Pages

Selasa, 05 November 2013

Terus Bergerak!!

Selasa, 05 November 2013
Kalau sedang galau, sedang tidak dalam kondisi yang memungkinkan, apakah itu bisa jadi alasan untuk ‘tetap ditempat’? Tidak. Kita harus bergerak, harus terus bergerak.

Hey, mereka memandang rendah, mereka meragukanku, bahwa aku tidak bisa melakukan apa-apa!!!

Ah, acuhkan saja. Mereka itu siapa? Siapa mereka? Mereka hanya sekumpulan makhluk yang tidak mengetahui apapun dari dirimu. Hanya Kau dan Tuhanmu lah yang mengerti tentang keadaanmu yang sebenarnya. Terus saja bergerak, terus saja melangkah. Abaikan abaikan abaikan segala caci maki dan kalimat yang merendahkan itu. Percaya saja, kau pasti bisa! Halangan seperti ini tidak akan membuatmu runtuh, kan?

Tatap ke depan, dan terus berjalan. Tetap bergerak dan teruslah bergerak. Gapai semua impian yang kau inginkan, dan kau akan temukan kebahagiaan. Dan kau akan temukan kebahagiaan.  

DNA – Monkey Majik

Sebenarnya Monkey Majik sudah mengeluarkan album ini sejak tanggal 16 Oktober kemarin, tapi saya baru bikin ulasannya sekarang. Kyaaa suka banget sama album ini~~ huhu pengennya beli albumnya yang asli tapi ngeliat harganya…. ehm. Baiklah, mungkin nunggu ke Jepang dulu kali ya biar ga nambah ongkos kirim yang super mahal haha…..ngayal -_-. Baiklah, saya akhirnya ngedonlot albumnya yang muncul beberapa hari kemudian di internet. Semoga nanti bisa punya album yang asli yaaaa T^T
 
gambar diambil dari folder donlotan
Di album ini berisi lagi-lagu yang menurut saya terbilang “fresh”. Beberapa orang sependapat dengan saya, kalo album ini punya “rasa” yang agak beda dari album-album sebelumnya. ga tau ya~~ ini pendapat saya lho, karena saya bukan ahli dalam bidang membanding-bandingkan seperti ini -_-.

Alive adalah lagu yang pertamakali bocor. Muncul di iTunes dan dijual duluan, jadi saya paling akrab sama lagu ini. Daaaan pas pertama dengerin langsung muter ini lagi lagi lagi dan lagiiii~~~ addict banget *atau saya yang terlalu freak?. Pas ndengerin Alive, saya bayangin MV nya itu orang kantoran yang jenuh sama pekerjaannya terus pas kerjaannya selesai dia seneng-seneng hehe tapi ternyata ngga begitu -_-. Beberapa waktu kemudian MV nya muncul dan taraaa~~ begitulah.

Di album ini ada lagu baru dan juga ada lagu lama. Ini list nya:
1. Free to Fly
2. Forever Young
3. Suna no Shiro (white sand)
4. Alive
5. Don’t Wake Me Up
6. Gravity
7. Polygon
8. Save the Last Dance
9. Traveler
10. If
11. The Apprentice
12. Story
13. Headlight – monkey majik japan tour
14. A Christmast Song

*Yang di atas ga urut track nya ya

Di album ini ada 14 track, sembilan lagu baru dan lima lagu lama. Terus terus terus, apa lagu favorit ane?? Hhaha, saya paling suka sama Free to Fly, yang kedua Alive, yang ketiga Forever Young, dan yang ke empat Suna no Shiro. Eh? Kok ga semua? Aku suka semuanya koook tapi yang paling sering diputar empat itu. coba aja sendiri :3. ini karena saya merindukan lagu baru *apasih -_-

Sudah di bilang tadi, irama yang didengarkan kayak bukan Monkey Majik yang dulu. Pertama denger kayak nyrempet ke country terus pernah jadi inget musiknya Owlcity. Tapi kalo didengerin berkali-kali, jadi kerasa lho :D –semoga kalian mengerti apa yang saya maksud. Dan BTW, semua lagu baru itu saya nangkep ’isi’ dari semua lagu itu hampir sama. Bercerita tentang melepaskan kepenatan dari hidup, lalu melakukan hal yang disukai. Begitu. Ehtapi saya belum baca translate nya lho bahkan -_-. Cuma asal ikut nyanyi dan belum berniat untuk mengartikan sendiri haha.

