Pages

Tampilkan postingan dengan label our world. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label our world. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

Memoar

Sabtu, 16 Februari 2013

Ah ya, sepertinya baru saja kemarin saya memegang ijazah SMP, menanggalkan baju putih rok biru tua dan menggantinya dengan baju putih rok biru muda. Canda-tawa masa SMP, mengenakan sepeda untuk pergi dan pulang sekolah, menulis diary, bangku-bangku kayu…. Dan aku sadar, itu sudah sekitar lima tahun yang lalu.

Ya, akhirnya aku masuk ke SMA favorit, mengenakan seragam abu-abu, dengan titel kelas khusus, rasanya aku bisa mengirup udara masa depan yang cukup cerah. Rasa-rasanya keinginan menjadi dokter serta arkeolog itu masih melekat. Saat-saat galau memilih jurusan dan univeristas, juga masih ingat. Masa-masa yang menurutku super labil dimana harus mencari jati diri, dan mungkin bertanya-tanya, siapa aku sebenarnya??? Sekarang aku sadar lagi, itu sudah hampir tiga tahun yang lalu berakhir.

Yea, ITB! Saat melihat komputer, menangis karena diterima di ITB Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, lalu bergerak menuju Bandung, memakain jas almamater yang diinginkan oleh puluhan ribu orang dan hanya sekitar tiga ribu yang berhasil, arogansi serta kebanggaan ketika ditanya, ”kuliah dimana?” dan saya menjawab, ”ITB,”. Lalu ketika penjurusan, masuk ke jurusan yang diinginkan, Teknik Lingkungan, melewati PEKKA, menjadi mentor Ecoschool, menjadi panitia PEKKA, lalu sekarang....sibuk cari tempat untuk KP.

HEI!!! Aku ingat!! Tiba-tiba melihat kedepan. Hidup di kampus tinggal kurang dari tujuh belas bulan lagi. semester depan sudah tingkat empat, dan awal tahun depan sudah semester delapan dan sudah tenggelam bersama cinTA.

Ya, tiba-tiba aku merasa, pusaran waktu yang di belakangku berputar semakin kencang, mencoba menarik pikiranku kembali ke sana, kembali ke masa-masa tanpa beban, kembali ke masa saat masih muda, dan entah kenapa ada keinginan terbesit, aku ingin kembali lagi, kembali lagi, kembali lagi.

Mungkin ini alasan kenapa manusia banyak yang bereksperimen membuat mesin waktu.

Memoar masa lalu ini masih mengambang, tak bisa kugapai, hanya bisa kulihat. Tersenyum, menangis, dan sejuta rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata pun ikut mengambang disana. 

Senin, 12 November 2012

About ‘Kepo’

Senin, 12 November 2012

Yes, actually I wanna tell you about something. But, this ‘something’ cannot be described by me perfectly. But, I’ve tried it and…. Haha~~~ confused -_- I can’t continue write this phrase.
*sorry my English is bad :p

Aaaa~~~ saya selalu seperti ini setelah meng-kepo-i kehidupan orang. Dulu saya sering meng-kepo lewat tatapan dan mengikuti langsung si target. Tapi sekarang tidak dilakukan karena saya sadar, itu akan berbahaya. Sekarang saya lebih sering kepo lewat media online. Okay, mostly target saya adalah cowok.

Kepo itu menyenangkan. Saat kalian mengetahui sisi orang lain yang tidak diketahui banyak orang, kalian pasti seperti berada di atas galah yang bergoyang ke kanan dan ke kiri. Antara senang dan merasa bersalah. Saya sendiri bila mengetahui hal yang baru akan cenderung diam atau menanyakan langsung ke orangnya. Itu sudah sangat jarang saya lakukan.

Kepo itu menambah pengetahuan. Entah pengetahuan apa itu. Saya selalu kudet tentang gosip. Entah yang menyangkut teman satu jurusan ataupun satu kampus. Walau saya ngga suka ngegosip, tapi entah kenapa melihat (sambil mendengar) yang bergosip seperti mengerti apa yang mereka pikirkan.

Kepo itu membuat lebih ’peka’. Entah kenapa dari dulu saya selalu merasa apa yang mereka rasa menurut persepsi saya. Bingung? Saya selalu menganalisa apa yang orang pikirkan saat itu juga. Itu yang membuat saya gampang stress dan otak penuh sehingga pelajaran susah masuk -_-”. Oke, tapi tidak sepenuhnya benar. Tapi memang benar.

Hobi kepo saya berjalan sudah lebih dari enam tahun. Ya, enam tahun :””) . dulu namanya bukan kepo, tapi entah banyak orang yang mendeskripsikan itu sebagai secret admirer. Tapi saya sendiri ngga yakin dia ngga ngerti :D mungkin sih.

Ah jadi ingat cerita-cerita tentang kepo :)

Saya dulu kepo karena ngga ada keberanian buat bicara langsung baik ke dia nya atau ke teman dekat untuk nyomblangin *anak eSeMPe, maklum. Akhirnya dengan meminjam kekuatan bulan serta pegasus, saya berhasil kepo untuk pertamakalinya. Pas kelas satu eSeMPe. Ngepoin anak kelas tiga yang dekat sama teman saya. Huahaha. Ngikutin kemana pergi, nyatetin aktifitasnya pas istirahat ngapain aja, dan~~ ngeliatin ukuran sepatunya -_-”

Dan kepo saya ngga tanggung-tanggung. Saya paling takut jika ketahuan. Mulai kelas dua SMP, saya ngepo banyak orang agar bisa bikin alasan. Misalnya, hampir tahu ukuran sepatu satu kelas, hapal tulisan satu kelas, biar ngga ketahuan sama orang. Kalau cuma hapal satu orang doang kan mencurigakan :o haha alasan#plaaakk

Oke, itu berlanjut sampai SMA, ngafalin tanggal lahir, sampai plat nomor motor. Karena plat nomor tidak interesting, maka saya berhenti setelah ngapalin beberapa plat. Males.

