Pages

Tampilkan postingan dengan label MyDay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MyDay. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2016

Short “Trip” ke Pulau Pramuka

Selasa, 21 Juni 2016

Halooo!!! Kali ini engga akan posting nyampah kayak yang kemarin-kemarin kok haha. Baiklah karena saya udah lama gak posting sesuatu di blog, kayaknya ini saat yang tepat untuk kembali menulis (--deadline udah kelar pfft tapi ganti kerjaan baru ahahahahiks) jadinya saya akan ngeblog tentang perjalanan saya dan teman-teman kantor ke Pulau Pramuka. Ehm, bisa dibilang kerja, tapi bisa dibilang backpackeran karena budget terbatas pfft. Awalnya Cuma dua atau tiga orang yang berangkat, terus karena yang semua nya juga pengen berangkat, alhasil boleh berangkat berlima tapi budget tetep seminimal mungkin \(_,_\) oke. Yang penting berangkat. Ke Pulau Pramukaaaaaa horeeeee haha.

Oh iya. Kami berlima, Saya, Putri, Mila, Yola, dan Kak Nindy bertugas sebagai surveyor BPLHD DKI Jakarta untuk Proyek PROKLIM alias Program Kampung Iklim. Pulau Pramuka ini salah satu kandidat lokasi untuk PROKLIM DKI Jakarta yang nantinya akan diikutkan ke tingkat nasional. Nah, sebelum-sebelumnya sih kami kami ini udah keliling Jakarta mulai dari Pulogadung sampe Tanjung Priok, dan Pulau Pramuka ini adalah lokasi terakhir yang disurvey.

>> Day 0 <<
Kamis subuh kami berangkat dari Bandung, nyewa mobil dan di antar pak supir ke daerah Jakarta Timur untuk survey tiga lokasi PROKLIM terakhir. Seperti biasa (lah kapan ane pernah cerita kayak gini haha) survey baru kelar sorean, bahkan baru bisa pada makan menjelang magrib. Setelah urusan persurveyan di Jakarta /darat/ selesai, akhirnya kami bersiap untuk perjalanan ke Pulau Pramuka (Jakarta /pulau/) yeaaay. Karena besok pagi pagi harus ke Pelabuhan buat naik kapal, jadinya kami nyari hotel yang deket deket sana.
“Gimana kita nginep dimanaa?”
“Di hotel mana? Hotel x apa y?”
Dan sesi booking-membooking pun seperti biasa diawali oleh Putri. Terpilih beberapa hotel yang mau di booking, lewat situs booking online (Traveloka haha).
“Tapi ini kayak mencurigakan gitu kayak losmen losmen,”
“Susah nyari di daerah pesisir yang gak mencurigakan,”
Nanya pak supir pun katanya kalo di jalan gajahmada, atau di jalan sesuatu, itu emang rawan. Di sana emang banyak lokasi “ehem ehem” yang gak tau lah itu gimana. Akhirnya, secara singkat /gakdeng/ kami memutuskan untuk memilih hotel 55 International di deket mangga dua square. Pas ke sini, nyasar! Problemnya adalah karena GPS nya selisih 30an meter, salah belok ke gang keciiil banget, dan itu daerah yang kayaknya “ehem ehem” itu. Duh mana ini berlima cewek semua, watir pisan udah deg deg an.

Setelah berbekal tanya sana sini akhirnya sampai juga ke hotel 55 ini. Harusnya belok setelah polsek, bukannya sebelum polsek haha. Dan alhamdulillaahnya hotelnya diluar ekspektasi. Semalam kita bayar 260an untuk satu kamar ukuran double deluxe (pesen nya dua), dan ternyata pas masuk ke kamar, yang satunya malah dapat kamar ukuran family (kasurnya tiga!!) haha. Mungkin karena pesen online terus yang pesen langsung keburu keisi atau entahlah gimana, yang jelas dapet kamar yang enak dan murah. Horray. Oh iya, btw kalao datang langsung, bayarnya 350 ribu per kamar untuk ukuran double deluxe. Kalo family kayaknya 600an apa 700an gitu. Mendingan booking online saja lebih banyak promo /eh.

>> Day 1 <<
Yay, hari pertama mau ke Pulau Pramuka dimulaaai!.

Kami berangkat dari hotel jam enam kurang seperempat. Karena pak supir nya udah balik ke Bandung, kami berlima naik Grabcar ke Muara Angke (biayanya sekitar 50 ribu). Catatan, kalo mau beli tiket KM Kerapu (alias kapal dishub), ngantrinya dari pagi ya karena kuotanya Cuma 80 orang per hari. Kalo engga kebagian, bisa pake kapal rakyat yang harganya lebih murah dan kapasitas lebih banyak. Harga tiket KM Kerapu ini 50 ribu per orang belum termasuk asuransi 2 ribu dan tiket peron 2 ribu. Jadi, total harga tiketnya 54 ribu. Kalau untuk kapal rakyat harganya 45ribu. Oh iya, tiket ini gak bisa dipesan. Yang bisa beli ya orang yang duluan datang.
KM Kerapu, Kapal dari Dishub

Antri tiketnya itu pertama kita harus ambil nomer antrian. Satu orang satu nomer antrian. Kalo bawa lima orang, ya ambil nomer antriannya lima biji, sambil ngasih tau nama dan usia. Habis itu baris lagi ke depan loket, buat bayar. Loket buka jam setengah tujuh sampai setengah delapan, tapi biasanya 15 menit setelah loket buka, tiketnya udah habis. Jadi mending pagi pagi datangnya. Oh iya. Ekspektasi saya naik kapal feri kayak pas ke Bali, pake Feri gede, tapi ternyata engga haha. Kapalnya kapal Kerapu ukuran kecil dengan muatan maks 20 orang. Jadi, “goyangan” nya kerasa banget. Kalau mau lebih nyaman, bisa pakai speedboat naik dari Marina, Ancol, dengan biaya 125ribu per orang untuk weekday dan 150ribu untuk weekday (belum termasuk tiket masuk marina nya 20ribu per orang).

