Pages

Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Mei 2012

Beasiswa: Antara Prinsip dan Kebutuhan

Jumat, 18 Mei 2012

Baru saja saya membuka gmail dan mendapati di Inbox nya ada e-mail dari Info Beasiswa yang kebetulan saya langganan surelnya.

Ini ceritanya, dilema mahasiswa nyari beasiswa yang cocok nih..

Dan saya buka email itu. Taraaaaa~~~~ ada info beasiswa. Saya buka linknya, saya telusuri satu per satu syaratnya dan ternyata memenuhi.

Tapi…

Tapi…

Tapi….

Kok yang nyediain rokoooookkkkkkk T_____T

Dan saya pun dilema.

"Beb, ini Kesempatan ngajuin beasiswa, biasanya elo ketinggalan info mulu. Ini sekali apdet hajar laaah," sebelah kiri saya berbisik.

"Ya Allah, rokok Ma, rokok. Ini uda diperdebatkan pas mentoring agama kemareeen!!!" Sebelah kanan saya ngga mau kalah.

Akhirnya dengan penuh kebimbangan saya mengetuk kamar tetangga kosan saya.
”Am... mau nanya sesuatu...”
Dan si tetangga pun membuka pintu dan menjawab, ”apa?”
Dan saya cerita-cerita deh tentang dilema itu.
”Baru pertamakali dapat info ini eh rokok -_-,”
”Haduh gimana ya, pernah juga dibahas di mentoring dulu,”
Nah lo sama.
”Ada beasiswa lain ngga ma?”
”Ada, PPA paling dari kampus,”
”Eh emang dapat berapa itu beasiswa? PPA berapa?”
”Yang ini dapatnya 750 ribu...setahun. kalau PPA 250 ribu... sesemester...”
”....haduh...jauh....”
Hahaha
”PPA dulu aja ma, dicoba,”

Huf, yasudahlah, tapi saya masih gimana rada gimana, akhirnya saya kembali ke kamar dan nge-SMS bapak.
”Paaak ada beasiswa tapi rokok,”
Dan dibalas, ”Yo dilihat ketentuannya, tapi kalau rokok ya jangan dulu, kan pejuang lingkungan,”

Ah benar... ngga lucu juga kalau anak Teknik Lingkungan sengaja nyari Beasiswa dari Perusahaan Rokok, walau tujuannya untuk menuntut ilmu.

”Ya gara-gara itu pak, rokok, makane ragu,”

Dan dibalas, ”Ya cari yang lain dulu, pokoke jangan ngelanggar prinsip,”

Bapaaakkk nangiiissss T____T

Dari dulu memang ngga bisa ngajuin beasiswa karena hampir semua beasiswa pasti untuk kalangan kurang mampu, dan saya secara TEORI tidak termasuk dalam kategori itu. Saya juga bukan kalangan orang yang BISA DENGAN MUDAH memalsukan identitas diri sendiri untuk menggeser status MAMPU menjadi TIDAK MAMPU. Biarlah mereka menempuh pendidikan yang seharusnya untuk jalan yang baik memakai uang yang seharusnya bukan hak mereka. Selalu saat pengajuan beasiswa yang untuk orang ’biasa’ selalu selalu dan selalu saya ketinggalan berita.

Ya sudahlah, ini cerita datang secara spontan saat ini detik ini juga. Yang terinspirasi ya Alhamdulillah, yang nyadar atau tersindir, bertobatlah, tanggung jawab kalian sepenuhnya kepada Allah yang Maha Esa#jadi emosional.

Semoga ada jalan lain untuk mendapat beasiswa.

Siapa tahu dapat Monbukogakusho hahaahaa#ngareptingkatdewi

Cukup sudaah~~ ini cerita saya detik ini. Ada pengalaman nyari beasiswa jugaa?? :)

Tetap semangat sekolahnya yaaa :) :*

Minggu, 29 Januari 2012

SNMPTN 2012: Pasti bisa kok :)

Minggu, 29 Januari 2012
jleb jleb jlebbbb gambarnya jleb jleb jleb pas iseng ngelihat snmptn.ac.id

ngelihat pendaftarnya ngeri juga yaaakkkk dibanding SNMPTN 2010 yang seingat saya FTSL peminatnya 'cuma' 1900-an dan yang diterima 120. iya sih lebih sedikit pendaftarnya memang pas tahun saya (2010), kan masih ada USM-USM. eh, sebenarnya lebih jleb jleb jleb lagi ngelihat pendaftar di UGM, yang kedokteran umum yang daftar 6000-an... dan UGM menempati urutan pertama sebagai universitas dengan pendaftar terbanyak tahun 2011 loo... ini daftar 10 perguruan tinggi yang paling diminati (2011): 
Tapi ini yang SNMPTN undangan yaakk (dan itb ngga masuk daftar :x)
1. Universitas Gadjah Mada, 34.922 pendaftar
2. Universitas Indonesia, 32.363 pendaftar
3. Universitas Padjadjaran, 27.292 pendaftar
4. Universitas Diponegoro, 23.010 pendaftar
5. Universitas Brawijaya, 21.560 pendaftar
6. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, 19.258 pendaftar
7. Universitas Negeri Yogyakarta, 19.254 pendaftar
8. Institut Pertanian Bogot, 17.203 pendaftar
9. Universitas Negeri Surabaya, 16.655 pendaftar
10. Univesitas Negeri Semarang,16.258 pendaftar

nahaaaa katanya (dan kayaknya) pertempuran SNMPTN 2012 kali ini bisa aja lebih kejam deh. baca ini dan resapi. 