Oh ya btw lagi, di album ini lagu barunya agak ‘miskin’ dengan judul bahasa jepang. Yang pake judul jepang cuma Suna no Shiro doang~~ ya udah lah ya yang lagu lain juga ada jejepangannya kok tenang saja hehe.

Oke, baiklah. Mungkin sekian review ga jelas dari album DNA dari Monkey Majik. Selamat mendengarkan :D


Senin, 28 Oktober 2013

HALO JEKARDAH!! –PART 1 (Bagaimana Cara ke Jakarta dari Bandung)

Senin, 28 Oktober 2013

Halo halo!!! Bagaimana kabarnya?? Baik? Sehat? Semoga selalu dalam kondisi yang menyenangkan yaa aamiin :D. BTW, udah lama saya ga memposting sesuatu yang fresh #plaak hehe. Maksudnya disini, saya kemarin-kemarin lagi sedikit suka nyastra nih uhuk :3 dan sekarang mau balik lagi ke dunia nyata: kembali lagi.

Baiklah, minggu kemarin saya UTS, jadi ga posting yang aneh-aneh *padahal postingan sebelumnya saya post pas UTS lho hoho* jadi saya sekarang memutuskan untuk posting curcol kyaa #lemparsendal

Minggu, 27 Oktober 2013 ada satu acara di Jakarta, namanya Japan Education Fair yang diselenggarakan oleh JASSO. Apa itu JASSO? JASSO adalah Japan S* S* Organization :3. Education Fair ini diselenggarakan dua kali lho, yaitu di Surabaya tanggal 26 nya, dan di Jakarta tanggal 27 nya. Beberapa hari sebelum ke festival ini, saya berfikir panjang. Kenapa harus di Jakarta?? Saya baru ke Jakarta satu kali pas study tour SMA, belum pernah kesana lagi ._. harus naik apa? Gimana nanti nasib saya disana? *abaikan

Oke, akhirnya tetap ke sana juga, bersama kakak Ayik yang ternyata mau ke event JASSO juga. Kyaaa akhirnya ada teman kyaa ke Jakarta kyaaa naik busway kyaaaa *sebenarnya transjakarta sih, busway itu jalurnya -_-

Baiklah, saya disini mau berceloteh tentang dua hal: perjalanan kami, dan acara itu sendiri. Yak oke, saya mau cerita yang pertama yaa~~

Karena kakak anak UNPAD Jatinangor, jadinya kami berangkat dari Jatinangor hehe. Oh iya, lokasi event JASSO itu di Jakarta Convention Center di Senayan (jalan Gatot Subroto). Kami berdua SUPERDUPERBUTA Jakarta. Untung sih ada google, jadi kita donlot gambar jalur busway transjakarta dan mengira-ira bakalan naik yang jalur mana. Lihat jalur kayak gitu aja udah bingung apalagi nanti lihat jalur shinkansen yak?? *menghayaldanmenerawang

Baiklah, jadi kita harus bagaimana untuk mencapai Jakarta??? Itu, tahap pertama sudah saya kasih tau. Katakan peta! Dan begitulah #plaak. Oke, saya akan sedikit lebih serius. Jadi setengah tujuh pagi kami –aku dan kakak pergi ke pertigaan Cileunyi dan nunggu bis PrimaJasa (bisa pake Tasik-Jakarta atau Garut-Jakarta). Pilihan jatuh ke bus ini karena lebih murah. Mau tahu harganya berapa? Buat satu kali jalan Cileunyi – Jakarta, kita cukup bayar 30ribu. Bandingin sama kereta yang 45 ribu (seat terbatas) dan travel yang nyampe 75ribu. Oh iya, bus ini tipenya AC Ekonomi. Pake AC tapi seatnya agak sempit. Ga apalah ya, saya kan kurus (ini bohong kok, tapi beneran ga masalah. Ukuran seat nya masih normal). Di bus ada pembatasnya, yang bagian belakang adalah smoking area. Ga terlalu ganggu menurut saya. Tapi masi rada bau rokok ._.

Setelah naik bus kira-kira dua jam, sampai lah kami pada pangkalah PrimaJasa. Letaknya di dekat PGC atau Pusat Grosir Cililitan. Yak lanjut ke step dua: naik transjakarta yeay!!!