Setiap kapal ada rute nya. Kebetulan yang ditumpangi kami itu pakai lintasan I: Pulau Untung Jawa – Pulau Pari – Pulau Pramuka – Pulau Tidung, jadinya kami turun setelah berhenti di Pulau Untung Jawa dan Pulau Pari. Jam delapan pagi kapalnya mulai berangkaat. Oh iya, pas nunggu kapal berangkat, sebaiknya duduk di ruang tunggu karena nanti juga bakal dipanggil buat masuk satu per satu pake toa. Jadi tenang, ga bakal ketinggalan (kalo nunggu didalem). Perjalanan yang ditempuh sekitar satu setengah jam. Kami berangkat jam 8, sampai pulau pramuka jam 09.30. dan hujan *padahaludahpadasiapsiapmantai*

Okay. Sampailah kami di Pulau Pramuka. Di sini kalau untuk penginapan, bisa ke homestay alias di rumah rumah warga. Harganya bervariasi. Biasanya kalau yang berwujud rumah harga semalam nya 250-350 ribu semalam (bisa ditawar loh!). kalau mau yang di pinggir pulau, bisa 500ribuan per malam. Saya sama teman-teman mencari homestay terdekat dari pelabuhan, rumah warna ijo yang semalam sekamar 350ribu. Isinya kasur empat dan sudah ada AC dan kamar mandi dalam.

Apa yang asik dari Pulau Pramuka?

Pulau pramuka ini bisa dikelilingi dalam waktu kurang dari sehari. Di Pulau Pramuka ini Cuma ada dua RW, yaitu RW 04 dan RW 05. Pulau Pramuka itu masuk di Kelurahan Pulau Panggang. Ada taman nasional nya di sana, yaitu penangkaran penyu yang digunakan untuk sarana edukasi. Kalau untuk pantai, lebih baik jalan ke arah utara karena lebih luas. Untuk daerah barat, lautnya dangkal jadi bisa jalan sampe ke agak tengah an. Biasanya juga, pas sore-sore banyak anak kecil yang renang-renang di sana. Mereka seneng banget di foto haha. Kalau mau jajan-jajan, ada di depan dermaga, mulai dari telur gulung sampe ada eskrim juga. Btw di sini ga ada minimarket sejenis alfamart atau indomaret tapi tenang aja banyak warung yang nyediain makanan kecil kok. Untuk harganya standar lah engga mahal kok. Buat makan pun ada warung warung dekat pelabuhan dan juga di tengah tengah pulau.  Oh iya, di sini satu-satunya transportasi umum adalah motor dengan bak, yang bisa membawa keliling pulau dengan biaya limaribu rupiah.

Jalan ke tengah laut di tepi pulau bagian barat

Ketemu anak dermaga yang cihuy 

Sepanjang tepi Pulau Pramuka ditanami mangrove. FYI, pulau Pramuka ini merupakan salah satu area untuk konservasi mangrove

telor gulung sepuluh ribu dapet lima. tapi pas beli, ibu penjualnya ngasih lebih dari yang seharusnya haha.
ada tukik di penangkaran penyuu!
di Pulau Pramuka ada hutan wisata edukasi juga loh
 *credit foto acak dari yola, saya, mila, putri

>>Day 2 <<
Hari sabtu, kami survey untuk program kampung iklim di Pulau Pramuka. Hari ini  kami survey lebih ke wawancara ke narasumber karena kemarin sudah keliling untuk melihat upaya masyarakat dalam menangani perubahan iklim. Pagi-pagi jam tujuh saya pergi ke dermaga untuk pesen tiket balik nanti jam satu. pas nyampe ke loket, katanya belum ada info apa ada kapal dari sini berangkat ke jakarta darat atau engga. Dan setelah menunggu beberapa saat, dikabari kalo hari ini .... kapalnya... GAK BERANGKAT!!

Oemji.

Padahal kapal rakyat berangkat jam delapan.

Udah setengah delapan tapi belum wawancara narasumber.

Dan akhirnya dengan segala kekalutan, akhirnya memutuskan untuk pulang pakai speedboat yang turun ke ancol. Harga tiketnya 150ribu per orang. Kalut gara gara overbudget sih sebenarnya haha. Awalnya dibudget in untuk transport kan pakai kapal dishub yang 54ribu itu, jadi bengkak 3xlipatnya :”””D. Untung di Pulau ini makan nya murah murah, jadinya bisa ketutup anggarannya. Jadi tolong yang berlibur ke kepulauan seribu, siap siap kalo kapal dishub ga berangkat siangnya. Mending naik speedboat yang turun di marina. Untuk tiket nya, bisa dipesen di vila delima. Naik speedboat kalo siang-siang mending di bawah karena ada ac dan minim goyangan. Kalo di atas pasti kena ombak yang masuk, ditambah muka gosong separuh :”””D. Kami awalnya duduk di atas, tapi habis kena semburan ombak pada pindah ke bawah yang lebih tenang dan adem :””D

Duh, post ini kok ane jadi banyak cerita ke saat perjalanannya ya bukan pas nyampe nya haha. Yaudah. Biarkan foto saja yang berbicara. Kelamaan ga nulis blog, kemampuan nulisnya jadi kaco kayak gini :/

Oiyaa kemungkinan saya akan posting mengenai program kampung iklim itu sendiri karena lagi semangat nuliss iniiii hihi. Sampai jumpa di post berikutnyaaaa ^^

Kalkulasi perjalanan
1. Grabcar ke Muara Angke = 50 ribu
2. Tiket kapal dan peron dan asuransi = 54 ribu
3. Homestay = 350 ribu /5 = 70 ribu àbisa lebih murah
4. Tiket kapal pulang = 150 ribu
5. Makan 5 x @15ribu = 75 ribu
6. Lain-lain = 50 ribu
Total = 449 ribu per orang à kalau trip nya berlimaan. Kalo sendiri atau berdua, bisa lebih mahal untuk biaya homestay nya itu


Senin, 12 Oktober 2015

Halo,dua dua!