Tapi, tapi, tapi, kakakaaaaakkk saya mau lolos SNMPTN 2012 T-T

tenaaaaannggggggggg pasti ada jalan kok :D 

ini kata-kata favorit kakak saya: kalo mau sukses ya harus pake DUIT, Doa, Usaha, Iman, dan Taqwa.
Terkadang kakak saya yang alay itu #eh keren juga :D

oke, mau berbagi pengalaman?

yasudah deh saya mau berbagi pengalaman, walau waktu saya bisa dibilang lebih gampang daripada tahun sekarang. ehm, mulai dengerin yaakk

Tips buat lolos SNMPTN ya penjabaran dari duit itu sendiri. ini sedkit tips…


Sebelum SNMPTN:
♥ belajar, belajar, dan belajar
Pokoknya harus belajar. Lebih tekankan sama latihan soal saja, karena kalo baca materi, beeeuuuhhhh banyak banget. atur waktu belajarnya, jangan semalem ato dua malem aja buat mahamin materi. (trik khusus: buat TPA (Tes Potensi Akademik), JANGAN BELAJAR INI dalam rentang seminggu sebelum tes dimulai. Kalo saya menganggap si TPA ini sebagai kesenangan. jadi misalnya kebanyakan latihan ini di hari-hari dekat SNMPTN, malah jadi bosen dan ga mood pas ngerjain :D)
♥ pilih jurusan yang tepat
Nah, ini nih harus selektif  hoho. bisa dilihat di snmptn.ac.id berapa peminat, terus kuota tahun sebelumnya, dan lihat juga passin grade per prodi universitas (ini bisa dilihat di masing-masing lembaga les). misalnya kalau latihan soal (bisa didonload di situs latihan SNMPTN misalnya di sebarin bank soal) dan jangan lupa menitin waktunya. dan oh iya, pass in grade (PIG) tiap tahun itu perkiraan untuk masuk ke sebuah universitas itu dengan memperhitungkan jumlah soal yang dijawab#begitulah~. nah, si PIG tiap tahun kemungkinan besar naik dan turun. tambahin kurangin 5% PIGnya buat perkiraan rentang PIG itu untuk latihan :) #eh salah sub, biarin, hehe
♥ doa, doa, dan doa
Kalo masi bingung nentuin jurusan, ato merasa ga sanggup, pake cara ini. Doaaa dan minta petunjuk kepadaNya. Jangan sampai salah milih jurusan yaa... ini cara yang dipakai kalau sudah pasrah dengan usaha maksimal.

Saat SNMPTN
♥ doa
♥ jangan ragu
♥ nyantai ajaaa tapi tetap seriuus

Selesai mengerjakan SNMPTN
♥ tentunya berdoa dan berpasrah kepadaNya, pokoknya kita sudah berusaha, tinggal Dia yang menentukan, yakan? :D

Okeeeee segitu aja tips dan cerita dari saya. Tetap sehat, tetap semangat supaya bisa lolos SNMPTN dan tersenyum bersama, apalagi yang keterima di ITB #eaaahhh.. haha :D

Selasa, 03 Mei 2011

Sedikit cerita tentang FTSL

Selasa, 03 Mei 2011
Siapa yang mau masuk FTSL? Ngakuuuuu!!!  Loh. Malah ngancem. Ehm. Mari kita mulai cerita kita.

Ga usah dalam-dalam yak ngoreknya.

FTSL itu Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Jurusannya ada tiga : Teknik Sipil(SI), teknik Lingkungan(TL), dan Teknik Kelautan (KL). Teknik Kelautan adalah satu-satunya di Indonesia yang dapat akreditasi ABET internasional (ini denger-denger sih. Yang mengajukan di ITB ada tiga: elektro, teknik kimia, dan kelautan. Tapi yang di approve baru KL).

Ehm sebenarnya saya ngga akan bahas tentang FTSL, tapi lebih tepatnya satu matakuliah khusus anak FTSL: PRI atau Pengenalan Rekayasa Infrastruktur. Anak TPB bukan hanya dapat materi dasar, tapi juga materi pengantar untuk ke jurusannya nanti. Semua fakultas ada, dan dapat 2 sks per tahun kecuali SAPPK dengan 6 sks selama 2 semester dan SITH dengan 4 sks selama 2 semester. Beda ceritanya yak SBM sama FSRD hehe.

Ehm. Fokus PRI.

PRI dibagi menjadi enam kelas. Silahkah tiga angka terakhir NIM anda dibagi enam. Sisanya adalah kelas anda. Misalnya NIM 16610100 berarti 100:6= sisa 4 berarti anda kelas PRI 4.

Setiap pertemuan pasti ada tugas. UTS dilaksanakan saat jam pelajaran dan tidak berasa UTS (hheehhe pengalaman). UTS berupa soal uraian analisis dan lucu. Misalnya ada 5 bulir soal, perintahnya : kerjakan 4 soal yang anda bisa. Kalau yang opsional malah milih satu dari dua. Terserah kita.

Nah, daripada mubadzir nih tugas seabrek saya posting aja yaaaa...

Haha. Ternyata postingan ini cuma pengantar mau posting tugas-tugas (ya, biar blognya berguna bagi orang lain juga ^_^ saya kan ngga enak kalau nyampah melulu, haisyh).

Ok. Sekiaan ^_^ 

Selasa, 29 Maret 2011

Dibalik Bidik Misi ternyata...

Selasa, 29 Maret 2011
Selasa, 22 Maret 2011

Hari ini Hari Selasa. Terus???
Agak ‘wah’ karena saya agak syok dengan cerita seorang teman. Sebut saja dia AT.
“Rahma, aku mau ceritaa,” AT berkata setengah teriak saat kami bertemu di perjalanan masuk kelas.
“Iya, nanti ya, buru-buru mau praktek FiDas nih,” aku mendahului AT.
“OK,”