Dan sekarang kuliah, karena ada teknologi bernama facebook, tumblr, search engine, blog, dan lain lain, saya makin sering kepo #dulujugaadateknologisepertiitu

Kepo itu ngganggu ga sih??

Ngga kok, asal kita tidak mengusik si pribadi. Ngepo ga papa, asal ga ketahuan #kyaa.

Tapi jangan berlebihan lah. Nanti dikira freak.

Haduh gaya bicara beda lagi. jadi bingung sama saya.

Eh btw..

Kira kira

Ada yang suka ngepoin saya ngga ya?

...

Krik krik

Sudah. Kita akhiri posting ini, xixixi. 

Kamis, 01 November 2012

Amanah atau Tumbal?

Kamis, 01 November 2012

Seringkali dalam sebuah organisasi akan dipilih satu orang yang ditugaskan untuk bertanggung jawab atas keberjalanan organisasi tersebut. Kita bisa menyebutnya sebagai PJ (penanggung jawab) atau koordinator. Apa kalian pernah merasakan ada di posisi ini?

Saya pernah beberapa kali.

Setiap saya menerima tugas berat ini, saya biasanya dalam keadaan ngga pengen atau ngga minat, dan kebetulan juga tugasnya agak berat. Saya pernah baca di suatu buku, bahwa amanah itu tidak untuk dicari, tidak juga untuk dihindari. Kalau dapat amanah, berarti kalianlah yang dipilih Allah untuk menjalankannya. Tapi beberapa teman saya menyebut posisi saya ini sebagai tumbal.

Aaa~~ saya ngga suka kata-kata itu. Saya bersedia untuk menjalankan tugas, tapi tolong jangan sebut saya sebagai tumbal, karena itu berkonotasi negatif. Sebut bahwa saya adalah yang dipilih Allah untuk menjalankan tugas ini. Ini lebih baik kedengarannya.

”Belum sanggup untuk ini, sepertinya bukan saya yang tepat, kamu lebih baik dari saya,” dulu saya juga mengucap hal seperti ini. Tapi ternyata, bila kita menggunakan orang yang sudah berpengalaman saja, tanpa menggunakan orang yang masih awam, kita berarti secara ngga langsung ngga memberi kesempatan pada orang awam untuk belajar.

Jadi, konklusinya?

Jangan anggap diri kalian sebagai tumbal bila menerima suatu tanggung jawab. Berfikirlah positif bahwa Allah memilihmu, Allah akan memampukanmu lewat amanah itu, akan menambah wawasanmu dan akan membuatmu lebih banyak belajar.

Jadi~~~ jalankan amanah sebaik mungkin, segembira mungkin, seikhlas mungkin. :)

Kamis, 11 Oktober 2012

Dan kita pun tidak bisa selalu stabil

Kamis, 11 Oktober 2012

Segede ini masil labil? Wajar yang gedhe labil, orang konfigurasi atom unsur transmisi pun juga mengalami apa itu labil. Labil disini bukan labil yang kayak gitu ya~~ *ini apa sih -_-”

Kadang emosi kita tidak stabil. Kalau anak cewek sih biasanya masa PMS atau pra menstruasi. Saya sendiri dulu ngga pernah ada itu. Emosi saya stabil-stabil aja. Justru akhir-akhir ini saya merasa bahwa emosi saya super ngga stabil, entah kenapa.

”Aku pengen yoga aja pi,” (epi= nama orang, yoga= bukan nama orang, yoga olahraga itu)
”Em... sebenarnya sih yoga kan ada yang ngga setuju, ma,” si epi menjawab.
”Iya, aku juga tau kok, lagian ngga pernah bisa,”
”Sebenarnya kontra sama yoga karena mengosongkan pikiran, ma. Padahal jelas-jelas ada perintah kalau lagi ngga tenang harus banyak-banyak dzikir,”

Jleb

”Astaghfirullah, iya Pi,” aku tersentil dengan indahnya

Benar, kalau lagi labil, banyak-banyak ingat Allah, banyak-banyak ngaji, banyak-banyak berbuat baik, jangan cuma menggalau ndengerin lagu galau plus garuk-garuk tembok. Lebih baik mengingatNya.

