Sabtu, 15 September 2012

Do you remember?

Sabtu, 15 September 2012

Entah kenapa jadi teringat saat-saat itu. Kurang dari sebulan lagi usiaku sembilan belas. Itu waktu yang sudah aku lewatkan, pergi menjauh tak terlihat. Entah kenapa, setiap momen ini, selalu menggoreskan sedikit luka. Mungkin ini saja aku yang terlalu sensitif. 

”Uda dibeliin rotinya kok, ntar tinggal eksekusinya,” makhluk satu di sampingku berbisik dengan makhluk dua.
”Oh ya udah. Buat besok nih, gue ngga ngerti kosan dia dimana, mampus. Mau ngasi surprise, juga,” makhluk dua menimpali. Mereka sedang membicarakan sebuah surprise untuk teman yang ulang tahun hari ini dan besok. Kebetulan, ulang tahunnya deketan.
happy birthday :)
 A~~~hh~~~ jadi pengen dapat surprise party juga :””””””

Tapi kayaknya itu bukan hal yang penting.

”Itu penting sih, itu menunjukkan seberapa care temen lo sama diri lo,” salah satu sisi telingaku berbisik. Ah ya, apa pertemanan hanya sebatas surprise party?

Jadi ingat, entah kenapa aku selalu percaya teori ”apa yang kita dapat itu dari apa yang kita perbuat”. Aku menganggap bahwa yang kita dapat adalah hasil konkrit dari apa yang kita perbuat. Tapi itu tidak benar, hasilnya tidak selalu konkrit.

Sedikit bercerita, dari SMP aku selalu memiliki kebiasaan aneh, entah menghafal ukuran sepatu orang sekelas, ngafalin siapa saja yang sering ke perpustakaan, sampai akhirnya SMA, aku hafal tanggal lahir satu kelas, termasuk tahunnya. Kelasku super homogen. Karena hafal tanggal lahir, tiap kali ada yang ulang tahun, hampir selalu aku yang pertama bisik-bisik bahwa hari ini ada yang ulang tahun. Tapi entah mereka sudah tahu atau belum, karena ada teknologi yang bernama facebook.

Aku ngga punya facebook. Tapi kayaknya otakku punya reminder tersendiri. Dan kalo lagi punya pulsa, gue selametin tuh satu-satu yang ulang tahun.

Pas saya ulang tahun...

Ngga ada yang tau.

Miris?

Yah, kalau saya masih labil dulu, saya sudah dipastikan nangis, tertawa miris, bersikap layaknya ngga ada apa-apa.

”Salah sendiri ngga punya FB, kan orang taunya kamu ulang tahun dari situ,” pikiran itu tiba-tiba terlintas.
”Orang lain ngga sefreak kamu, ngapalin tanggal lahir orang satu-satu,” dan pikiran itu mengejekku, menusukku. Benar, benar.

Sampai di rumah setelah sekolah, HP ada beberapa SMS, dari teman SMP semua, teman baik. Di SMA ku ngga boleh bawa hp. Isi SMS itu...

Selamat ulang tahuuuunnn

A~~~~aaaa sepenggal kata itu tiba-tiba membuatku menangis bahagia. Teman SMP ku masih ingat, mereka selalu ingat, ngga pernah absen ngasi selamat pas ulang tahun. Rasanya ucapan dari mereka sudah cukup, menggantikan orang-orang yang setiap hari mondar-mandir di sekelilingku tapi ternyata tidak memperhatikanku. *pikiran labil.

Terimakasih temaaaaan aku mengingatnya, aku selalu mengingatnya, kalian baik, kalian tak tergantikan :”””””””””””””””””””””)

Dan sekarang, saya sudah make-up semua kegalauan dengan satu quote yang sering saya dengar, tapi baru saya rasakan sekarang:

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya

Pokoknya lakukan yang terbaik, terbaik, dan terbaik. Jangan pikirkan apa yang mereka lakukan untukmu, tapi pikirkan apa yang kau lakukan untuk mereka. Simple. Kita bisa bahagia dengan tidak berfikir macam-macam.

Tapi, hanya sekedar mengingat, itu tidak masalah, kan? :)

*Postingan ini khusus dibuat untuk teman seperjuangan SMP yang sekarang sudah terpisah tempat, tapi aku yakin, ’rasa’ kita masih bersatu :) miss you Fathin, Nanda, Maya, Afifah, Faridha :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mau bertukar pikiran?:D

アイサ の ノート © 2014