Pulang praktikum, saya ketemu AT di Salman.
”Huuy, katanya tadi mau cerita, kok kayaknya bahagia gitu, hehe,” aku menghampiri AT.
”Ngga jadi ah, ngga penting juga,” AT cengingisan.
”Hayu ah cerita, uda penasaran, juga,”
Akhirnya AT mulai bercerita karena saya terus mendesak.
”Tau ngga Ma, inget ngga, dulu aku kan pernah cerita tuh ngajuin berkas bidikmisi, tadi aku dipanggil ke LK,” AT berkata setengah berbisik.
”Buat apa?” aku masih belum mengerti jalan pikirnya.
”Bapaknya bilang,’kamu mau melengkapi berkas ini tidak?’, nah, saya ditawarin buat beasiswa bidik misi, Ma,”
”He? Jadi dulu itu kamu nyerahin berkas?”
”Iya, iseng aja. Terus bapaknya lagi bilang gini, ’kamu tahu kan gaji orang tua kamu berapa, kenapa nekat mendaftar bidik misi?”,”
”Bapaknya bilang gitu?”
”Iya, terus nanya juga ayahku kerja di perusahaan mana,”
”Lha kamu jawab apa?”
”Saya sih bilang gini,’jujur ya pak, saya berani ngajuin berkas ini juga karena melihat realita yang terjadi, banyak teman saya yang sebenarnya sangat mampu malah dapat bidikmisi, sedangkan teman saya yang kurang malah tidak dapat beasiswa ini’,”
”...terus si bapaknya ngangguk-angguk. Saya ngelanjutin,’pak, kenapa bisa seperti itu? Sebenarnya syarat apa yang bisa membuat mereka yang mampu itu bisa dapat beasiswa bidikmisi?’. Si bapak njawab,’jujur memang ini ada kesalahan sebenarnya. Data yang awal itu sebenarnya tidak diproses secara teliti. Kami dulu dapat desakan dari atas untuk segera mengirimkan data anak yang mendapat bidikmisi, jadi karena deadline, semua itu belum diproses secara lanjut’,”
”...’lalu bagaimana itu yang kaya pak? Kan mereka merampas yang bukan haknya?’. Si bapak njelasin lagi. ’kemarin memang sudah ditelusuri, memang ada pejabat yang anaknya bisa dapat bidik misi. Dalam waktu dekat ini LK akan memfilter data anak bidikmisi. Kemungkinan besar, yang sebenarnya tidak berhak, akan dicabut beasiswanya, bisa juga diminta kembali biaya kuliah yang telah dibayarkan dengan dana bidikmisi’,”
”...terus bapaknya bilang, ’kamu salah kan?’ aku ngangguk. Aku tahu kesalahanku itu ya ngajuin bidikmisi padahal sebenarnya keluargaku masih mampu. Terus bapaknya bilang lagi ,’saya juga salah, membiarkan sembarang orang dapat dana bidikmisi’,”

Aku melongo. Deg-degan, kaget bercampur penasaran. Ada apa sebenarnya dibalik bidik misi ini? Ini tahun pertama mahasiswa dapat bidikmisi, tapi pengolaannya sudah kacau begini. Bagaimana seterusnya???


Wahai orang beriman, tak sepatutnya seorang saudara mengambil hak saudaranya tanpa seizin darinya . Hoi hoi hoi!!!! Lo lo anak-anak borjuis, jangan cuma pengen kuliah gratis dengan biaya ga halal ya, itu hak sodara-sodara lo yang lain. Jangan diambil dong sobs! Begitu juga ortu, pak eRTe, pak Lurah yang bantuin bikin surat keterangan tidak mampu yang sesungguhnya itu palsu. Penipuan sekarang sudah merajalela ni. Hoooi apa kata duniaaaa?????


Dari cerita asli, dengan perubahan tata bahasa.

Jumat, 18 Februari 2011

(copas) SNMPTN Jalur Undangan??

Jumat, 18 Februari 2011
Untuk tahun akademik 2011/2012, calon-calon mahasiswa yang secara akademik berpotensi tinggi dan akan mendapatkan ijazah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas pada tahun 2011 (tahun ijazah 2011) diundang untuk menempuh studi di Institut Teknologi Bandung melalui SNMPTN 2011 – Jalur Undangan. Calon mahasiswa dapat memilih fakultas/sekolah yang dikelompokkan berdasarkan latar belakang materi belajar calon mahasiswa sebagai berikut:

A. Kelompok IPA

1. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
2. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
3. Sekolah Farmasi (SF)
4. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
5. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
6. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
7. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
8. Fakultas Teknologi Industri (FTI)
9. Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
10. Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)

Fakultas/sekolah dari kelompok ini dapat dipilih oleh calon mahasiswa yang berasal dari SMA IPA.

B. Kelompok IPS
1. Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
FSRD dapat dipilih oleh calon mahasiswa yang berasal dari SMA IPA, SMA IPS atau SMK dan sekolah yang sederajat.
2. Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
SBM dapat dipilih oleh calon mahasiswa yang berasal dari SMA IPA atau SMA IPS.
Ketentuan yang berlaku bagi calon peserta SNMPTN 2011 - Jalur Undangan, adalah sebagai berikut :

SNMPTN 2011 - Jalur Undangan ialah mekanisme seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik tanpa ujian tertulis/keterampilan.
SNMPTN 2011 - Jalur Undangan tidak termasuk jalur penelusuran minat dan bakat.
Peserta SNMPTN 2011 - Jalur Undangan adalah SMA/MA/SMK Negeri maupun Swasta.
SLTA peserta SNMPTN 2011 - Jalur Undangan harus terakreditasi A,B, C oleh BAN-SM dan/atau terdaftar pada database SNMPTN 2010.
SLTA peserta SNMPTN 2011 - Jalur Undangan mengirimkan siswa pelamar terbaiknya untuk diseleksi menjadi calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri yang diminati.
Persyaratan Umum Peserta SNMPTN 2011 - Jalur Undangan :
Warga Negara Indonesia
Siswa Pelamar merupakan siswa yang duduk di kelas 12 dengan prestasi akademik konsisten.
Lulus Ujian Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SLTA atau yang setara tahun 2011
Ketentuan Peringkat Siswa Pelamar di Kelas, di SLTA asal yang diperkenankan melamar ke SNMPTN 2011 – Jalur Undangan :
Akreditasi A (Aksel) : 100% terbaik di kelas
Akreditasi A (RSBI/Unggulan) : 75% terbaik di kelas
Akreditasi A (reguler) : 50% terbaik di kelas
Akreditasi B (reguler) : 25% terbaik di kelas
Akreditasi C (reguler) : 10% terbaik di kelas
Memiliki prestasi akademik konsisten di SLTA asalnya dari semester 1 s.d. 5 sesuai dengan ketentuan di atas, dibuktikan dengan rekomendasi dari Kepala Sekolah
Bersedia melunasi biaya pendaftaran SNMPTN 2011 - Jalur Undangan, sebesar Rp. 175.000,-


Persyaratan akademik yang harus dipenuhi meliputi hal-hal berikut:

1) Tidak buta warna total maupun parsial, yang dibuktikan dengan surat keterangan pemeriksaan oleh dokter spesialis mata, bagi calon mahasiswa yang memilih SF, SITH, FTTM, atau FSRD.

