Selasa, 27 Agustus 2013

Analogi benang kusut

Selasa, 27 Agustus 2013

“Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi,” berkali-kali aku mengerjapkan mata. Sudah muak dengan segalanya, sudah lelah dan aku ingin berhenti sejenak dari semua ini.
“Diam saja, memang tidak ada yang harus dilakukan. Yang kau perlukan sekarang hanyalah menenangkan diri,” satu sisi dari diriku berbicara. Entah itu sisi yang mana.
”Oh ya? Apa dengan diam segalanya akan selesai?”

”Mungkin iya, mungkin tidak. Sebenarnya kau bisa menjawab pertanyaan itu, kenapa harus bertanya kepadaku?”

”Aku tahu, diam tidak akan menyelesaikan segalanya, tetapi setidaknya akan membuat kita menemukan jalan keluar,” aku menjawab dengan terbata. Benar sekali.

”Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan. Masalahmu sekarang hanyalah seperti benang kusut. Ada dua pilihan, menyelesaikannya dengan kasar atau menyelesaikannya dengan halus,”

Aku tidak mengerti apa yang ia bicarakan.

”Apa yang akan kau lakukan saat merajut benang dan benangmu kusut. Kau tahu kan bahwa sebenarnya benangmu hanya kusut, bukan terkena apapun bukan terbakar dan termakan atau sebagainya? Kau punya dua pilihan: memotong benang kusut dan menyambungkannya dengan ujung benang yang tidak kusut, atau perlahan mengurainya dan menjadikannya tidak kusut lagi. pilih yang mana? Itu seperti masalahmu. dua cara itu sama-sama menyelesaikan, hasilnya juga sama terlihat berhasil. Tapi kau pilih yang mana? Bersabar menyelesaikan atau lalui masalahmu begitu saja dan mencoba lari?”


Ah ya, aku mulai mengerti jalan pikirnya. Ini seperti analogi benang kusut. Ya, analogi benang kusut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014