Senin, 12 Oktober 2015

Halo dua dua!

Yap. Hari ini usia saya tepat dua puluh dua tahun. Haha, saya bahkan sempat lupa kalau hari ini saya ulang tahun. Pas buka google, dan terlihat google doodle nya kue-kue, saya bingung. "Ini yang ulang taun siapa, emang?"

Eh ternyataaaa -_____- HAHA.

okee. Di umur yang angkanya sudah nambah, tapi usia sebenarnya berkurang ini, saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Saya harus kuat

Saya ga boleh cengeng

Saya harus rajin

Saya harus semangat cari jodoh eh (eh boleh ding lol )

Saya harus turun lima kilo haha. Apa coba.

Saya harus tambah cantik. Meh.

yaudah. Sepertinya kalau saya teruskan curcolan saya ibi, bisa bisa blog saya diblokir haha. Gamungkin seh. Oke. Sip. Maafkan curcol gapenting saya hari ini teman. Eh ga papa dingm guweh kan hari ini ultah (mulai songong)

Eciye ultàah haha. sekian. Terimakasih.

Minggu, 30 Agustus 2015

Minggu Pagi di Kota Bandung

Minggu, 30 Agustus 2015
Yaaak saya kali ini mau ngebahas rutinitas anak kos di hari minggu. Hari Minggu adalah hari yang bisa dibilang berharga bagi semua orang. Kebanyakan memanfaatkan hari kosong bebas kerja tersebut dengan kegiatan yang disenangi. Entah itu sekedar tiduran di rumah, atau pergi jalan-jalan. Nah, sudah ratusan hari minggu di bandung yang pernah saya lewati. Dan beberapa di bawah ini adalah kegiatan yang saya lakukan -sebagai anak kos di minggu pagi yang menyenangkan (halah -_-)

1. Tetap di Kosan
kamar jaman bahuela tingkat satu

Ini kegiatan paling sering sih, apalagi pas sibuk-sibuknya jadi anak kuliahan haha. Hampir tiap hari pulang malam, jadinya ga ada waktu buat beberes kosan. Hari libur pun dikorbankan jadi hari bersih-bersih kosan entah itu nyapu, atau nyuci. Setelah kosan sudah rapi, tinggal nyantai tidur tiduran dan... Mulai berantakin kamar lagi -____-.
Oh ya, engga cuma anak kosan jones lho yang ngabisin hari minggu di kosan. Temen saya yang tinggal sama orang tuanya pun rata-rata kalau hari minggu pagi engga akan pergi kemana-mana, stay di rumah. Pas ada kegiatan di kampus pun, ada teman saya yang bilang kalau hari Minggu dia ga bisa datang. Katanya, mau jadi ‘cinderella’ dirumah :hammer

2. Pergi ke Kampus
*mejeng dulu*
Ga jarang ada acara kampus di hari minggu. Iya, bahkan pas semester enam, setiap hari minggu pasti ada acara unit, yang saya mau ga mau harus datang. Iyalah, wong jadi panitianya -___-. Acara kampus di hari minggu memang kalau dipikir memberatkan sih, tapi enak juga. Kenapa? Ya karena melonggarkan hari kerja, hoho. Beberapa unit kampus ada latihan atau pertemuan di hari kerja, yang pasti diadakan setelah semua jam kuliah selesai, alias jam enam keatas. Jadi, selalu aja pulang malam kalo ikut kegiatan. Tapi, unit yang saya ikuti, selalu mengadakan acara di akhir pekan. Lebih leluasa, tapi ya itu, akhir pekan jadi ikut sibuk deh. tapi... setidaknya lebih menyenangkan kalo ke kampus itu ikut kegiatan unit. yang lebih mengenaskan adalah, ga jarang ke kampus hari minggu buat.... ngerjain tugas kelompok :""""D

3. Pergi ke Car Free Day
Nah donatnya yang kayak gini nih
Nah, siapa yang di Bandung yang ga pernah ke Car Free Day? Apalagi anak ITB? HAH? KAMU? IYA KAMU BELUM PERNAH???? *ganyante*. Yap, ada beberapa titik car free day di bandung. Yang saya tahu, pastinya sepanjang jalan ir.Juanda mulai dari perempatan pasar simpang sampai perempatan fly-over karena dekat dengan kampus ITB. Selain car free day yang di situ, saya engga tau haha */plaak. Okaay. Ke car free day ngapain? Naik angkot? *eh. Ehm, biasanya saya jalan-jalan bareng temen (itung-itung olah raga, kan?) dan kadang ada misi tertentu, yaitu Danus!!! Alias nyari uang dengan berjualan. Terakhir jualan tahun 2011 sih ahaha lama banget -_-. Dan setau saya, sekarang di CFD engga boleh lagi jualan tapi tetep aja ada yang nekat huhu. Oh iya, selain jualan, biasanya ada juga event tertentu yang digelar barengan sama CFD ini, contohnya donor darah, atau kadang-kadang ada live street performance gitu.

