Kamis, 18 Agustus 2011

Melancholy

Kamis, 18 Agustus 2011

Pas diklat divisi PROKM caplok (calon taplok) ada satu hari dimana dilakukan tes kepribadian. Tes kepribadian ini digunakan untuk perjodohan kala kami jadi taplok nanti. Tes kepribadian yang dipakai sama seperti tes saat INKM 2010 dulu pas di GKU Timur. Kami para caplok diharuskan menjawab 40 soal selama 15 menit. Setiap soal ada empat pilihan, kami harus memilih salah satu dan wajib diisi. Ga boleh nyontek, hehe.

Oke, bisa ditebak sebelumnya. Saya adalah orang dengan tipe kepribadian Melankolis-Plegmatis. Angka melankolisnya 19, plegmatis 11, sanguinis 7, coleris 3. dari dulu urutannya emang gituuuu aja.

Pas dilihat di kelompok, hampir semua anak tipenya sanguinis, terus coleris, melankolis cuma saya, Cella, sama Aliyyus (panji sejati yang akhirnya jadi bahan olokan~ panji kok melankolis, hehe). Yang plegmatis, si Yanti berjaya.
”Rahma melankolis?” #agak ga percaya.
Saya mengangguk. Oke, menurut tampilan di depan teman saya, saya memang kelihatan seperti orang sanguinis, padahal salah, hehe.

Mungkin bisa dikatakan, saya melankolis dalam pikiran, sanguinis dalam tampilan, plegmatis dalam tindakan, serta coleris nyelip-nyelip *maksa. Jujur, saya emang orangnya sebenarnya sensitif banget, tapi berusaha untuk ga nunjukin ke siapapun. Ntar kalo uda di kamar sendirian, pasti garuk-garuk tembok, ngrobek kertas, banting leptop dan bakar ban #ga segitunya kalee, lebeeh~
Iya sih, kebanyakan anak Solo kan melankolis, dan lembut... kyahhaaaaa (tapi saya ngga kaya putri solo yang super ramah beretika baik dan cantik serta lembut, saya bertolak belakang. Ingat, saya bertampilan sanguinis)

Heeeiii sebenarnya dalam postingan ini akan dibahas apaaa??

Okeh, di postingan sebelum-sebelumnya saya kan juga sudah ngungkit-ungkit tipe kepribadian karena itu masuk materi diklat divisi PROKM juga. Gini nih, perlu banget ternyata mengetahui teman secara dalem baik tampilan luar maupun cara berfikir mereka. Coba deh baca postingan saya yang ini, apa semua orang merasa bahagia? Nah, disitu, sebenarnya banyak disguiser-disguiser (ada ga sih kosa kata ini? Maksudnya penyamar, haha, maksa lagi) yang berkeliaran di sekitar kita. Banyak lo sebenarnya dari mereka yang menaruh harapan pada orang lain agar dimengerti dalam situasi apapun. Belum tentu orang yang berkata ”ngga papa” itu biasa aja, yang bilang ”Aku bahagia” itu seneng-seneng aja, yang bilang ”aku benci kamu” mungkin saja dia ingin mengatakan yang lain...

Haduh~ jadi ngelantur -__-

Yasudah lah, saya akhiri saja postingan saya kali ini. Yang penting kalian nangkep kan esensinya?? Sip sip...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014