Naik transjakarta cukup dengan 3500 rupiah sekali jalan. Saya kira kalo ganti halte harus bayar (misal harus nyambung) ternyata tidak, saudara-saudara!!! Halte yang kami pilih adalah yang berada di hampir depan pangkalan, yaitu halte BKN. Di setiap halte ada peta jalur kok, jadi kalo bingung mau naik apa tinggal lihat peta :D. Dari apa yang kami lihat, kalau mau ke JCC senayan cuma butuh sekali naik busway koridor 9, tapi ternyata hari ini ada tantangan khusus. Apa itu? Jeng jeng jeng ~~~

”Wah ke Senayan tutup,” mbak-mbak yang menjaga loket melumpuhkan kebahagiaan hari ini.
Hah? Tutup?
”Itu ada pengumumannya,” lalu mbak-mbak tersebut menunjuk ke arah kertas ukuran A4 di samping loket. Bah! Beberapa jalur ditutup karena ada jakarta marathon. Kyaaaa lupa kyaaaaa terus kami harus gimanaaaa

Dan akhirnya saya dan kakak memutuskan untuk putar-putar dulu, jari jalur lain. Pilihan kami jatuh pada jalur Matraman, terus pindah ke Dukuh Atas 1 lalu jalan ke Dukuh Atas 2 dan baru menuju ke bendungan hilir, jalan ke semanggi terus nyampe ke JCC senayan.

Sekitar pukul setengah sebelas, uda nyampe tuh di Dukuh Atas. Dan ternyata akses jalan ke Dukuh Atas 2 masih ditutup. Prediksi sampe jam 11 doang jadinya kami keluar shelter dan jalan ke D.A 2 lewat luar. Beneran sepi karena gate jalan belum dibuka. So, kita makan dulu dipinggir jalan #bawabekal #hemat habis itu lanjut ke DA2. eh ternyata eh ternyata, halte dibuka jam 12!!!!!! Aaaaarrrrgggghhhh oke, akses ke Senayan ditutup pake banget, dan sebagai amatiran kami ga mau ambil resiko. Akhirnya ngalah, nunggu sampe jam 12. jam 12, uda pada ngantri di loket nih, tapi kebahagian lagi-lagi bobrok karena dijelaskan bahwa bus yang lewat halte ini belum keluar kandang. Mau teriaaaakkkk *mana sakit perut lagi huhu*. Karena ga sanggup lagi nunggu satu jam, akhirnya putusin pindah halte. Oke, benar-benar pindah halte.

Kita jalan lagi ke DA1, beli tiket lagi deeh :””” padahal kalo tadi ga keluar halte ga usah bayar lagi ya haha. Oke lupakan kisah sedih ini. Jadi dari halte DA1, naik transjakarta yang berhenti sampai kuningan timur. Dari kuningan timur jalan dulu ke halte kuningan barat, setelah itu naik sekali yang ke Senayan. Kyaaaaa kita nyampe di JCC senayan yang letaknya persis samping tangga turun halte jam satu seperempat :”””””) untung gerak cepat yaa kalo nunggu di DA2 mungkin sampe jam dua belum juga nyampe huhu.

Masuk ke JCC nyaa~~ rame banget lho! Karena lagi ada acara gitu sama rokok Dj*rum, terus ada acara wisudaan juga dan ada acara anak-anak juga. Gedungnya besar sekaliiiii *harap maklum saya anak desa*.

Sebelum masuk ke pameran, saya dan kakak solat dulu. Letak musholla nya itu di ujung barat-utara. Bagian paling barat, terus jalan ke kanaaaan sampe mentok. Itu ada musholla di situ. Kami solat dulu :D

Okeee~~ ini akhir dari part 1 yaa biar ga kepanjangan :3. acara JASSO nya di part 2 hehe

Btw ini adalah metode yang harus digunakan untuk ke JCC Senayan dari Cileunyi:
Pertigaan Cileunyi -> Naik PrimaJasa ke Jakarta -> sampai di pemberhentian akhir -> ke halte terdekat (BKN) -> naik jalur 9 yang ke arah Senayan. Cukup satu kaliiii.