4. Pergi ke Pasar Tumpah
hanya ilustrasi, sebenarnya ini di manahan, solo. tapi juga pasar tumpah hoho

Udah pada bisa nebak kaaaaan??? Yap. Pasar tumpah di sini yang saya maksud adalah pasar yang tumpah tumpah *apasih -_-. Yang paling terkenal itu ya di areal Gasibu. Dulu sampai lapangan dan depan gedung sate juga, tapi sejak pak Ridwan Kamil menjabat, areal pasar tumpah dibatasi di depan gedung telkom sampai monumen pancasila. Selain itu, per kiosnya juga jadi lebih rapi loh gak kayak dulu acakadul. Oh iya, ada juga pasar tumpah di lokasi lain kayak di dekat monumen Bandung Lautan Api, juga deket Unpad Jatinangor (padahal udah sumedang, bukan bandung lagi haha). Namanya pasar tumpah, pengunjungnya juga tumpah ruah karena banyak barang yang diobral murah dengan kualitas yang lumayan lah.

5. Ikut Acara Komunitas
komunitas aleut, pas ngaleut dirgantara tahun 2014

Ada yang pernah ikut komunitas lokal di kota Bandung? Banyak mungkin ya kayak komunitas sepeda, terus skateboard (mungkin lho ya, saya cuma liat ada yang gerombolan main bareng getoh haha) yang sering kumpul di hari Minggu. Saya sendiri ikut dua komunitas, yang hampir ga pernah ikut kumpul karena saya prioritasin di poin satu sampe empat diatas haha. Yang pertama adalah komunitas merajut bandung. Iya, merajut :3 bener sih isinya hampir ga ada yang seumuran, jadi saya belum pernah ikut kopdar. Padahal mah pengen siapa tau ada anak lakinye yang mau dikenalin haha */plaak */ditusuk jarum rajut. Ehm. Yang kedua, ada yang namanya komunitas Aleut Bandung. Komunitas ini isinya jalan-jalan tapi bukan jalan-jalan biasa. Jadi, tiap minggu ada tema nya gitu mau ngaleut atau jalan ke mana, terus ada mas-mas ketua yang njelasin gitu apa sih spesialnya tempat itu. Saya pernah ikut sekali, dan pengen ikut lagi kemudian hoho. Kalau tertarik pengen gabung, bisa intip di blog nya di https://aleut.wordpress.com/


Yap ada lima poin yang biasanya saya lakukan di Hari Minggu. Kalau teman-teman (anak kos) semua, biasanya pada ngapain? Kasi tau dong hoho *wink wink* . Sip sip, terimakasih sudah membaca :”””D/



Minggu, 07 Desember 2014

JLPT oh JLPT

Minggu, 07 Desember 2014
Hai, lama tak jumpa! Gimana kabarnya? *ini apaan sih -__-.

Ah baiklah, kalo kalimat pembukanya seperti ini, itu tandanya saya lagi pengen ngerandom. Bener-bener ingin ngerandom. Boleh, kan? Boleh lah yah oho :”””)

Ehm, jadi saya mau bercerita tentang tes bahasa jepang atau JLPT. Kalau bahasa inggris semacam toefl atau ielts gitu lah. Tapi kalo JLPT, ada level-levelannya (kayak kripik pedes aja haha). Level paling mudah itu N5, dan yang paling susah N1. Bedanya lagi sama toefl dan ielts, JLPT ini ada nilai minimum buat lulus.

Saya suka bahasa jepang mulai dari kapan ya? Mungkin sejak pertama kali denger lagu ‘amayadori’ sama ‘kokoro no tomo’, yap, sekitaran kelas empat SD kalo ga salah. Seingat saya, kata pertama yang saya tau artinya itu ‘anata’ yang berarti ‘anda’. Skip skip, nah, saya pun akhirnya tau kalo ada yang namanya ujian bahasa jepang, yang sertifikat kelulusannya itu bisa buat bantu ngelamar orang jepang kerja, atau daftar beasiswa ke Jepang. Kalo buat kerja sama dapet beasiswa di jepang, diharuskannya N2, tapi ada beberapa yang minta N3 aja.

Tahun 2012 akhir kalo engga salah, saya tau ada tes JLPT itu dua kali setahun yaitu bulan juni/juli (?) dan desember. Pas tahun itu, saya belum belajar bahasa jepang, Cuma ngapalin kanji doang. jadi, dari HP itu ada aplikasi kanji recall 1-6. Sebenarnya itu aplikasi buat anak SD karena itu isinya emang kanji yang diharuskan dihafalkan anak SD kelas 1 sampe 6. Jadi karena baru bermodalkan apalan kanji dan katakana dan hiragana, saya engga ikut deh itu tes JLPT.

Tahun 2013 saya berencana ambil N5 di bulan Desember. Kenapa Desember? Karena kalau Juni/Juli, tes JLPT nya Cuma diselenggarakan di enam kota doang (eh bener engga?) dan di Bandung engga diselenggarakan jadi harus ke Jakarta. Nah, saya akhirnya beli deh buku panduan ‘sukses N5’ eyaa haha. Selain itu, juga download minna no nihongo ,__, aatidaaak uhuk, karena engga ada yang jual versi cetak nya sih ,_,. Oh ya, selain buku N5, saya juga sekalian beli buku N4 nya, karena pas diskon*eh. tapi pada akhirnya tahun 2013 saya juga enggak ikut tesnya. Karena apa, teman-temaan??? Saya kurang apdet :””””(. Jadi pendaftarannya ternyata udah ditutup pemirsah, yaah, okeee siap lah menunggu satu tahun lagi.