Dan saya baru tahu juga, di saat tengah bulan itu (bulan islam), saat purnama lagi diatas membulat, itu mempengaruhi emosi kita juga lho. Belum pernah searching sih tapi intinya, air laut yang banyak itu jadi gedhe kan ombaknya pas purnama, nah, darah manusia juga jadi bergejolak lebih dahsyat*lebai. Dan karena pergerakan darah itu, emosi kita jadi ngga stabil (kurang lebih seperti itu). makannya di tengah bulan, tanggal 13, 14, 15 kita disunnahkan untuk puasa tengah bulan, agar bisa mengontrol emosi kita. begitu teman-teman :D. subhanalllah sekali ternyata Islam ini :"""D

Oke, cukup sekian pelajaran hari ini. see ya :D

Jumat, 10 Agustus 2012

#(Mungkin)LoDuluJugaKayakGitu

Jumat, 10 Agustus 2012

Apaaanlalah ini anak-anak berisik banget diluar padahal besok gue ulangaan brisik malah main-main diluar. Gangerti lagi #(Mungkin)LoDuluJugaKayakGitu

“Kak kak, liat deh aku punya tas baruuuu,” tiba-tiba anak tetangga masuk ke rumah dan pamer tas. Hari ini tas, kemarin dia bahkan pamer poster smash -_- dasar pamer #(Mungkin)LoDuluJugaKayakGitu

“Mamaaaaahhhh si inu nakaaaaalllllll masa aku diejekin genduuuuuut,” teriak lagi tu di luar. Alah cuma dibilangin gituan doang bilang ke mamah. Dasar tukang ngadu #(Mungkin)LoDuluJugaKayakGitu

“Huaaaaaaaaa,” ealaaahh si itu mah tiap maen sama temen-temennya pasti nangis. Dikit-dikit nangis. Cengengggg #(Mungkin)LoDuluJugaKayakGitu

 ”Eh, mainan baru niiiihhh kita maen bareng yyuuukkk,” *brb si anak ngerebut maenan si anak cupu. Ih gak gahol. Deket cuma ada maunya doang #(Mungkin)LoDuluJugaKayakGitu

”Aku ranking tiga loh dikelas, sebenarnya sih yang ranking dua sama tiga nilainya sama, tapi gara-gara yang ranking dua deket sama guru, jadinya aku di lempar ke nomor tigaa huhu sedih deeeh,” mitnah aje ini anak, ude untung rengking tiga, sopin ini anak -_-#(Mungkin)LoDuluJugaKayakGitu

”Kak kak hipotermia apaan? Kak kak kok leptopnya bisa kayak gitu sih kak kak kak kaaaaaaaaakkkk ,” ih mau tau ajaaaaaa #(Mungkin)LoDuluJugaKayakGitu

”Woooi belajaaar woooi jangan main PES muluuuuukkkk jangan gem onlen muluuuukkkk!!!!” #(Mungkin)LoDuluJugaKayakGitu

Kadang gue kesel juga lah sama anak kecil bawaannya pengen ngajak berantem :@ tapi ya gimana lagi, namanya juga anak-anak, kesian lah yaa~~~ (mungkin) gue dulu juga kayak gitu. Kemungkinan besar, banyak yang benar syududududu~~~

*maap ye bahasanya belagu huehehe

Rabu, 01 Agustus 2012

Mau (Jadi) Apa Setelah Lulus?

Rabu, 01 Agustus 2012

Pasti hampir semua mahasiswa mahasiswi kece seantero Indonesia maupun Dunia memikirkan hal ini. Saya sendiri pun sebagai mahasiswi menuju semester lima, uda kepikiran mau ngapain aja. Tapi masih bingung diantara berbagai pilihan :o. Saya sendiri bingung antara ini: Kuliah lagi, Kerja, atau melakukan hal lain? Mari kita jabarkan. 

Kuliah lagi
Ga tau kenapa, saya pengen apply beasiswa S2 ke luar. Bukan buat gengsi, tapi emang ingin lebih dalam, ingin mencari apa yang tidak ada di Indonesia. Dan berencana setelah lulus ntar balik ke Indonesia. Kan seneng bila negeri kita tercinta ini menjadi lebih baik, apalagi kalo kita ikut campur tangan. Yandak yandak?? *blinkblink*

Kerja
Pastilah, hampir semua pasti pengen ini: Kerja. Saya sendiri berencana untuk kerja sesuai dengan bidang saya yaitu lingkungan. Pengen bet lah. Kayak yang lain-lainnya juga, pengennya pasti kerja di bidangnya masing-masing kan ya. Ato kata dosen saya, kalo buat awal-awal cari, lamarin aja semuanya, dapet yang ngga sreg juga ngga papa, baru nanti kalo siap mental, ngelamar ke instansi lain yang cucok. Biar ada pengelaman juga lah yaa :3 :e

Melakukan hal-hal lain
Ini maksudnya apa yaaaaa -________________-
Syududududu~~~
Maksudnya, ya ngga kerja dan ngga kuliah dulu. Saya pengen ikutan Indonesia mengajar. Kereeeeen. Pengen ngasih sesuatu dulu lah. Dari dulu saya pengen pergi ke pelosok buat berbagi ilmu#duilaaaaa. Pengeeeen :’D

Daaannn.... itu yang ada di otak saya sekarang. Diantara tiga pilihan, bung. Ini rencana saya, gimana rencana anda?? :)

Kamis, 22 Desember 2011

You are not the Center of the World

Kamis, 22 Desember 2011
Kata-kata itu saya dapat saat mengikuti prosesi sebuah unit di kampus. Saat itu adalah saat sharing dengan anggota unit yang sukses, yang membawa dia sampai ke luar negeri. Wah, sugoi, ne~