2) Tidak buta warna total, yang dibuktikan dengan surat keterangan pemeriksaan oleh dokter spesialis mata, bagi calon mahasiswa yang memilih FITB.

3) Tidak buta warna total maupun parsial, yang dibuktikan dengan surat keterangan pemeriksaan oleh dokter spesialis mata, bagi calon mahasiswa yang nantinya akan memilih Program Studi Kimia (FMIPA), Program Studi Teknik Kimia (FTI), atau Program Studi Teknik Lingkungan (FTSL). Perlu digaris-bawahi bahwa persyaratan ini tidak muncul sebagai persyaratan pendaftaran melalui Panitia Pusat SNMPTN 2011 - Jalur Undangan karena ITB menerima mahasiswa baru tidak berdasarkan program studi tetapi berdasarkan fakultas/sekolah.

4) Bagi peserta seleksi yang dinyatakan lulus, wajib mengikuti kegiatan Program Matrikulasi secara penuh, pada bulan Juni dan Juli 2011.--->Bridging niiihhhh

5) Calon mahasiswa yang dinyatakan lulus diminta hadir sendiri (tidak dapat diwakilkan) untuk melaksanakan Pendaftaran Program Matrikulasi, pada tanggal 31 Mei – 1 Juni 2011. Calon mahasiswa yang tidak hadir pada waktu tersebut, dianggap membatalkan kelulusannya di ITB dari SNMPTN 2011 - Jalur Undangan.

6) Kegiatan Program Matrikulasi bagi peserta SNMPTN 2011 - Jalur Undangan, akan dimulai sejak pelaksanaan pendaftaran peserta, tanggal 31 Mei s.d. 22 Juli 2011.

7) Program Matrikulasi akan berisi perkuliahan yang berfungsi sebagai sarana Adaptasi, Pemetaan Potensi, Pembekalan Calon Mahasiswa, Pembinaan Karakter, Pengenalan Lingkungan Kampus, dan Penyetaraan Kemampuan Akademik bagi calon mahasiswa sebelum memulai kegiatan perkuliahan di ITB.


Ketentuan Pembiayaan
Sebagaimana dimaklumi, penyelenggaraan program pendidikan memerlukan pembiayaan yang memadai. ITB berkewajiban untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi dalam bidang studinya masing-masing, oleh karena itu diperlukan sumberdaya dan proses pembelajaran yang juga berkualitas tinggi. Satuan pembiayaan (unit cost) menjadi dasar perhitungan pembiayaan penyelenggaraan program pendidikan. Berdasarkan perhitungan, satuan pembiayaan pendidikan di ITB rata-rata Rp 27 juta/mahasiswa/tahun. Artinya bila seorang mahasiswa lulus tepat waktu (4 tahun) diperlukan biaya sebesar Rp 108 juta per mahasiswa. Berikut ini adalah ketentuan pembiayaan yang perlu diperhatikan:

1) Biaya pendidikan terdiri atas komponen Biaya Penyelenggaraan Pendidikan yang dibayar di Muka (BPPM) yang di bayar sekali dan komponen Biaya Penyelenggaraan Pendidikan per Semester(BPPS) yang dibayar setiap awal semester.

2) Untuk tahun 2011 BPPM ditetapkan Rp 55.000.000,- per mahasiswa dan BPPS Rp 5.000.000,- per mahasiswa per semester. Khusus untuk calon mahasiswa yang diterima di SBM, BPPM ditetapkan Rp 80.000.000,- dan biaya SKS sebesar Rp 750.000 per SKS atau BPPS nominal sebesar 18 SKS x Rp. 750.000,- per SKS = Rp. 13.500.000,-.

3) Subsidi 100% baik BPPM maupun BPPS diberikan kepada mahasiswa baru yang berasal dari keluarga golongan ekonomi lemah dengan penghasilan keluarga yang tidak memungkinkan membiayai studi anggota keluarganya di perguruan tinggi. Sesuai dengan ketentuan pemerintah, ITB mempersiapkan subsidi 100% ini bagi minimum 20% mahasiswa yang akan diterima, yakni untuk lebih dari 600 mahasiswa baru, termasuk untuk mahasiswa baru SBM.

4) Orang tua yang memerlukan bantuan untuk pembiayaan putra/putrinya atau penanggung jawab pembiayaan calon mahasiswa yang diterima di fakultas/sekolah bukan SBM, dapat mengajukan permohonan subsidi untuk pembayaran BPPM yang akan dipertimbangkan sesuai dengan bukti-bukti yang menunjukkan kemampuan ekonomi orang tua. Besarnya subsidi akan bervariasi: 25%, 50%, atau 75%. ---> Ga Mutlak kita harus bayar 55 jeti

5) Semua calon mahasiswa yang mendaftar pada SNMPTN 2011 - Jalur Undangan harus mengisi dan menyerahkan Formulir Kesediaan Pembayaran BPPM ITB 2011 yang di dalamnya termasuk permohonan subsidi, paling lambat pada hari Jumat, 18 Maret 2011, pukul 15.30 WIB.
§ Formulir Kesediaan Pembayaran BPPM ITB 2011 dapat diunduh di alamat http://www.itb.ac.id/usm-itb/form-bpm-2011.pdf
§ Formulir Kesediaan Pembayaran BPPM ITB 2011 yang telah diisi lengkap dikirimkan melalui kantor pos/faksimili/e-mail atau diserahkan sendiri ke alamat :
Loket Direktorat Pendidikan ITB
Gd. CCAR ITB lt. 1
Jl. Tamansari no. 64 Bandung 40116
Telp.: 022-2508519, 022-4254016
Faks.: 022-2508519
E-mail: usmitb@pusat.itb.ac.id
§ Peserta yang tidak menyerahkan Formulir Kesediaan Pembayaran BPPM ITB 2011 pada tanggal yang telah ditetapkan, secara otomatis dianggap membatalkan keikut-sertaannya pada SNMPTN 2011 - Jalur Undangan. Peserta dapat memeriksa status pengiriman Formulir Kesediaan Pembayaran BPPM ITB 2011 di alamat http://snmptn.akademik.itb.ac.id.