Daaan tahun ini 2014, akhirnyaaaa saya berhasil mendaftar!!! Ya walau di hari terakhir, haha. Dan tau engga, kalo saya itu dapat formulir terakhir nya. Terharu kan? :””).  Saya daftar di OBKG (Osaka Bunka Kokusai Gakkou) di Dago, mas yang jaga ramah banget lho! *promosi. Saat itu saya ngisi formulirnya lamaaa banget. Formulirnya itu lapis lima, tapi yang ditulis Cuma yang di depan karena tulisannya nanti jiplak ke belakang. Nah, setelah sekiranya selesai, pulanglah saya ke kosan. Pas nyampe kosan, leyeh leyeh karena dago panas banget, ngelietin booklet, ternyata ada satu yang kelupaan: LUPA TANDATANGAN!!! Padahal kalo engga tanda tangan, formulirnya jadi engga sah. Aarrggh akhirnya saya pun berangkat lagi ke OBKG buat tanda tangan :””. Dan mungkin karena itu masnya jadi apal sama saya karena pas saya mau ambil formulirnya satu bulan kemudian masnya masih ingat nama saya ._. oh iya btw saya ambilnya N4 bukan N5. Kata temen saya, sayang banget kalo Cuma ambil N5 apalagi dengan penantianmu yang seperti itu, haha. Oke. Akhirnya saya ambil N4 deh. Mulailah saya bergerilya belajar N4. Ngapalin kanji baru, kosakata, ganti wallpaper laptop pake kanji, lebih giat nonton drama*eh. tahun ini tesnya tanggal 7 desember. saya tes di Universitas Kristen Maranatha.
booklet, fomulir C, dan kartu ujian

tempat ujiannya. tahun kemarin biayanya85rb, tahun ini naik jadi 95rb

Ah tapi mungkin Allah punya rencana lain yang lebih indah. Semangat buat ikut tes N4 ternyata engga didukung oleh tubuh yang bagus. Saya sakit dari hari jumat. Demam, meriang, badan pegal-pegal, pusing banget, menggigil, akhirnya Cuma tiduran di kosan doang. beneran Cuma tiduran. Berdiri pun Cuma pas mau ke kamar mandi. Hari sabtu masih belum membaik juga. Tapi malamnya saya sudah enakan. Tapi paginya, tiba-tiba kumat lagi. Ah tidaaaak. Dan pas mau berdiri, malah limbung. Akhirnya saya relakan buat engga ikut tes tahun ini. Lagi. Sedih? Banget. Sakitnya itu engga Cuma disini, tapi dimana-mana. Aaarrrgghh udah nungguin dua tahun loh ini, tiba-tiba sakit di hari H nya. Kenapa harus hari iniiiii?? Yasudahlah, mungkin takdir saya itu ngabil tahun depan kali ya? Langsung N3 sih  bwahaha ngayal banget -_-. Tapi kalo N4 saya agak yakin lolos sih, N3 belum tau *yaiyalah belum nyentuh samasekali. Ehm oke, hikmah dari semua ini adalah, jaga kesehatan! Dan percayalah, Allah punya rencana lebih indah. Rencana apakah itu? ewewewww tunggu saja :””” saya juga belum tau. Berharap saja yang baik :”””3


Sekian curcol saya kali ini. Bye bye!

Selasa, 25 November 2014

Dua Jam di Pasar Seni ITB 2014

Selasa, 25 November 2014

ada acara rutin empat tahunan yang diselenggarakan oleh anak-anak seni ITB. Ada beberapa hal yang membuat pasar seni ITB itu menarik. selain dari stand-stand yang mengisi, ada juga hiburan yang disuguhkan, mulai dari tari-tarian sampai nyanyi-nyanyian.

saya dulu berkesempatan menyaksikan pasar seni ITB 2010, yang diselenggarakan 10 Oktober 2010, selama 10 jam. tahun ini sama, diselenggarakan selama sepuluh jam di hari Minggu tanggal 23 November 2014 *walau katanya molor berjam-jam.

kesamaan dari hampir semua pasar seni ITB yang sudah diselenggarakan ada satu: sama ramenya!! saya denger dari teman kosan yang jurusan DKV, katanya pengunjung tahun ini kurang lebih 500 ribu sampe 800 ribu orang :matabelo. jumlahnya jauh lebih banyak dari tahun 2010. hasilnya, bandung macet parah. dago, tamansari nyaris tak bergerak.

yap, dan karena keramaian super ini, saya dan Reni engga tahan buat lama-lamaan di Pasar Seni. alhasil cuma dua jam saya di kampus haha. berikut beberapa foto yang sempat saya jepret, dan sedikit cerita dibaliknya *yah walau cuma pake hape soner j108i hoho


saya datang jam sepuluh pagi, di dekat gerbang Seni Rupa ada sekitar 3 menara dari balok kayu kecil. udah rame dari masuk ke jalan ganesha. di pertigaan jalan juanda-ganesha banyak mang-mang jualan di sana. beberapa mangkal dari car free day yang diselenggarakan dari jam 5 sampe jam 10 pagi. 

setelah jalan beberapa saat, ada pameran lukis langsung. seni urban gituh namanya? hoho. tahun yang lalu, di tempat yang sama juga dihuni dengan seniman urban. ada dulu foto-fotonya yang 2010 tapi di laptop yang satunya :(

#lupakan teteh-teteh selfie nya
saya pun melanjutkan berjalan ke gerbang depan ITB. gerbang depan ITB dihias pake bambu *apa rotan? yang lucuk banget. saya bahagia :""""D. etapi, kebahagiaan itu kemudian sirna karena negara api hujan menyerang!!! alhasil saya keluarkan payung, dan mencari tempat berteduh, di dalam kampus. 