Saat itu kakak –yang angkatan 2009– bilang bahwa (kurang lebih seperti ini),”jangan pernah takut untuk berbuat sesuatu, apalagi kalau kalian melakukan hal itu bareng-bareng. Jangan takut salah, pokoknya berbuatlah sebaik yang kalian bisa, jangan menganngap bahwa semua perhatian orang  tertuju padamu. Jangan berfikir bahwa jika kalian berbuat salah, akan dihakimi secara langsung. Ingat, you are not the center of the world,”. Masih terngiang juga lah, padahal itu unit sudah ngga saya ikuti karena jadwalnya selalu bentrok sama jadwal himpunan. It’s really something !!!!:D

Hem... pusat dunia ya~~
Pusat orang ya~
Merasa dihantui?
Eum, iya!
Merasa diikuti?
Iya juga~~

Kayaknya mulai saat ini harus belajar lebih berani dan lebih mencoba untuk positif thinking terhadap sesuatu deh.
Oke, aku ingin mengingat ini. YOU ARE NOT THE CENTER OF THE WORLD.  Jangan kira semua orang memperhatikan gerak langkahmu dan akan meminta pertanggungjawabanmu saat itu pula. Berbuatlah, bertingkahlah, dan bersenang-senanglah secara wajar. Anggap tidak ada orang yang memandang sebelah mata untukmu. Selagi bisa, mari berbuat sewajarnya dan seharusnya. Tetap semangat, FIGHT! :D

Kamis, 18 Agustus 2011

Melancholy

Kamis, 18 Agustus 2011

Pas diklat divisi PROKM caplok (calon taplok) ada satu hari dimana dilakukan tes kepribadian. Tes kepribadian ini digunakan untuk perjodohan kala kami jadi taplok nanti. Tes kepribadian yang dipakai sama seperti tes saat INKM 2010 dulu pas di GKU Timur. Kami para caplok diharuskan menjawab 40 soal selama 15 menit. Setiap soal ada empat pilihan, kami harus memilih salah satu dan wajib diisi. Ga boleh nyontek, hehe.

Oke, bisa ditebak sebelumnya. Saya adalah orang dengan tipe kepribadian Melankolis-Plegmatis. Angka melankolisnya 19, plegmatis 11, sanguinis 7, coleris 3. dari dulu urutannya emang gituuuu aja.

Pas dilihat di kelompok, hampir semua anak tipenya sanguinis, terus coleris, melankolis cuma saya, Cella, sama Aliyyus (panji sejati yang akhirnya jadi bahan olokan~ panji kok melankolis, hehe). Yang plegmatis, si Yanti berjaya.
”Rahma melankolis?” #agak ga percaya.
Saya mengangguk. Oke, menurut tampilan di depan teman saya, saya memang kelihatan seperti orang sanguinis, padahal salah, hehe.

Mungkin bisa dikatakan, saya melankolis dalam pikiran, sanguinis dalam tampilan, plegmatis dalam tindakan, serta coleris nyelip-nyelip *maksa. Jujur, saya emang orangnya sebenarnya sensitif banget, tapi berusaha untuk ga nunjukin ke siapapun. Ntar kalo uda di kamar sendirian, pasti garuk-garuk tembok, ngrobek kertas, banting leptop dan bakar ban #ga segitunya kalee, lebeeh~
Iya sih, kebanyakan anak Solo kan melankolis, dan lembut... kyahhaaaaa (tapi saya ngga kaya putri solo yang super ramah beretika baik dan cantik serta lembut, saya bertolak belakang. Ingat, saya bertampilan sanguinis)

Heeeiii sebenarnya dalam postingan ini akan dibahas apaaa??

Okeh, di postingan sebelum-sebelumnya saya kan juga sudah ngungkit-ungkit tipe kepribadian karena itu masuk materi diklat divisi PROKM juga. Gini nih, perlu banget ternyata mengetahui teman secara dalem baik tampilan luar maupun cara berfikir mereka. Coba deh baca postingan saya yang ini, apa semua orang merasa bahagia? Nah, disitu, sebenarnya banyak disguiser-disguiser (ada ga sih kosa kata ini? Maksudnya penyamar, haha, maksa lagi) yang berkeliaran di sekitar kita. Banyak lo sebenarnya dari mereka yang menaruh harapan pada orang lain agar dimengerti dalam situasi apapun. Belum tentu orang yang berkata ”ngga papa” itu biasa aja, yang bilang ”Aku bahagia” itu seneng-seneng aja, yang bilang ”aku benci kamu” mungkin saja dia ingin mengatakan yang lain...

Haduh~ jadi ngelantur -__-

Yasudah lah, saya akhiri saja postingan saya kali ini. Yang penting kalian nangkep kan esensinya?? Sip sip...

Selasa, 03 Mei 2011

Galau Galau Galau

Selasa, 03 Mei 2011
Boleh cerita kan?

Boleh dong…

Haha.

Ehm. Ini waktu untuk serius. Ane mau membahas sesuatu. Sesuatu yang sangat sangat sangat penting. Tentang Galaunisme (heuheuu~gaya Retno SAPPK)

Ehm. Apa sih galau itu?

Dulu sih pas SMA kata ini ga sengetren sekarang. Di ITB, sikek sikek galau. Nentuin mau jurusan mana, galau; uang kiriman belum datang, galau; bidik misi telat turun, galau; mau UTS, galau. Huff semua serba galau. T_T. Bahkan cuaca pun ikut galau. Bentar panas, bentar ujan. Bikin gampang sakit, huhu.