Kalo balik -> keluar JCC -> masuk ke halte (kalo sebelumnya kita dari kiri, sekarang naiknya dari halte sebelah kanan kita, yang jalannya lebih jauh pokoknya) -> naik yang bus gandeng -> sampai di BKN -> keluar halte menuju pangkalan PrimaJasa -> naik -> sampai deeeh!!!

Btw kalo yang dari Bandung, ke Cileunyi bisa diakses pake bus DAMRI. Kalo engga ya naik angkot caheum-cileunyi.

*rute diatas rute normal, kalo rute yang lain pas ada jalan diblokir, bisa muter-muter aja turun di halte apa gitu ganti-ganti bus itu juga bisa :D

Biaya perjalanan yang digunakan:
Kalo dari bandung:
Naik bis DAMRI -> 6 ribu x 2 = 12 ribu
Naik bis PrimaJasa -> 30 ribu x 2 = 60 ribu
Naik Busway -> 3.5 ribu x 2 = 7 ribu
Total = 79 ribu  *BISA KE JAKARTA MANAPUN LHOO* -> yang ada rute busway nya maksud ane


Baiklah titik ini adalah dimana postingan ini selesai. Semoga membantu yaa buat yang masih agak ragu atau ga tau gimana cara ke jakarta dari bandung dengan harga yang terjangkau. Bye bye :D

Kamis, 24 Oktober 2013

ambigu dalam sebuah deskripsi

Kamis, 24 Oktober 2013
“Aku ngerasa agak ambigu sama cerita yang kamu bikin, Ren,” Satu siang di musim ujian. Seseorang memintaku untuk berpendapat tentang apa yang ia buat. Sebuah cerita tentang cinta, tapi dia lebih suka menyebut ‘sayang’ daripada ‘cinta’.
“Oh ya? Ambigu bagaimana?” dia bertanya lagi, mencoba membaca pikiran saya. Mungkin.
“Aku ngerasa kalau.. sebenarnya cewek ini cuma kagum,” aku menyentuh layar handphone yang menampilkan sinopsis cerita. Ceritanya, temanku satu ini ‘menang’ lelang sinopsis novel dari satu penerbit dan dalam dua hari harus membuat cerpennya.
“…Dia suka? Bukan kagum? Aku ngerasanya dia itu cuma kagum, bukan suka. Dia hanya bingung dengan deskripsi suka dan kagum. Mungkin. Eh, itu cuma pendapatku lho ya,” aku melanjutkan.
“Oh, jadi, mungkin di cerpen yang akan dibuat harus ditulis apa yang mau dituju, biar ga ambigu.”
“Iya, kalo kamu mau dia suka, bilang suka. Kalau kagum, bilang kagum. Sampai yang aku baca sekarang ini aku masih ngerasa kalau ini hanya sekedar kagum,” aku mengeluarkan pendapat yang sedikit –entahlah sok tahu. Haha, tapi dia memang butuh brainstorming dan masukan –walau saran dari saya ga lebih dari sampah.

Baiklah, mendefinisikan sesuatu itu memang tidak mudah. Definisi itu kalau ditulis bisa bebas sebebas bebasnya, mungkin bisa sampai puluhan lembar. Coba definisikan sendiri, apa itu rasa suka? Apa itu kagum? Saya sendiri bingung.

”Menurutmu, apa yang membuat ini istimewa?” dan ini adalah salah satu pertanyaan yang bisa membuat saya terdiam lama.

Saya bukan tipe orang yang suka menilai dengan data: kuantitas atau kualitas. Saya adalah orang yang menilai semua dengan rasa *haha* ga tau. Kalau saya rasa itu istimewa, berarti itu istimewa. Kalau tidak, ya tidak. Titik. *terlihat saklek? Mungkin :D. Oke, dan sebenarnya saya sendiri tidak tahu apa yang membuat itu istimewa. Saya hanya merasa, itu istimewa. Begitu saja. Hey, bukankah tidak setiap hal butuh dideskripsikan?

Saya jadi ingat tentang satu kuliah (yang merupakan salah satu mata kuliah favorit saya di semester tujuh ini) yang pernah nyerempet tentang definisi. Di situ dosen berkata bahwa ”banyak sekali para ahli berlomba untuk membuat definisi, biar dikenal, biar dicatat dalam sejarah. Berlomba membuat definisi serumit mungkin, sepanjang mungkin, padahal nantinya semakin banyak yang membuat definisi, akan semakin hilang arti sesungguhnya instrumen tersebut,”

Dan jadi ingat lagi, salah satu tugas deskripsi puisi Sitor Situmorang, judulnya malam lebaran tapi puisinya hanya satu baris: bulan di atas kuburan. Singkat, padat, jelas, tapi pas di deskripsikan beeuuhhhh sampai dua halaman folio.