6) Di samping BPPM dan BPPS, calon mahasiswa yang diterima melalui SNMPTN 2011 - Jalur Undangan, akan diwajibkan untuk membayar biaya pelaksanaan Program Matrikulasi dan biaya pendaftaran Mahasiswa Baru yang besarnya akan ditentukan kemudian. Namun bagi calon mahasiswa peserta SNMPTN 2011 - Jalur Undangan yang menerima subsidi BPPM dan BPPS sebesar 100%, akan dibebaskan dari kewajiban membayar biaya pelaksanaan Program Matrikulasi dan biaya Pendaftaran Mahasiswa Baru.

7) Khusus bagi peserta program Kemitraan Nusantara (KN-ITB 2011), dipersilahkan untuk menghubungi Person In Charge (PIC) di masing-masing Perusahaan Mitra ITB/Pemerintah Daerah yang mensponsori calon mahasiswa yang bersangkutan. Bagi peserta program KN-ITB 2011, besar BPPM yang harus dibayar adalah Rp. 65.000.000,- untuk peserta yang diterima di fakultas/sekolah bukan SBM atau Rp. 80.000.000,- untuk peserta yang diterima di SBM.

8) Bagi calon mahasiswa yang sejak awal hanya berminat untuk memilih Program Studi Astronomi (FMIPA), Program Studi Meteorologi (FITB), dan/atau Program Studi Oseanografi (FITB) dapat mengajukan permohonan Beasiswa Minat berupa subsidi 100% BPPM. Untuk itu pemohon harus menyerahkan Formulir Pilihan Program Studi ITB yang dapat diunduh dari situs http://www.itb.ac.id/usm-itb/form-prodi-2011.pdf paling lambat hari Jumat, 18 Maret 2011, pukul 15.30 WIB. Formulir yang telah diisi lengkap dikirimkan melalui kantor pos, faksimili, e-mail, atau diserahkan sendiri ke alamat:
Loket Direktorat Pendidikan ITB
Gd. CCAR ITB lt. 1
Jl. Tamansari no. 64 Bandung 40116
Telp.: 022-2508519, 022-4254016
Faks.: 022-2508519
E-mail: usmitb@pusat.itb.ac.id


Sudah Jelas kahh??? Info ini copas langsung dari web resminya ITB: http://www.itb.ac.id/usm-itb/itb-undangan.htm kalo mau ngecek lagi, sookk atuuuhh

Bidik Misi Telat Turun!!! T.T

Ini sebenarnya bukan kisah saya, tapi kisah teman-teman saya...

dimulai dari hari itu... (Halaaah)
"Hoi, sekarang bidik misi ngga dikasih langsung, tapi per bulan," si Nadiyatur ngabarin ke Reni. Kebetulan sohib dekat saya dua-duanya anak Bidik Misi semua. Nah, jadi walo saya bukan anak Bidik, tau lah dikit-dikit tentang Bidik Misi. 
"Waaa, ga enak, malah enakan kalo dapat enam bulan sekali, bisa langsung lari ke mana-manaa," itulah beberapa alasan anak bidik yang tiba-tiba punya barang 'wah'. mereka dulu langsung dapat 4,2 juta (yang ga ikut bridging) dan pada lari ke BEC beli BB lah, leptop lah... yaaa gaya anak mude sekarang, hohoho (gaya abah-abah betawi, xixixi), jadi jangan suudzon dulu yei, *huhuhu, kayak saya dulu, kebanyakan suudzon

Ehm, kembali ke topik permasalahan.

HOI HOI HOIIIII
Uang Bidik Misi Telat turuuuuuunnnn!!!!!
Teman-teman anak bidik yang ngekos pada protes, haaa, kantong kempes banyak utang dan hampir sekarat (mode lebai: on). Inget cerita si Temen yang dulu tiap hari ke LK (lembaga kemahasiswaan) yang ada di  CC Barat tiap hari nanyain Dana Bidik Misi kapan turun, hahaha, si petugas sampe gerah karena si Temen keseringan sana , dengan pertanyaan yang sama dan selalu dapat jawaban yang sama pula, lalu si petugas kegerahan, dan si Temen dapat voucher makan gratis di kantin Borju, hhaaaa...

Ini cerita si Nadiyatur pas ada SMS berita bidik misi buat kumpul di CCB. Katanya suruh konfirm ke LK buat keterlambatan dana bidik misi, tapi pas ke sana, malah petugasnya bilang dia ngga tau apa-apa. padahal CCB uda penuh sama anak Bidik yang mengerang pengen dana turun, eh.. ternyata kumpul di sana cuma isu. sediihh..

Inget pas ketemu anak bidik di jalan, pasti tujuannya LK melulu, haaa, 
"Mau ke mana?" (mode translate dari bhs jawa) si Nadiyatur nanyain teman saya dari Kediri.
"Mau ke LK,"
si Nadiyatur ketawa.
Saya yang agak ga denger si temen ngomong apa, terus tanya ke Nadiyatur, "Ke mana tadi, Nad?"
Dia cekikian sambil jawab, "Ke LK buat doa bersama agar bidik misi cepat turun,"

Hahhaaaaa apa sampai segitunya??

Ini doa bersama...

Ayo laah... Bidik Misi cepatlah turun, saya ikut prihatin, T.T

Jumat, 04 Februari 2011

Ngomongin Jalur Masuk

Jumat, 04 Februari 2011
Hoi hoi hoi kalian semua. kali ini saya akan membahas sesuatu yang penting, hehehe. kelihatan ya kalo saya sering nyampah di blog.

kali ini saya mau ngomongin jalur masuk Universitas Negeri di Indonesia. nah. tahun ini tuh beda sama tahun tahun yang lalu, karena taun ini cukma ada satu jalur masuk, yaitu SNMPTN atawa Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri. ngga ada juga istilah PMDK lagi, tapi diganti sama SNMPTN undangan.

gimana kalo mau ngajuin beasiswa?

kalo itu, sebagian pake SNMPTN undangan, sebagian ngajuin pas uda keterima. 