Ini aja ane posting juga karena galau (haaa)

Lagi musim UTS, Bray! (walau hampir berakhir seh) Kayaknya anak ITB pada galau karena disini kita tekanan batin (kepanjangan ITB: Institut Tekanan Batin :p). Bayangpun! Nguras otak selama tiga bulan tiada henti. Enak sih enak, kuliah dikit liburnya panjang. Tapi mikirnya itu.. aku belum bisa enjoy sama ini, huhu. (Mode curhat:ON)

Huft. Sudahlah. Galaunisme menggoncang, tapi kita masih harus berjuang yak, melawan ini semua. Ingat bahwa Allah selalu bersama kita ^_^. Jika ragu, pilih yang tidak membuatmu ragu! Kalo ragu dua-duanya? Ya...jangan ragu, hehe. Kalau resah (kata lain galau juga), coba ndengerin muratal atau baca Qur’an. Yang paling majur sih sholat terus doa.

OK OK OK. Postingan sampai di sini. Jangan galau lagi, hehe.

Selasa, 29 Maret 2011

Masalah!

Selasa, 29 Maret 2011
Hoi masalah! Aku punya Allah yang mahaBESAR!!!!

Kayaknya kata-kata itu tuh sering banget aku denger, bahkan aku dapat empat sampai lima sms yang isinya sama. HOI MASALAH! AKU PUNYA ALLAH YANG MAHABESAR!!!
Kelihatannya klasik banget ya kata-kata itu. Bisa juga dibilang jayus. Jujur aja dulu aku agak ngga ngeh saat dapat SMS yang seperti itu (hhooiii apa yang terjadi denganmu?)

Tapi saat itu…
“Haduuuh deadline ini itu aku belum belajar buat UTS, belum lagi amanah yang berat, beli konsumsi seminar…”

Saat itu aku dapat amanah banyak karena ikut berbagai kepanitiaan. Kenmi dan pengkaryaan gamais. Nah, di Kenmi saya diamanahi jadi seksi konsumsi. Saat uda fix semua, ternyata ada yang salah pemesanan. Ada yang harus pesan prasmanan untuk pembicara. Prasmanan untuk lima orang. H-2 acara, padahal. Saya nyari-nyari katering ternyata pada ngga nyanggupi karena mendadak.
Di pengkaryaan, saya jadi divisi internal. Si kadiv akhwat mengamanahi saya untuk njalanin ‘misi’ tertentu, yaitu reward, dan diminta untuk menggantikan kadiv untuk rapat berikutnya karena ada halangan.
Masih lagi soal konsumsi kenmi. Belum pesan snack berat untuk 350 porsi karena lagi-lagi deadline nya terlalu mepet. Huhuhu.

Ya Allaaaaah aku punya masalah BESAR!!!!!
Aku lalu iseng menuliskan masalah itu di selembar kertas dengan spidol merah serta tulisan yang besar pula. Di bawahnya iseng aku nulis kata-kata ’HOI MASALAH! AKU PUNYA ALLAH YANG MAHABESAR!!!!’

Triiingg....

Tiba-tiba suatu keajaiban terjadi. Lewat malaikat yang menyusup di seorang teman bernama Uli.
”Rahma, ayo ngurus snack yang buat seminar, hari ini aja, takut ngga sempet,”
Masalah satu selesai.
”iya, bisa, katering prasmanan lima orang,” sebuah SMS masuk. Konfirmasi dari satu katering.
Masalah dua selesai.
”Buat divisi internal, di SMS saja kadivnya, buat minta progress nya,”
Masalah tiga hampir selesai.

Plong
Tiba tiba suatu perasaan yang begitu nyaman menyusup. Masalah yang besar selesai. Kata-kata yang ajaib, benar benar ajaib. Allah memang mahaBESAR. Allahu akbar!

Jumat, 04 Februari 2011

3 Kata Ajaib

Jumat, 04 Februari 2011
Aku ingat lagu ini ketika pertama masuk ITB, pas INKM. mentorku muterin lagu ini. ngena banget..

Ada tiga kata yang sangat ajaib
Yang bisa mengubah hidup kita
Caranya mudah saja
Dengarkanlah dan ikuti aku


Yang pertama, katakan tolong
Setiap kau minta bantuan
Yang kedua, terima kasih
Saat ada yang datang membantu
Lalu ketiga, ucapkanlah maaf
Jika kau sakiti siapa pun

Katakan semua setulus hati
Dan keajaiban akan terjadi


Sederhana, tapi ngena, kan?

Sabtu, 15 Januari 2011

Ngomongin Masa Depan (78% Serius)

Sabtu, 15 Januari 2011
Bingung nentuin kuliah?
Beda pendapat sama ortu?
Bingung mau ambil jurusan apa?
Kedokteran, heh? Teknik informatika?

Klasiiikk....

Saya pun mengalami dilema yang sama.

Dikisahkan suatu hari di hari yang mendung.
Nginget-inget pas sharing di kosan Atia bareng Atia sama si Isna.

Ini fles bek dulu pas SMA, yaaa...
”Mau kuliah jurusan apa, ya?”
Di otak terlintasnya kalo ngga kedookteran ya Teknik Informmatika (TI). Hoohhoo. Kedokteran yang nyuruh Ibuk, TI yang nyuruh Bapak (Saya sih kepikirannya pengen Biologi). Ternyata, saya ndaftar kedua-duanya ditolak mentah-mentah, akhirnya saya malah condong ke teknik lingkungan, hehehe. Suatu bidang studi yang samasekali ngga terbayang.

Flesbek selesai...