tapi sayangnya, yang punya tujuan kayak saya buat berteduh di dalam kampus itu jumlahnya banyak banget. alhasil ngantri buat masuk ke kampus, stuck di gerbang depan :"""D dan setelah menunggu beberapa lama antrian ga berkurang, saya niatkan diri buat ke salman walau hujan sedikit mereda. sampai di salman, beberapa saat kemudian hujan kembali menyerang. pawang hujan yang ada kali ini engga  berhasil menggalau hujan :"D

ngantri di gerbang depan buat masuk kampus, dan ga berhasil haha

sekitar setengah jam kemudian, hujan pun reda. saya bertemu Reni di salman, lalu bersama-sama melangkahkan kaki ke kampus *apasih*. di boulevard, kami disapa oleh mas T-Rex dari lempeng logam. keren bangeet <3 comment-3--="">

mas T-Rex dari depan

mas T-Rex dari samping
lalu saya dan Reni melanjutkan perjalanan ke stand atas. dan masya Allah, pengunjungnya meen banyak banget. penghuni kampus meningkat tajam setajam silet dalam sehari.


masih berjalan lewat CC barat, kemudian belok kiri untuk lihat stand kerajinan tangan. dan saya pun ga berhasil moto stand nya karena isinya orang semua :"(

oke lupakan. isinya kepala orang mulu. maklum ga ada tongsis
 setelah puas berdesak-desakan di jalan antara CC barat dan Labtek 5, kami pun belok ke gedung fisika. Reni pengen ke lapangan basket buat lihat pameran seni lukis nya. dan ternyata di jalan antara CC barat dan gedung Fisika, ada terowongan kayak dibawah ini. keren!


sampailah kami di stand-stand lukisan. mampir sana, mampir sini. cuma ngeliatin aja. karena ga mungkin beli. ga ada uang :"""D. bagus-bagus banget. harganya? denger denger ada yang nyampe seratus ribu....dollar. oke. 


yap, udah puas keliling stand seni lukis yang super adorable, kami mendengar suara adzan berkumandang. alhasil bergegaslah kami ke masjid salman buat sholat. dan saya melihat sebuah pemandangan yang ga saya lihat pas datang tadi. di monumen kubus ternyata ada hiasan, buat jualan suvenir. dan antrinya ya Allah, panjang banget o_o *engga kefoto antriannya.


tapi kemudian kami engga jadi sholat di Salman karena lagi-lagi negara api menyerang mesjidnya rame pake banget, bahkan sampe ga bisa masuk ke mesjidnya buat sekedar menginjakkan kaki di koridor haha :""D. alhasil karena susah cari tempat sholat, Reni ngajak ke kosan saya. untuk pulang. terus sholat di kosan. oke. saya cuma di pasar seni itb 2014 kali ini selama dua jam. haha, tapi dua jam yang menyenangkan btw. yap, sekian cerita saya di pasar seni ITB kali ini. semoga pasar seni berikutnya bisa lebih amazing dari ini :D

*narsis dikit sama bang T-Rex

Sabtu, 16 Agustus 2014

Memasak di Kos Yuk!

Sabtu, 16 Agustus 2014

Jadi anak kos itu belum tentu jadi anak jajan. Ngekos juga bisa melatih kemandirian, tinggal jauh dari orang tua itu artinya kita harus ngurusin diri sendiri.  Mulai dari jasmani sampai rohani, kita hampir terlepas banget dari peran orang tua. Nah, salah satu cara menjaga jasmani adalah mengatur makan. Selain bisa menghemat, mengatur makan juga berpengaruh sama kesehatan. Kalo jajan terus kan udah boros, bisa ketularan penyakit juga kalo tempat makannya ga higenis. Nah, buat teman-teman yang ngekos tapi pengen masak tapi alatnya terbatas pake banget karena pengen menghemat dan pengen lebih sehat –cieeh –ehm baiklah, karena saya baik hati *abaikan* saya akan berbagi tips-tips masak di kos khusus buat kalian-kalian. Check this out!!
HARUS ada rice cooker
rice cooker, barang wajib nih hoho
Seperti yang sudah pernah saya bahas di tips-tipsasik buat mahasiswa kosan, rice cooker adalah benda berharga *halah* bagi mahasiswa. Rice cooker bukan hanya bisa buat masak nasi, tapi bisa buat masak air, masak mi, numis, bahkan bikin roti. Ga percaya? Klik link ini buat tau masakan apa aja yang bisa dimasak pake rice cooker. Canggih kaan? Rice cooker memang bukan hanya ‘rice’ cooker saja ternyata :D

Ga ada kulkas, harus gimana?
Keknya kulkas adalah salah satu peralatan dapur wajib kalau dirumah untuk mengamankan bahan-bahan dari kebusukan. Nah kalau ga ada kulkas gimana? Gampang, beli lah bahan-bahan makanan seperlunya, jangan menumpuk bahan mentah yang mudah membusuk. Untuk bayangan saja sesuai pengalaman saya:
·      di suhu ruangan, telur bisa tahan dua minggu, wortel bisa tahan 5 hari, brokoli 3 hari, bawang tahan super lama, jagung 4 hari, kangkung atau bayam dua hari, tempe dua sampai tiga hari, dan sawi putih tiga hari.
·      Yang ga tahan lebih dari satu hari contohnya tahu dan daging (sapi/ayam). Saya ga pernah beli ayam karena saya ga pernah bikin kaldu ayam.
·      Untuk sosis, saya mengonsumsi sosis siap makan yang ga perlu disimpan di kulkas.