Sok atuh simak dulu artikelnya, walo agak basi hehe. ini ngopi dari email Widya Kelana nih...

Kamis, 13 Januari 2011 | 15:20 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung - Institut Teknologi Bandung menerapkan sistem baru penerimaan mahasiswa. Mulai tahun ini ITB menghapus jalur khusus seleksi mandiri. Sebagai gantinya, panitia seleksi nasional mengundang siswa pintar dari berbagai SMA se-Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, dan Alumni ITB Hasanudin Zaenal Abidin mengatakan penerimaan mahasiswa baru sekitar 3.200-3.300 orang tahun ini terbagi dua. Pertama, 60 persen akan diterima lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan. Sisanya melalui jalur SNMPTN jalur ujian tertulis dan keterampilan.

Seleksi jalur undangan berdasarkan prestasi akademik siswa saja selama di SMA, tanpa tes masuk tertulis. Mekanismenya, kata Hasanudin, panitia SNMPTN akan mengundang siswa-siswa pintar di berbagai sekolah untuk masuk ITB. "Sekolah itu minimal harus berakreditasi B atau bermutu baik seperti sekolah internasional," ujarnya di Gedung Rektorat ITB, Kamis (13/1).

Setelah itu, sekolah akan mengirim data siswa pintar di sekolahnya. Namun kuota siswa dan syarat rankingnya per sekolah hingga kini belum jelas. Panitia seleksi kemudian mengirimkan data dan pilihan kuliah siswa itu ke ITB. "Panitia dari ITB nanti yang akan menyeleksi berdasarkan prestasi akademiknya," katanya.

Syarat seleksi akademik itu yang utama adalah nilai rapor dan hasil ujian nasional siswa. Syarat tambahan yang menjadi pertimbangan ITB di antaranya prestasi alumni dari sekolah tertentu selama kuliah di ITB.

Adapun jalur ujian tertulis dan keterampilan, sama seperti pelaksanaan SNMPTN sebelumnya. Menariknya, fakultas dan sekolah yang selama ini menerima mahasiswa dari jalur mandiri seperti Fakultas Seni Rupa dan Desain serta Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, nantinya juga harus berdasarkan hasil tes SNMPTN selain uji keterampilan seperti menggambar.

Menurut Hasanudin, kebijakan baru ITB ini mengacu Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 34 Tahun 2010.

ANWAR SISWADI



Terus, syarat pengen masuk lewat SNMPTN undangan itu, harus direkomendasikan dari sekolah, dengan syarat akademik siswa tsb masuk 25% peringkat teratas di kelas, begitu....


Kemarin sempet bingung karena ada refisi terus menerus di website ITB sendiri. pas presentasi aja, dari sekolah pertama sampe sekolah terakhir, isi materinya beda, hehehe. okai, just it. 

Sabtu, 15 Januari 2011

Beda ITB dengan Universitas Laen???

Sabtu, 15 Januari 2011
a. Nama, dong!
Lihat saja, namanya kan ’Institut’ bukan ’Universitas, :P. Indonesia cuma punya tiga Institut (yang negeri dan masuk di daftar SNMPTN 2010), satu Pertanian (IPB), dan dua Teknik (ITB dan ITS). Menurut buku tafsir Rachmaninnoff (perasaan iki nama musik klasik, :P) halaman 1564, Institut itu katanya memfokuskan perkuliahan pada titik tertentu, yang mana titik kefokusannya itu susah untuk dipengaruhi suatu medan gaya yang sangat besar (jangan dipercaya, ini). Hohoho. Biasane, ’Institut’ itu lebih konsentrasi sama program tertentu. Misalnya IPB, khusus yang buat pertanian, kalo ITB sama ITS kan cuma buat sains dan Teknik. Tapi disini, ITB juga nyediain program Seni rupa dan manajemen. Kalo universitas, misalnya UI, kan kayak gado-gado, campuran teknik, sains, bahasa, dan sebagenya.

b. Masuk Fakultas dulu, baru Jurusan
Kalo liet buku passing grade dari bimbel, coba cari deh ITB, pasti list program studi nya paling sedikit dibanding universitas lainnya, karena itu passing grade fakultas/sekolah, bukan jurusan. Kita punya 12 Fakultas, 10 IPA, 2 IPS. Nah, kalo SNMPTN dan USM, milihnya kita bukan langsung milih jurusan, misalnya matematika. Di ITB kita harus ambil di Fakultas dulu, FMIPA. Kalo OSPEK, kita ngga ospek kaya univ laen di Semester satu, tapi ketika semester tiga, setelah masuk ke jurusan di fakultas/sekolah itu.

c. Ada program TPB
Beda banget nih, hampir ga ada di universitas lainnya. Di sini kalian seperti kelas penyetaraan. Lamanya 2 semester ato satu tahun. Kayak SMA kelas 13 lah, hehehe (ki kata-katane ngambil dari buklet wika). Di sini mempelajari kalkulus, Fisika dasar, Kimia dasar, pengenalan teknologi informasi, bahasa inggris, sampe olahraga. Kata kakak angkatan, TPB itu Tahap Paling Bahagia, laaaahh....

d. Kampusnya cuma satu
Bedanya nihh... misal di UNS ya, ada lebih dari 3 kampus. Misal kampus buat Fakultas keguruan di sini, buat yang MIPA disitu... nah, di ITB cuma ada satu kampus, di Jalan Ganesha 10 Bandung. Tapi mau ada kampus khusus anak TPB dan jurusan yang 'bertema' lingkungan didepan kampus UnPad yang di Jatinangor. Halah, anak ITB memang tak bisa terpisah dari anak UnPad, hahaha. 

e. UTS dan UAS yang berlarut-larut
Ini... ini nih. Biasanya kan kalo Test itu seminggu penuh, nah, kita anak TPB beda sendiri. UTS nya itu setiap hari Jum’at selama kurang lebih 3 bulan. Bayangkan itu, pemirsaaa!!!