Ingat kelas tiga ada TPA, Tes Potensi Akademik, tak? Yang katanya mbantu kita buat nglanjutin kuliah di jurusan apa? Hehe ternyata samasekali ngga membantu.
”Sebenernya yang perlu tes psikologis itu bukan kita, tapi orang tua,” si Isna membuka forum. Saya pas itu cerita ada temen saya yang kuliah dengan jurusan yang sebenarnya dia ngga mau. Dan orangtuanya ga mau mbiayain kalo ngga kuliah di jurusan itu. Jurusan Kedokteran. Buset dah. Kalo ngga KU, ngga usa kuliah, dan kuliahnya itu biayain sendiri. Kejaaaammm....

Memang peran orang tua itu penting buat masa depan kita. Kadang orang tua juga bisa egois, memaksakan kehendaknya kepada kita, yang mungkin merupakan wujud dari pelampiasan keinginan yang dulu belum tercapai.
”Orang tua tuh apaan sih, bisanya maksa. Kalo kita ngga seneng, ngapain, coba?” Isna berkoar-koar. Saya dan Atia mengangguk-angguk. Dia juga dulu disuruh masuk Kedokteran Umum, namun si Isna menolak mentah-mentah.

Kalo dipikir-pikir, bener juga ya. Bukan kita aja yang perlu tes begituan. Si ortu juga harus dikasih tes psikologis supaya bisa lebih bijak menentukan apa yang akan dilakukan anaknya dimasa depan, biar ngga bebal-bebal amat, getoo...

Juga menumbuhkan kesadaran. Walaupun itu memang duitnya ortu, tapi kan yang kuliah itu kita, yang menjalani itu kita, dan yang berjuang juga kita. Kita ngga mau kan, kuliah karena terpaksa? Ngga mau ngeDrop kan karena ngga suka pelajarannya?

Tapi kita juga ngga serta merta bebal milih jurusan. Misal kita pengen jurusan X, tapi ortumu tau, kamu lemah dalam pelajaran yang mendukung jurusan X. Si Ortu pengen kamu kuliah di jurusan yang memang benar-benar cocok sama kamu. Ini benar, hidup ada di tangan kita, tapi di dalam hidup itu juga ada tangan-tangan lain yang membantu kita.

So, gimana ini?

Masih bingung?

Minta saran ke temen juga, ke BK juga, kalo perlu, share online, hehehe. Ngga tau membantu apa nggak. Pokoknya, mantapkan hati, terus bilang sama Ortu keinginanmu. Kalo kamu yakin, pertahanin. Tapi kalo kamu pengen jurusan itu setengah-setengah, jangan takut buat share sama Ortu, walo nanti resikonya kamu dapet sedikit ceramah, hehehe. Saya pernah bilang sama ibuk, ”Buk, pengen masuk Sastra Belanda, Astronomi, Pemulihan Tanaman, Teknik Mesin, blablabla...” semua jurusan yang ajaib saya sebutkan semua.
”Opo kui Sastra? Astronomi? Opo, tanduran mau? Cah wedok ki arep mlebu mesin?” Si ibuk langsung mendelik kemudian menceramahi saya habis-habisan, hehehe.

Sabtu, 20 November 2010

(Akhirnya) kakakku berperan…

Sabtu, 20 November 2010
Senin, 15 November 2010

Entah kenapa, hari ini ada sesuatu yang sangat sangat sangat mengganjal di dalam dadaku. Aku tak tahu apa yang terjadi, benar-benar tak tahu…

“Rahma, kenapa?” Nadiyatur menanyaiku setelah aku tadi buru-buru pergi ke toilet. Jujur, aku menangis, tak tahu menangis untuk apa.
Aku hanya geleng-geleng kepala. Mungkin ini hatiku sedang dalam puncak kesensitifannya. Aku hanya menundukkan kepala, memeluk lutut sambil memegang leptop diantara perut dan paha.

“Rahma, kenapa?” Ismi nyahut.
“Oh, Rahma tidur,” Nadiyatur sepertinya paham, keadaanku sedang tidak baik.
“Eh, perwalian, jangan tidur,”

Aku menggeleng pelan tapi wajahku tetap tertunduk.
“Rahma sakit, ya?” Maha ikutan. “Mau vitamin?”

Aku tak merespon. Si Nadiyatur membisiki kalau dia mau mengantar ke toilet lagi. Aku menurut. Lagi-lagi aku menangis. Dari luar, si Nadiyatur berceloteh tak karuan.
”Rahma kan kuat, ayoo..”

Aku masih belum tahu dengan apa yang terjadi. Setelah dirasa aku cukup baik, aku kembali ke tempat asal tadi. Si Nadiyatur masih stay, aku pulang ke kosan karena kepala jadi pusing sehabis menangis.

Sampai di kosan, rencana tidur tak bisa dipenuhi. Tidak bisa memejamkan mata samasekali. Akhirnya malah mencuci dan membaca buku. Saat itu, aku masih juga menangis.