Alat yang diperlukan dan cara untuk menyiasatinya
Ga semua kosan ada dapurnya, jadi kalau pengen masak ya harus memakai alat seadanya. Kalau ga ada dapur, kompor listrik atau kompor gas kecil adalah alat yang hampir wajib dipunyai. Kalau mau pake rice cooker aja juga ga papa sebenarnya ga ada yang ngelarang #loh. Berikut siasat yang dapat dipraktekkan untuk minimasi alat dapur:
·      Yang pasti harus punya pisau, karena pisau adalah segalanya cieeh. pokoknya harus ada piso, titik. Ga bisa disiasati yang ini. Jangan coba-coba ngiris pake penggaris ato silet yak, apalagi pake kartu mahasiswa -___-
·      Selain pisau, panci sama Teflon juga disarankan punya. Kalo engga punya, terus masaknya pake apa dong ahaha.
·      Mau ngulek tapi ga ada ulekan? Kalo saya hamper ga pernah ngulek sih, kalo butuh banget ngulek buat bikin tumisan, saya parut bawang putih pake parutan keju ahaha. Kalau engga, di masukin ke plastik putih, terus diinjak *bercanda, di pukul pake ganggang pisau sampai hancur.
·      Buat ngaduk biasanya saya pake sendok biasa, bukan pakai sendok sayur.
·      Untuk talenan, saya biasanya beli plastik mika bening yang buat laporan itu, kemudian dijadikan alas untuk mengiris sesuatu. Lantai bersih, dan aman.

Bumbu apa saja yang harus ada?
Nah ini, saya akan berbagi bumbu yang bisa dibilang *wajib* untuk ada di kos. Catet, catet baik-baik!! *tiba-tiba belagu*
·      Garam
·      Gula
·      Kecap manis
·      Saus sambal
·      Bawang putih dan bawang merah *ini tahan lama banget kok, beli satu ons bisa tahan lima bulan
·      Saus tiram *beli yang sachet banyak yang jual kok
·      Kaldu bubuk
·      Merica bubuk, biar ga usah ngulek
·      Ketumbar, kalo butuh.
·      Udah. Eh, jangan lupa, minyak atau mentega juga ya~~

Bahan makanan yang bisa dimasak dengan cara sederhana
bahan-bahan yang sering saya beli dan saya makan muwohoho
Saya sih kalau masak ya itu-itu aja. Kalau bumbu udah ada, bahan makanan yang biasaya saya beli itu telur, brokoli, wortel, sawi putih, bayam, kangkung, tempe, dan akhir-akhir ini jagung. Yak benar, saya nulis ulang dari bahan-bahan berdasarkan ketahanan. Ya saya tau karena saya belinya itu-itu mulu dari dulu -___-. Oh ya, biasaya saya juga beli keju buat menambahkan rasa ke masakan. Masakan apa aja, karena saya suka keju muehehe.


Baiklah, mungkin hanya segini segelintir tips dari saya untuk kalian-kalian yang ingin masak di kosan. Di pos berikutnya saya akan coba pos resep sederhana yang bisa dibikin di kosan. See ya :D/

Kamis, 14 Agustus 2014

Finally, a reunion!!!

Kamis, 14 Agustus 2014
Assalaamu’alaikum! Udah H+ berapa ini teh? Mohon maaf lahir batin ya buat semuanya, bila ada salah saya mohon dimaafkeun :D. btw saya mau cerita-cerita lagi, dan saya bikin target posting 30 hari berturut-turut hoho. Sebagian udah diketik sih materinya, jadi tinggal kopas ke blog tiap hari muehehe.  baiklah, saya mau posting dulu hoho.

Pada awalnya saya iseng nge-chat teman-teman SMP yang udah lama banget sampe ubanan ga ketemuan *eh engga ding* isinya ngajakin buat buber di momen ramadhan kemarin. Jadi ceritanya tiap taun kita udah nyusun rencana super heboh dan jeglar membahana buat ketemuan dan ngerumpi lagi tapi sayang selalu gagal, dan hanya menjadi wacana. Dan tahun ini yang ga direncanakan cetar membahana malah jadi. Aaaaaaaaaa senang sekali rasanyaaaaahhhh~~~

Karena di chat FB banyak yang ga ngomentarin dan jadinya Cuma saya yang ngechat sama diri sendiri  *loh* kemudian saya berinisiatif untuk sms satu-satu. Dan direspon. Yeay! Ya itu karena pada ga aktif di fesbuk sih mah itu -__-. Dari enam orang yang saya chat, yang setuju ada tujuh. Iya, satu orang dari klan berbeda ikut buber. Namanya Rifki. Cewek kok tenang :3 *lah terus kenapa*. Oh iya, perkenalkan lagi kami geng tikus *abaikan* *kita dulu masih alay* terdiri dari saya Rahma, Afifah, Maya, Nanda, Faridha, dan Fathin. Kita geng SMP yang sok heboh yang suka macokin satu sama lain dan ngeceng bareng bareng -___-. Dan kami sekarang sudah tobat, tobaaaat. Traumaaaa .

Akhirnya sepakatlah kami untuk buber di Oh La Vita Solo tanggal 26 Juli 2014, yang sebelumnya harus pesen tempat dulu. Iya, pesen tempat. Buat makan. Tapi cukup lewat twitter :D.

Dan kemudian pada akhirnya di hari H, tetiba Apip ga bisa ikut T________________T  apaaaan laaaah udah seneng seneng ini pertama kalinya ketemuan ngerumpi malah ga ikuttt hhuhu. Yasudahlah tidak apa mengapa. Karena Apip sudah mudik duluan. Ya gitu deh, buber di H-2 lebaran emang beresiko tinggi hoho.
Reuni nya dibilang cukup singkat. Saya janjian sama maya yang ngeboncengin fathin di Manahan jam empat sore eh datengnya jam setengah lima -___- oke nunggu lah di depan Manahan. Habis maya sama fathin tiba, kemudian hujan ._. tapi kami tetap berangkat *yaiyalah* walaupun cukup deras.