Ada enak dan ada nggak enaknya. Enaknya= kita bisa berkonsentrasi belajar selama seminggu penuh, ga ada acara SKS ato sistem kebut semalam, adanya sistem kegiatan seminggu (maksaaaaa). Jadi, bisa lebih maksimal (tapi dilihat dari saya, podo wae jano, ngga ngefek, hehehe. Dasar ini saya saja yang bebal)

Nggak enaknya= stres kita berlarut-larut. Bayangkan, selama 3 bulan itu kita begitu-begitu saja, hiks.. T.T

Onggih...Kalo suda tingkat 2 ato lebih, biasanya UTS tergantung dosen, dan bisa saja satu hari itu ada 3 UTS. OMG! Bisa aja hari ini kita selesai materi ini, kemudian pas mau pulang, dosen berkata,”Besok kita UTS ya,” dan mahasiswa dan mahasiswi hanya melongo tak percaya. (niki mode lebay= ON. Ketoe dereng wonten kejadian begini. Palingan ada Quiz).

f. Secara Normal, ITB ngga ada program Diploma
Hoaaaa...hhh.... Saya pas pertamakali masuk ITB, lihat ada pintu yang tulisannya ”bagi mahasiswa baru D3 Metrologi harap .....” saya ngga hapal tulisannya. Emang ITB punya jurusan Diploma? Terus saya tanya si Uli yang anak SMA 3 Bandung, ”Ul, ITB itu ada program Diploma nya, ya?” si Uli menggeleng. ”Wah, saya malah ngga tahu, Rahma. Lihat dimana?” Si Uli malah balik nanya.

Saya memang ga yakin kalo ada proogram diploma di ITB, hehehe, sampai suatu hari....
”Rahma dari Solo, kan?” Temen nanya, pas saya dlosoran di area khusus akhwat di Salman. Saya mengangguk.
”Berarti kenal ini, dong?” dia lalu nunjuk temen yang disampingnya. Ada mbak-mbak kecil. Saya senyum, dia juga senyum.
”Rahma,”
”Astri,” kami berjabatan. “Dari SMA mana?”
“SMA 1, mbaknya SMA mana?”
”Lhoh,” si mbak melongo. ”Saya juga dari SMA satu,”
”Iki piye to, lhawong dari satu SMA kok ndak kenal,” si temen malah ketawa.
”Saya angkatan 2009 kok, tapi baru masuk ITB ya tahun ini,” si mbak menambahkan.
”O... makane, mbak. Mbaknya jurusan apa? Kok ngga ikut WiKa to mbak?”
”Saya FTI, jurusan D3 Metrologi. WiKa itu op, dek?
”Lah... jurusan opo, kui? Ndak tahu, saya. WiKa itu paguyubannya anak Solo yang kuliah di ITB. Nomernya berapa? Nanti saya kabari kalao ada kabar pertemuan WiKa,” Akhirnya saya dan mbak Astri bertukar nomer henpon.

Begitulah pertemuan saya mengenal D3 Metrologi. Nek diceritakan, mesti panjang banget, hehehe.

Oiya, D3 Metro ini kerjasama sama kementrian perdagangan, dan lulus langsung dapat kerja alias ikatan dinas (ouyeaaaahhh), dan ini cuma dibikin tiga angkatan. Angkatan taon 2009, 2010, terakhir taon ini, 2011. hayuuu, sok atuh daftar. Kuotanya 50 orang saja.

Tahun ke empat, katanya (kata mbak Astri) mau dipindah ke UGM, karena kan secara struktural, ITB memang ga punya program Diploma. Oiya, UTS D3 Metro berjalan normal, yaitu seminggu penuh.

Begitulah sekelumit perbedaan antara ITB dan Universitas laennya. Kalo ada yang mau nambahin, sok atuh...

Selasa, 02 November 2010

Beasiswa ITB???

Selasa, 02 November 2010
Assalamualaikum teman-teman…

Hahaha. Lama ga posting ni blog dengan hal-hal yang berguna. Biasanya cuma spamming, hehehe. Jarang nulis nih, sibuk ini itu. (sudah sudah) ehm, kali ini saya mau ngasi info tentang ITB. Si Fathin or Ida temen SMP pengen masuk ITB (karena pengaruhku, hahaha) tapi ambil jalur beasiswa. Dia pengennya astronomi atawa teknik fisika. Tapi aku nyaraninnya masuk metalurgi (hahahaha, isinya cowok semua tuh). Sebenere dia sukanya biologi, tapi kan di ITB, SITH ga masuk daftar beasiswa minat. Kalo tetep pengen itu, disaranin masuk lewat jalur beasiswa bidik misi dah. Si Ida ini pinter lo, masuk SMA N 4 program IMERSI, dan sampe detik ini dia selalu peringkat satu pararel. Ckckck. Hahaha, coba saya. Kalkulus hancur gara-gara trigonomeri terkutuk. Jaaah... 

Ehm. Kembal ke topik awal.
ITB itu punyan dua jalur masuk umum: USM daerah sama USM terpusat. Kalok dulu sih USM daerah diadain maret kalo ga salah. Kalo USM pusat itu deket-deket setelah pengumuman UM UGM laah. Coba tebak, berapa harga formulir USM??? 850 ribu kawan kawan!!! Huaaaa

(saya kali ini ngomongin jalur biasa)
Soal formulir itu pernah di sindir sama bang One di TVONE lho, hehe. “formulir kok mahal amaaaat”

Iya nih ITB, (jaaaah).. tapi sindiran itu ga tentu benarnya kok. Itu nyindir karena mungkin bermaksud untuk “membela” kaum yang agak tidak mampu buat ngikutin tu seleksi masuk, padahal...