Sampai akhirnya magrib, aku tak berhenti menangis. Ya Allah, ada apa dengan hambamu ini? Aku beristigfar berkali-kali. Akhirnya aku pelan-pelan membuka diri. Aku mengirim sebuah SMS ke kakak ayik,

Kak, aku pengen curhat (rahma)
Yuk, silakan (kakak)
Aku pusing, kakak.
Kenapa dek?
Kbanyakan pikiran. Tau2 td aku nangis. Tmn2jadi bingung.
Oke. Saiki kw ngerasa gimana? Bebanmu apa si? Yg paling dipikir kali ini
Ngga tau. Blank.
Kw sholat? Skarang wudhu, trus tenangkan drimu. Dgerin murotal. Relakskn sebisanya. Km frustasi? Mksudq km muak dg ap yg ad. Dimana dlm satu saat kmu merasa smua dlm pikiranmu hancur n anything left. Jd km langsung nangis?
Aq lg ga solat kakak. Ga tau sama sekali. Stiap diajak interaksi aq nangis.aku bc sms mu ini aj smbil nangis
Ywdh, dgrin murotal dlu. Klo pgn nagis, jgn d tahan. Luapin smw aj. Dirimu spt ada penolakan thd sesuatu?
Aq ga tau. Sprtinya aq sprti trpaksa mgerti orang lain, tp trnyata orang lain gamgerti aku. Kdngaran klasik ga sih kak? Kdang membohongi diri sendiri itu susah ya?
Km ada mslh sm orang. Bgini, ini mslh kompleks malahan.sudut pandangku sih, ngertiin orang lain aj seati2mu, jgn bohongin diri sndiri. Nak emg km gak mau, ga usah di lakukan. Jgn akting sok fine2 aja. Klo emg ga bisa, pgn marah, teriak, ngamuk, dilakukan wae. Bebaskan dirimu dr beban itu. Mau njerit2 ya boleh. Intinya ya biar tmenmu ngerti ap yg kau rasakan, ap yg kau inginkn. Jd km sdr, buat prasaanmu senyaman mungkin. Whatever orang mw blg apa ttg km. Pcya msih ad orang yng menerima kao ap adnya. Maaf klo aq mbacot2an. Km terlalu mendem rasa sebel di hati?
Kyknya dri dulu kak, aku emang bgitu. Aq ga pernah bisa ngomong sm orang nek ada masalah. Pas aku pgn cerita, msti ad aj orang yang crita masalah ke aku. Aku jd bgung. Nek aku cerita sm orang, bukankah aku mlh membebeni org lain? Apa lg aku orgnya sungkanan. Kak, maaf ya klo aq cerita bgini. Dr siang tadi ga bisa brenti nangisnya.
Nah itu. Sekarang km hrus latian mgungkpkn uneg2mu. Klo ad orang crita sm kmu, tanggapi dulu. Then, km crita sm org yang km anggap ngerti km dan solve mslhmu. Tmnmu bnyak kan ma?anggap bhw ap masalahmu ga bkl mmbbini mereka. Cb org yang curhat bgtu, apa mereka mikir ? ad org yang uda mw dgar, mreka uda lega. Pas km denger mereka, km mrasa beban? Asal km ikhlas, it doesn’t matter kan? Km hrus nyoba egois, ma, keegoisan itu perlu asal intensitasnya pas,
Kt2mu pas bgt kakak, aku nulis it buat blogku. Makasih ya udah agak tenang ki, maaf malem2 ganggu belajarnya. Makasimakasimakasi!

Ya Allah, dari SMS kakak, aku jadi sedikit tenang. Aku mulai SMS kakak perminyakan, karena kata kakak matematika, saat ini si kakak lagi sedih, hehe. Terus, nyelamatin ultah si Ferdian juga. Jadi tambah seneng ni hati.

Kakak lg galau? Yg sabar ya, smoga Allah mmberi kemudahan, innallaaha ma’asshoobirin.. sesungguhnya Allah bersama org yg sabar. Loh.. malah ta’lim...

Ferdian met ultah... salam unyu ~62~

Akhirnya aku terlelap pukul 23.17

Pagi harinya, ada balasan dari kakak.

sori ma, kondisiku lg amburadul. Ngebo. Pokoknya mulai hri ini latihan jd dirimu sendiri, latian egois- jgn kebangetan tapi,

ada juga balasan dari kakak perminyakan.
Sip2. makasih Aisa...

Haahhaa... it’s a mysterious world...

Kadang, Orang Perlu EGOIS

Hooiiii kenapa kita kadang perlu egois???

Jawabannya adalah…

Karena kita tak selamanya harus menyerah pada keadaan. Jangan biarkan diri kita menerima apa adanya keadaan yang seharusnya tidak kita sukai. Kita perlu egois karena untuk keselamatan kita sendiri (ceileeeh bahasanyaaa).

Kita juga perlu egois dalam keadaan seperti ini:

Ilustrasi: saat UTS, kamu udah selesai, si temen kelimpungan nyari jawaban.

”hoooi bantuin dong!! ” si temen nyolek-nyolek dari belakang.
”he? Bantuin? Ntar kalo salah gimana?” si kamu njawab
”pokoknya bantuin nih, nomer lima ini susah banget, buset daaaah,” si temen nerocos.

Apa yang harus anda lakukan berikutnya??
”ini deh, kertas saya di bawa dulu semenit,”
Atau ini,
”maaf, UTS: zero nyontek daaaahh”

Yang jawaban pertama= BODOH
Yang jawaban ke dua= EGOIS + PELIT

Nah looo.. pilih yang mana, coba??

Ilustrasi ke dua: setelah UTS, keluar dari ruangan.

Kalo kamu jawab yang pertama:
”eh, thanks banget ya bro, lo udah nyelametin separuh dari idup gue, gue traktir siomay mau ga?” si temen ngehampirimu sambil ninju pelan bahumu. Kamu hanya tersenyum kecut.