Hey, sebenarnya apa inti post ini? sebenarnya saya hanya ingin menegaskan bahwa setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap sesuatu. Setiap orang punya cara mendefinisikan sesuatu, dan itu adalah keunikan tersendiri bagi orang tersebut. Maka ... yah... hargai saja pendapat orang lain. Hargai saja, kecuali kalau benar-benar menyimpang atau salah.


Sekian. Semoga tulisan ini tidak bermakna ambigu, ya :)

Selasa, 08 Oktober 2013

Apa Sekarang Kau Merasa Bahagia?

Selasa, 08 Oktober 2013
Dalam sebuah diskusi kecil, aku dan tiga jiwa lainnya membahas tentang kebahagiaan. Sebuah kata bermakna yang menimbulkan banyak tanya.

“Hal apa yang bisa membuatmu bahagia?”

Dan satu pertanyaan sederhana itu sukses membuatku bungkam. Klasik, tapi selalu saja merasa kesulitan bila ada yang mempertanyakan hal ini. Setiap dari kami diharuskan menjawab apa hal yang bisa membuat kami bahagia.

Hal apa ya? Apa yang bisa membuatku bahagia?

Satu dari kami menjawab bahwa dia akan bahagia kalau lulus tepat waktu. Satu lainnya menjawab bahwa dia akan bahagia bila dapat membahagiakan orang tuanya. Aku sendiri menjawab akan bahagia bila menjadi editor yang hebat.

Dari ketiga jawaban itu muncul berbagai renungan. Disebutkan bahwa kebahagiaan yang sejati itu adalah kebahagiaan yang tidak akan pernah pudar seiring berkembangnya zaman. Dan katanya juga, bahagia itu seperti jatuh cinta. Ketika kau berbahagia dengan sesuatu, maka sesuatu itu memperlakukan apapun yang buruk kepadamu, kau akan tetap bahagia.

Menekuni profesi yang diinginkan juga bisa termasuk bahagia. Bahagia walau selalu dikejar deadline, bahagia walau masih sering dimarahi dan disuruh ini itu, bahagia karena kita melakukan hal yang dicintai.

Tapi disini, aku sendiri tidak sepenuhnya ingin menjadi editor.

Membohongi diri sendiri untuk mendapat makna bahagia.

Hey, kenapa hal ini menjadi agak kompleks? Bukankah bahagia itu sederhana? Ya. Aku menganggapnya sebagai hal yang sederhana. Saking sederhananya sampai-sampai tidak bisa mendeskripsikan hal tersebut. Bahagia adalah bahagia, tidak ada kata atau kalimat lain yang tepat menjelaskannya.

Dan hey, lalu apakah yang bisa membuatmu bahagia?

Apa, ya? Oh ya, mungkin hal yang bisa membuatku bahagia adalah menemukan hal yang bisa membuatku bahagia :)

Senin, 16 September 2013

(merasakan rasa) Percaya

Senin, 16 September 2013
Bayang-bayang. Aku tidak heran, banyak orang yang tertipu dan terpikat oleh hal ini. Dia bisa dilihat, tetapi tidak bisa disentuh ataupun dirasakan. Banyak orang terpikat oleh bayang-bayang, dimana dia hanya melihat indahnya, dan mengira bahwa apa yang ia lihat adalah hal yang sesungguhnya. Bayang-bayang seolah bersahabat dengan kita. Padahal bila saja kalian tahu, bayang-bayang bisa saja berupa fatamorgana.



Apa yang kau lihat itu tidaklah selalu benar. Memang benar, pertama melihatnya mungkin kau akan merasa bahwa ‘ini’lah yang terbaik. Tapi tahukah kalian? Derajat bayang-bayang itu sangat rendah. Dia tukang tipu. Tukang tipu yang tak akan bisa kau hapuskan. Berkali-kali kau mencoba membunuhnya, itu tidak akan berhasil. Bayang-bayang hanyalah benda mati, dan kau tidak bisa membunuh sesuatu yang memang tidak hidup.