Di dalam udah ada nanda, dan kami bebarengan sampai sama faridha dan rifki. Masuk, pesen, ketawa-ketiwi, nggosip kabar anak SMP dulu sekarang kabarnya gimana, makan pas buka, terus sholat, trus pulang. Udah. Singkat banget -____-

Aaak after 6 years lah ya ngga apa deh Cuma dua jam ketemuan sambil makan sampe kekenyangan :3. Btw semua Alhamdulillah sekarang udah berhijab yeay. Dan saya semakin gendut dibandingin yang lain yang semakin kurus -___- oke, habis ini saya mau banyakin olah raga mehehe.
ini foto pas lulusan SMP, berarti sekitar enam tahun yang lalu
terus ini foto pas buber. minus apip, plusnya ada rifki di belakang hehe

Dua jam, tapi cukup menyenangkan :D/ semoga bisa ketemu lagi di lain kesempatan ^^


Tapi saat berpisah, saya dan maya jadinya main ke rumah fathin dulu, dan kami berdiskusi banyak tentang kemahasiswaan wahaha. Pembicaraan yang cukup berbobot juga sih. Hoho. Kangen ngobrol, diskusi kayak gini lagi :””””)
twitnya mbak fathin

Jumat, 04 Juli 2014

Ramadhan yang Selalu Istimewa

Jumat, 04 Juli 2014
Dari dulu hingga sekarang, Ramadhan selalu istimewa. Yah walau ada perbedaan makna sedikit sih dari istimewa nya Ramadhan yang dulu dan sekarang. Mungkin ini juga dialami oleh masing-masing dari kalian. Istimewanya Ramadhan berubah seiring berkembangnya pikiran.

Dulu waktu saya kecil, Ramadhan itu istimewa. Kenapa istimewa? Karena yaaa malamnya ada sholat tarawih. Di sholat itu, kita bisa mengobrol dengan tetangga sebaya yang kalau hari biasa pun jarang bertemu. Maklum, saya dulu sekolah SD libur hari Jumat. Jadi ketika Sabtu malam pada keluar main, saya di rumah belajar. Jadi momen tarawih mala mini super sekali. Masa bodoh dengan khotbah, yang penting ketemu ngobrol gossip mehehe #plaak. kalo ga ngobrol ya ketiduran *eh. Selain itu, setelah tarawih selesai ada yang namanya pembagian ‘jaburan’ yaitu makanan kecil khusus anak-anak yang ikut tarawih. Kata ibuk, jaburan itu punya tujuan buat narik anak-anak buat tarawih di masjiid. Yah tujan utama buat tarawih emang pertaama-tama buat cari jaburan sih, tapi selanjunya diharapkan pergi tarawih dengan tujuan yang benar. Haha, dan sekarang saya tau rasanya gimana orang dewasa terganggu sama anak-anak yang rame saat tarawih di shaf paling belakang. Aaah ane dulu juga kayak mereka :”””D. cepat tumbuh lah nak, dan temukan istimewanya Ramadhan selain itu.
sumber : nyunyu.com
Masih mengingat masa kecil. Saya dulu baru puasa full kelas 4 SD kalo gasalah. Nah, itu karena di iming-imingi uang dari ibuk limapuluh ribu kalo bisa puasa full sebulan. Dulu uang THR saya dari ibuk 20ribu, terus naik jadi 50ribu kalo bisa puasa full ahaha. Jadilah itu dikuatin puasa. Dulu pernah pas kelas tiga diajak makan di kamar mandi sama teman sekelas karena temen saya laper. Ini keingat sampe sekarang. Dan itu saya ga bilang sama ibuk ahaha :”””D. yap, Ramadhan istimewa karena pas selesai akan ada lebaran, dan di lebaran itu kita akan panen uang ahahahahahaha *smirk* *sekarang juga masih ngeharapin itu*
Dan bagaimana sekarang??
Beda beda dikit lah. Momen bulan Ramadhan ini pasti ada aja kegiatan buka bersama. Nah, di sini jadi ketem sama temen teman lama. Undangan buber dari alumni SD, alumni SMP, alumni SMA, temen sejurusan, temen alumni SMA yang kuliah di univ yang sama, dan lain lain. Di sini bisa ngobrol-ngobrol lagi, ketemu dengan yang udah lama ga ketemu, kangen-kangenan*eh. Ya seperti itulah. Secara ga langsung, Ramadhan jadi bulan yang penuh kehangatan, yang membantu merekatkan kembali ikatan silaturahmi eaaaa.
Saya juga sudah sadar, kita harus diem kalau tarawih hahaha. Banyak ilmu didapat, walau ceramah di rumah tiap tahun pasti isinya sama -___-. Ketemu dengan tetangga karena kan saya ga pulang lama hehehe. Begitulah.
Kalau di kampus sendiri, Ramadhan menjadi bulan yang dinanti pake banget. Di Masjid Salman ada buka gratis tiap hari *loh* dan saya ga ketinggalan *loh*. Tarawih juga enak banget. Termotivasi oleh teman teman yang ngejar target, misalnya ramadhan ini mau nambah berapa hafalannya, mau hattam berapa kali, dan seperti itu. kenapa ngejar target? yaa karena di bulan ini amalan akan dilipat gandakan, jadi rugi kalo ga ngamal banyak banyak di bulan ini. Dari kampus ini saya jadi makinsemangat pas Ramadhan .pertamakali nya saya punya target Ramadhan juga pas masuk kampus. Dan saya jadi ngerti, bahwa Ramadhan itu memang benar-benar istimewa, istimewa dihati cieeeeehh.

Ah  semoga tahun depan, tahun depannya lagi, depan depan nya lagi, saya masih bisa bertemu dengan Ramadhan yang super kece ini. Insyaa Allah. :)
アイサ の ノート © 2014