Kalo kamu jawab yang kedua:
”lo apaan sih? Jadi orang ga setiakawan banget,” si temen nerocos sambil lalu. Kamu bersyukur karena tidak melakukan kesalahan. Huaaaa...

Eitttt....

Tunggu tunggu tunggu...

Egois yang dimaksud juga bisa berarti gini lo,

Kamu lagi lelah batin, kangen rumah, homesick, perut sakit, pusing, mual, rasanya hampir pingsan, trus ada temen yang butuh bantuan banget. Buat nganterin dia ke rumah sakit karena adeknya sakit, trus apa yang kamu harus lakukan?

Keadaan satu:
kamu maksain diri nganterin ke rumah sakit pake angkot, di dalem angkot ada bapak-bapak yang mulutnya ngebul terus alias ngrokok, kamu makin mual dan pusing

keadaan dua:
kamu nolak secara halus karena keadaan kamu emang ga memungkinkan.

Hasilnya adalaaaaah....

Keadaan satu:
Kamu mabuk di angkot, trus ketika turun kamu pingsan. Si temen yang minta bantuan malah harus mbantuin kamu (nah looo)

Keadaan dua:
Si temen memang harus nyari temen lagi buat nemenin dia, trus kamu tidur di kosan dan sakitmu hilang. Kadang egois buat menyendiri perlu banget yaa

Wualaaa...

Bisa artikan EGOIS yang positif setelahnya??

Selasa, 24 Agustus 2010

Apa Semua Orang Merasa Bahagia?

Selasa, 24 Agustus 2010
Seringkali kalau kita punya masalah, kita sering curhat dengan teman kita. Mengungkapkan unek-unek yang terpendam di hati.
Kadang kita nggak mau tau apa yang ada di brnak orang yang kita mintai tolong.

Aku meneliti dan mengobservasi dari teman-temanku sendiri (observasi dua kelas, nih). Aku menemukan fakta yang agak rumit.

Pernahkah kalian memperhatikan teman kalian yang selalu ceria dan selalu tampil dengan senyuman? Yang selalu menghibur disaat sedih? Yang selalu membuat lelucon konyol disaat yang membosankan?

Ternyata, empat dari sepuluh orang yang bertipe seperti itu memiliki masalah yang cukup berat.

Mungkin mereka berusaha menutupi masalah tersebut dengan bertingkah menyenangkan orang lain, agar tidak seperti dirinya.

ini cuma anggapanku saja lo,

Intinya,
pandang orang lain jangan dari fisiknya saja. Setiap orang bisa terluka. Setiap orang bisa merasakan pahit. Dan tidak semua orang selalu bahagia

Rabu, 14 Oktober 2009

Teman

Rabu, 14 Oktober 2009

Siapa yang ngga punya teman baik?
Mungkin ngga ada ya..
Teman baik or sahabat itu adalah keluarga kedua kita. Yang bisa membuat kita bahagia. Membantu menyelesaikan penyelesaian kita jika sama orangtua ngga bisa (ex: me). Ah... aku jadi kangen ma temen-temen SMP ku, namanya Afif, Fathin, Faridh, Nanda, ma Maya..
Teman yang membahagiakan itu tak mudah dilupakan...
ps: mau ta tambah foto ko ga isa?

Apa Problem-mu?

Kamu punya problem tentang kehidupan sehari-hari? Masa-masa seperti ini memang masa yang rawan untuk kita. Aku dan beberapa teman sekelasku mengalami beberapa masalah yang nggak berat tapi “memberatkan”. Masalah pribadi. Yah, gak begitu kompleks sih, tapi sungguh, sangat menyita pikiran! Ini dia masalah yang yang paling banyak yang kuderita dan teman-temanku derita: ada orang lain yang membenci. Huft… dari analisaku dan observasi terhadap teman-temanku sendiri aku bisa menyimpulkan hal-hal berikut.

#Ada beberapa kemungkinan orang lain membenci kamu..
a. kamu punya masalah dengan orang tersebut sehingga terjadi perselisihan. Entah salah paham, rebutan kekuasaan(he?), rebutan cowok (jangan di tiru), persaingan yang ngga sehat.
b. kamu punya kelebihan tertentu sehingga orang lain yang merasa iri membenci kamu (jangan GR dulu)
c. Kamu punya ciri khas yang unuk tapi ada orang yang ounya juga tetapi nggak mau tersaingi oleh kamu sehingga ... (lebih baik diisi sendiri)
d. Kamu bertingkah sok berkuasa dan sok pintar. Membuat orang-orang jenuh terhadap kamu, karena kamu selalu saja berambisi untuk jadi yang terbaik diantara teman-teman kamu
e. Kamu tidak peka terhadap lingkunganmu. Hanya terorientasi pada diri kamu sendiri. Terlalu acuh terhadap keadaan orang lain. Ada sikap-sikapmu yang kurang mengenakkan orang lain.

Nah... mari koreksi diri kita sendiri... semoga kita ngga termasuk dalam golongan orang yang membenci saudaranya sendiri karena hal sepele. Amin.

Menghargai Waktu

Apa yang harus kita lakukan untuk menghargai waktu?

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal naik kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

Aku juga masih mencoba untuk menghargai betapa pentingnya waktu. Waktu dapat meju, tapi tak dapat mundur. Selalu begitu.
アイサ の ノート © 2014