ITB juga menyediakan formulir gratiss kok bagi yang ga mampu, dan juga segudang beasiswa untuk ekonomi lemah. Sampe ada kalimat gini “HARAM bagi kalian yang ga mau masuk ITB karena terhalang BIAYA”

Bener banget tuh. Ini nih saya kasi tau,
Beasiswa ITB itu bermacam-macam. ((kasarnya, 1 dari 4 anak ITB itu dapet beasiswa). Mulai dari BIUS (Beasiswa ITB Untuk Semua, dari ikatan alumni ITB. dapat 500ribu perbulan tapi belum termasuk uang buat ngontrak plus gratis uang kuliah), BIDIKMISI (jatah buat ITB 400 an. Pas awal-awal masuk kuliah baru keisi 90-an, alhasil sebagian gede anak BIUS-maaf, link masih buat pendaftaran tahun lalu- dialihkan ke bidikmisi), BEASISWA EKONOMI (jatahnya 90), beasiswa MINAT (khusus jurusan jarang dan dibutuhkan= Oseanografi, Astronomi, Metalurgi, Teknik Fisika) sampe PENINGKATAN POTENSI AKADEMIK. Masih ada juga beasiswa SKS, biaya hidup dari 250ribu-800rb sebulan, beasiswa kemitraan perusahaan(ada temennya si Nadiyatur dapet dari Chevron ato TOTAL gitu, ampe 25 juta setaon). sebenernmya ada beasiswa PELOPOR, itu dari pemda (yang dari pemda jabar, hamper semua juga, dialihin ke bidikmisi, tapi setelah cair dialihin lagi ke PELOPOR).
Banyak kan beasiswanyaaaaa… sok atuh, daftar di ITB… hahaha.

USM ITB yang daerah itu diadain di Magelang kalo di Jawa Tengah. Kalo USM Terpusat itu di bandung ITB nyah itu, hahaha. Makannya, lolosin aja tuh yang USM daerah.

Kalo lulus lewat USM daerah untuk yang lewat beasiswa sama kemitraan perusahaan, waspadai yang namanya program BRIDGING. Itu pokoknya simulasi kuliah selama kurang lebih 1 setengah bulan. Anak yang beasiswa itu ga bayar, tapi yang kemitraan perusahaan itu bayar (6 jeti, buuukk. Sudah biasa, orang kaya, hhaa). Buat yang anak beasiswa itu, dapet uang lho, sebesar 700ribu per bulannya, itu ternyata diambil dari jatah uang beasiswa bulan berikutnya. Huhuhu. Sedih T.T. temen saya banyak yang protes. Udah cairnya telat, ini juga dipotong 1,4 juta. Huaaa. Taon ini turun bulan September awal. Jadi siap-siap bawa uang dulu buat kesehariannya. Kalo perlu ngutang sama kakak angkatan, hehehe.

Oiya, yang USM daerah program beasiswa itu, nentuin jurusannya kalo uda ikut bridging. Jadi bridging itu juga akan diambil nilaina buat bersaing sama anak-anak lainnya. Tapi misalnya nilai kalian uda mencukupi buat masuk ke jurusan tersebut, ga usah ikut bridging lagi. Misal ni si Kery, dia lolos USM daerah jalur beasiswa pelopor, tapi dia ga ikut bridging, soalnya nilainya uda mencukupi buat masuk fakultas SITH.

Kalo cerita SNMPTN mah beda lagi, hahaha. Panjang mah ceritanya. Sebenernya peluang paling gede tu masuk lewat jalur ini. Soalnya perbandingan USM daerah : USM terpusat : SNMPTN itu 30%:30%:40%. Kaaannn.. tapi teteeeep aja pendapat orang tu gini, “Rahma hebat ya, masuk lewat jalur SNMPTN”
Jailaaaahh.. hebatan mereka, lagi, lewat jalur khusus yang menguras biaya tersebut.

Biaya BPM (istilah kasarnya sumbangan sukarela):
-buat USM daerah: MINIMAL 55 juta, tapi buat SBM, MINIMAL 80 juta.
-buat USM terpusat: MINIMAL 25 juta, tapi barangsiapa yang mendaftar di USM daerah dan belum keterima, maka MINIMALnya juga 55 juta. Ini yang bukan beasiswa loo
-buat SNMPTN: MINIMAL 0 juta. Hahahaaaa...saya ngisi yang itu. Soalnya ITB bilang gini, ”biaya BPM samasekali tidak mempengaruhi hasil test”. Yuuuppp betul sekali. ITB konsisten sama kata-kata ini. (ga kaya UGM sama UNAIR, huuu.. katanya katanya lhooo... kalo pengen masuk KU Unair, bawa aja tuh, mobil ambulans, trus sumbangin ke sana, pasti keterima. Haaaa/ kalo UGM, isi aja sumbangannya 500 juta, keterima dahh. Ceritanya si temen yang anaknya biasa aja, isiin sumbangan 500 juta, eh, keterima. Padahal temen yang pinteeeeerr banget pun ga keterima. Trus ada temen lagi. Cuma iseng iseng isi 250 juta, eh, keterima, tapi akhirnya dilepas karena ga punya uang sebanyak itu.)

Kalo untuk anak beasiswa, GRATIS biaya formulir, GRATIS uang kuliah selama 4 tahun penuh, GRATIS biaya hidup sebesar 700 ribu per bulan. Jailaaaahh... enak boooo

Kalo yang minat ntar saya sercing sercing dulluw. Okeyh. Sampe di siini duluww.. hahahaha. Seee yooouuuu... muaaaachhh


*pertanyaan? Komentar? Klik pos komentar yak… insya.allah saya bales dah. huaahhaahhaa

Jumat, 25 September 2009

puisi oh puisi

Jumat, 25 September 2009
kabar baru. aku kehabisan kata-kata. betapa susahnya hidup ini kalau tidak ada internet. hehehe. susah sekali. aku dapat tugas memprosakan puisi. puisi biasa mah gampang, tapi ini ceritanya lain. ini puisi karya si Situmorang, yang judulnya Malam Lebaran. di sana diceritakan.... dalam satu baris! Bulan di atas Kuburan. mulanya aku mengira kalau masih ada baris lainnya. eh ternyata ga ada...
untung ada internet ya... hehehe.. untuk referensi aku ambil dari:
http://god-hack-me-plz.blog.friendster.com/2006/10/malam-lebaranbulan-diatas-kuburan/
mungkin bisa membantu teman-teman se angkatanku yang kupaksa buka blog-ku.. hehehe.
sekian... (ha?)
アイサ の ノート © 2014