Sabtu, 04 Mei 2013

Call me, maybe?

Sabtu, 04 Mei 2013





Call someone you love today
It might just make their day

-Jayesslee






“Assalaamu’alaikum maaaa~~~,” suatu hari telefon genggam saya berdering ringan. Sesorang menghubungi saya. Nadiyatur.
“Wa’alaikumussalam, ada apa nad? Ada perlu apa?” dan saya sedikit bingung. Ada apa gerangan anak satu ini menelfon malam-malam?
“Ngga ada apa-apa, cuma pengen nelfon. Kangen,”

Rasanya ingin tertawa. Terdengar sedikit aneh, baru tadi pagi juga ketemu di kampus, sekarang malam hari dia nelfon trus nyatain kalo kangen. Di saluran tersebut Nadiyatur menanyakan hal-hal yang biasa. Sedang apa? Ga tidur jam segini? Ayo kasih suatu topik, pokoknya harus ngobrol… dan berbagai pembahasan yang sebenarnya kosong banget haha. Tapi surely itu bikin saya seneng.

“Lah emang ga boleh kalo nelfon tanpa alasan?”

Boleh boleh, tapi terkesan random -_- haha.

Dan baru kemarin malam saya melakukan itu. Sebenarnya saya tidak bermaksud untuk menelfon teman saya satu ini. Yang saya sadari ketika saya membuka tas, ternyata handphone saya menyala dan terhubung pada suatu nomor. Itu nomor teman SMP saya.

”Assalaamu’alaikum!!!!” saya bersemangat sekali ketika terhubung dengan saluran itu. Perasaan bahagia membuncah *halah. Tumben banget dia nelfon. Apa anak ini kena syndorom random yang sedang epidemi di Bandung ini? Entahlah.
”Wa’alaikumussalam...,” suara di seberang menjawab salam, lalu disusul dengan sedikit jeritan ”...maaaaa~~~~ aku pengen nangiiiiisss~~~,”

Saya pikir dia bercanda, tapi kemudian beberapa saat kemudian saya mendengar suara di seberang benar-benar terdengar sedang menangis. Yang satu ini, dia hampir tidak pernah menangis. Bahkan dulu saya sama Afif pernah mencoba membuat dia menangis tetapi selalu gagal :””D

”Semangat, semangat, Thin. Lagi banyak masalah, tho?” iya, namanya Fathin (bukan X-Factor sekarang itu -_-), teman SMP dulu yang punya kesamaan minat. Sering banget kami membicarakan sesuatu yang out of the box. Kami menyukai hal-hal baru, menyukai sesuatu yang kadang tidak terpikirkan orang lain. Ya, kami berbeda.

“Kangeeeen~~,”
“Aku juga kangeeeen. Kapan liburan? Kapan ketemu?”

Saya terhubung dengannya selama kurang lebih limabelas menit. Tujuh setengah menit pertama terpencet jadi terputus, lalu Fathin menelfon balik.

“Hei, suaramu terlihat berbeda,”
“Suaramu juga,”

Ya, kami sudah tidak bertemu selama lebih dari empat tahun.

Aaaaaa miss you guys T^T

Kangen sekali rasanya nyampah bareng, curhat-curhat bareng, ngecengin orang bareng#eh

“Hei, masih suka ngeceng?”

Ya engga lah, sekarang udah insyaf :””)

”Kau tahu? Di sini ga ada yang sepemikiran,” ya, saya tahu. Dia sering menulis di FB kalau karakteristik orang di sana itu ga ada yang sama dengan pas SMP dulu. ”Aku sendirian di sini,”
”Bukannya temanmu banyak?”
”Iya, teman banyak, tapi ga ada sahabat,”

Yasudah, nikmati saja :). Pada tahap seperti ini kegalauan dan perbedaan prinsip memang menjadi problem besar bagi kaum muda kok Thin :) saya juga mengalaminya, tetapi alhamdulillah sekarang sudah sedikit stabil haha.

Jadi teringat akan mimpi-mimpi kita dulu, membuat cerita bareng, dan melakukan suatu hal bareng hoho. Impian terbesar saat ini adalah membuat novel bersama, kolaborasi. Si Fathin udah start dari awal ikut lomba cerpen, trus ada total empat buku kolaborasi yang sudah dan akan terbit. Ane sendiri ikut lomba nulis cerpen ga pernah menang -_- haha #plaak.

Fathin dan empat yang lain, dengan saya berarti berenam, kami satu hati (apaan sih ini ngelantur -_-). Sekarang kami berpisah, kadang sulit dihubungi, dan ga tahu bagaimana keadaan kalian sekarang secara pasti.

Hei, mulai merajut mimpi lagi, yuk? Ukhuwah itu harus dijaga, saling memperbaiki diri~~ *saya ikut random.

Baiklah, percakapan terhenti karena saya sedang ada acara mabit di Salman. Dan ketika menutup henpon, iseng liat pulsa.

Eh, loh, kok masih tigaratus perak?

Lah, bukannya tadi masih skala ribuan? Sisa dari transfer pulsa ayah tadi pagi mana? *eh

Jadi tadi telpon itu sebenarnya aku yang telpon, bukan Fathin?

Ha?

-_-

Yasudahlah, berarti memang Allah memerintahkan prajuritnya untuk menggerakkan henpon saya untuk kepencet di dalam tas, lalu menelfon si Fathin ini. Padahal tahu ga sih, di phonebook saya, nomornya pake inisial P (buat SMP), jadi ini kebetulan yang luar biasa sekali bisa tepat menelfon ke dirimu ini.

Mungkin kau berdoa, mengirimkan sinyal-sinyal kerinduan (-_-) kepadaku sehingga aku digerakkan untuk menghubungimu :3

Ya, tujuh menit saya yang nelpon, terus dirimu yang menelpon saya tujuh menit kemudian.

Hei, kemarin itu indah sekali >_<”

Pengen cepet liburan, pengen cepet ketemu :””””””””””””””)

Miss you~~

PS: hei, mungkin harus ditelpon rutin tiap bulan siapa-siapa yang jarang kontak. Make their day bro! seneng banget lho tiba-tiba di telfon walau dengan topik yang ga penting. Sekedar say hi atau nanya kabar :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014