wol arcylic. Disini benang wol dirangkap 4. Jadi, empat gulung sekaligus dijadikan satu.
- hook tulip gold ukuran 10

Tusuk diperlukan:
- ch : chain
- sc : single crochet
- dc: double crochet
- slst: tusuk selip

Keterangan:
- walau dibawah ada jumlah tusukan dengan wol>benang 3R setelahnya, tapi karena diameter benang 3R > benang wol arcylic maka tidak akan bergelombang
- tiap lingkar saya sebut baris


--PATTERN--
- buat magic ring
[benang 3R]
Baris 1: 1 ch (sebagai sc), 6 sc, slst (7)
Baris 2: 2 ch (sebagai dc), 1 ch; [dc di lubang berikutnya, lalu 1 ch] 6x, slst (14)
Baris 3: [3 dc di sepanjang 2 ch (masuk ke lubang antara dc)*, 1 ch] 7x, slst (28)
*atau tusuk kerang
[benang wol arcylic]
Baris 4: ch di setiap lubang, slst ( 28)
[benang 3R]
*mulai dari jeda antar tusuk kerang* (1 ch)
Baris 5: [2 dc di 1 ch, 2ch, 1 dc di 1 lubang berikutnya (di tengah tusuk kerang)] 7x, slst (49)
[benang wol arcylic]
*mulai dari bagian atas 2 dc, bukan 1 dc*
Baris 6: [1 dc di 2 lubang pertama, 2 dc di lima lubang berikutnya] 7x , slst (84)
[benang 3R]
*mulai sejajar dengan tusukan dc baris 5*
Baris 7: [dc (untuk awalan, ganti dengan 2 ch), 4 ch (lompati 6 ch untuk dc selanjutnya)] 14x , slst (70)
 [benang wol arcylic]
*mulai dari atas tusukan ch, bukan dc*
Baris 8: [2 dc di setiap lubang di 4 ch, 1 ch di atas tusukan dc (sebagai jeda)] 14x, slst (126)
[benang 3R]
*mulai dari sejajar dengan tusukan dc di baris 7; atau artinya mulai dari jeda 1 ch di baris 8*
Baris 9: [dc (untuk awalan, ganti dengan 2 ch) di bagian jeda, 5 ch] 14x, slst (84)
[benang wol arcylic]
*mulai dari atas tusukan ch, bukan dc*
Baris 10: [2 dc di setiap lubang di 5 ch, 1 ch di atas tusukan dc] 14x, slst (154)
Baris 11: 1 sc di setiap lubang, slst, fasten off (154)



Yap sekian yang bisa saya bagi. Selamat mencoba ^^ maaf patten nya berantakan heu heu 

Sabtu, 14 Februari 2015

Colour by Number – Monkey Majik Review

Sabtu, 14 Februari 2015

Di bulan februari ini, Monkey Majik menelurkan album baru. Produktif banget kan ya? Inget tahun lalu baru ngeluarin album DNA, sekarang hadir lagi album baru dengan judul Colour by Number.  Dan lagi-lagi, saya ndengerin dengan cara ilegal alias download di internet T^T. Rasanya itu loooh, lega bisa dengerin tapi rasa bersalahnya pun tinggi banget T^T. Baiklah, abaikan. Jangan ditiru ya teman-teman T^T.
cover album baru nya. source: hikarinoakariost.info

Album ini terdiri dari 11 track, dengan 2 track yang sebelumnya sudah diterbitkan dalam wujud single. Jadi, 9 lagunya itu lagu baru. List track nya sebagai berikut:
1.  Beautiful
2. Frozen (japanese version)
3. Crazy
4. Phone Call
5. Puzzle
6. Calling Heaven
7. Rise
8. Miracle
9. You Are Not Alone
10. Natsu no Jouji
11. Walk with Me

Yap, seperti album sebelumnya, judul lagu masih didominasi dengan bahasa inggris. Hanya ada satu lagu dengan bahasa jepang, yaitu Natsu no Jouji yang merupakan single yang diluncurkan akhir tahun 2014 silam. Di album ini, lagi-lagi Monkey Majik memberi warna yang lebih bervariasi. Mungkin karena itu ya, nama albumnya Colour by Number  haha.

Track pertama di buka dengan lagu ‘beautiful’, yang emang beautiful >_<, yang terus jadi salah satu track favorit saya di sini. Track ke dua judulnya frozen, yang ada tulisan ‘japanese version’ nya. Lah, emang ada versi yang lain? (beneran engga tau). Saya kira malah sebelum dengerin, itu ost nya frozen alias let it go :””D ternyata bukan haha. Intro nya entah kenapa membuat saya keinget sama salah satu lagunya Coldplay. Lagu ini juga asik >_<. ♪ Cause i am frozen, frozen tonight~~♪.

Track nomer tiga berjudul Crazy, dengan awalan yang mengingatkan saya sama lagu little things. Lagu yang ini easy listening, enak buat didengerin pagi-pagi sambil minum teh. Dilanjutkan dengan nomer 4 berjudul Phone Call. Lagu ini entah kenapa seperti ngebawa terjun ke kenangan masa lalu (halah). Di reff nya ngebawa rasa tahun ‘90an.

Track ke-5 berjudul puzzle, dinyanyikan sama om blaise. Lagu ini juga enak banget didengerin. Kalau di track ke-1 sampe ke-3 musiknya ceria banget, yang ke 4, 5 udah mulai ada nuansa galaunya. Dan track no.6, calling heaven pun masih menggalau. Atau engga tau, belum ngartiin liriknya ahaha :hammer. Untuk track no.7, rise, seperti mendengarkan beberapa lagu momaji yang dulu-dulu.

Track no.8, Miracle, kayaknya yang memegang lagu tergalau di album ini. melodi nya kayak di album Time. Selanjutnya, you are not alone, liriknya ngena banget. Iya, udah tau soalnya lagu ‘lama’ -_- ahaha. Yang natsu no jouji juga masih enak didengerin di sini setelah hati teriris mendengarkan you are not alone (apasih -__-)

Daaan lagu terakhir di album iniii adalah walk with me, yang jadi favorit saya di album iniii. Tepat banget naruh di belakang, bikin pengen muter sealbum lagi -___- hahaha. Ini lagu easy listening banget. Bisa senyum-senyum kalo ndengerin ini :D/

Mungkin album ini ada ceritanya ya, dari awal seneng-seneng ceria banget, terus ada galau, dan akhirnya happy ending dengan lagu terakhirnya */ngaco/abaikan. Yap, begitulah review asal-asalan saya tentang album Colour by Number nya Monkey Majik ini. selamat menyimaaak >_</

Recomended songs* (menurut ane): beautiful, walk with me, puzzle.

*tapi semua enak didengerin kok, tapi yang nyantol pertama di telinga dan hati ya tiga lagu diatas itu <3 nbsp="" o:p="">
アイサ の ノート © 2014