Angin. Tak terlihat tetapi kau bisa merasakannya. Nyatanya, bila kau merasakan sesuatu, matamu pun tak akan mengganggu. Nyaman. Dan tak ada yang bisa merayumu lagi. Yang kau perlukan hanya satu: rasa percaya walau kau secara kasat mata tak dapat melihatnya.

Aku ingin kalian tidak mengenal apa itu bayang-bayang. Dari dulu, mungkin kalian hanya melihat wujud yang tidak sebenarnya. Kalian benar-benar telah tertipu. Aku hanya mengutarakan apa yang kuketahui. Berhati-hatilah dengan bayang-bayang. Mereka tidak akan berhenti mengganggumu bila kau sendiri tidak menyadari bahwa kau sedang tertipu. Aku ingin kalian mengenal angin. Kalian tahu, kan? Angin tak pernah berbohong. Saat dia benar-benar ada, dia akan memberimu sinyal agar kau tahu bahwa dia memang benar-benar ada. Kadang sinyalnya tidak terlalu besar, jadi kau bisa saja tak merasa.

Pilihlah sendiri bagaimana kalian merealisasikan rasa percaya. Angin, atau bayang-bayang? Apa kalian hanya akan melihat kebohongan demi kebohongan indah tetapi itu tak nyata, ataukah tanpa kata tetapi bisa terasa?


Rasa Percaya. Merasakan rasa percaya. Benar-benar hal yang abstrak. 

Minggu, 15 September 2013

Lari

Minggu, 15 September 2013


Apa kau akan berfikir dua kali sebelum melarikan diri?

Berkali-kali pertanyaan itu muncul di benakku. Lari, lari, lari. Seseorang pernah mengatakan, ”Apa yang akan kau dapatkan jika kau terus berlari? Hanya lelah saja, bukan?” dan itu membuatku mengiyakan pertanyaanku tadi. Aku akan berusaha untuk tidak lari

Nyatanya, teori dan praktik itu jauh berbeda. Di dalam angan kita sudah tertancapkan skenario yang luar biasa, bahwa aku pasti bisa dan tidak akan lagi berlari menghindari. Saat melihat realita, semuanya berbeda. Baiklah, aku gagal. Aku masih saja berlari dan berlari.

Hei, apa kau pernah mencoba untuk menoleh kebelakang? Sebentaaaar saja! Dan lihatlah apa yang terjadi. Apakah semuanya baik-baik saja kau tinggalkan di sana? Apa semuanya menjadi luar biasa saat kau tinggalkan? Apakah ada perubahan?

Pertanyaan demi pertanyaan muncul lagi. Ya, itu membuatku berfikir lagi. Aku harus tau, apa jadinya (mereka) tanpa aku. Apa semua akan baik-baik saja? Apa semua akan berubah menjadi lebih baik? Apa semua (masalah) terselesaikan dengan benar? Tidak. Nyatanya tidak.

Aku lari karena sebuah transformasi separuh hati. Aku harus melakukan sesuatu, bertemu seseorang yang tak dikehendaki. Semua harus terselesaikan, tapi aku rasa, aku tidak mampu dan aku tidak mau.

Ah ya, sebenarnya mereka adalah zona kerjaku, dan aku hampir berhasil keluar dari zona nyamanku. Tapi sekarang aku malah berlari, berlari menuju zona dimana aku bisa merasa aman nyaman tanpa beban. Tapi sesungguhnya aku tahu bahwa bila aku berhasil masuk, maka untuk keluar akan membutuhkan usaha yang sangat keras.

Melarikan diri hanya akan membawaku ke zona itu, zona berbahaya bertopeng surga. Aku tahu aku tidak mau ke sana, dan aku tahu aku harus berhenti berlari dan kembali. Aku tahu, aku tahu.

Tapi aku takut, takut untuk kembali. Takut menghadapi realita bahwa masalah di sana lebih rumit. Takut bahwa aku nanti tidak akan sanggup. Takut akan pikiran-pikiran yang terus meracuni otakku

Dan hei, jawab aku! Apa yang harus kulakukan? Apa aku masih harus berlari?

バンドン、日曜日 09月14日2013年

*Gambar diambil dari:

Senin, 09 September 2013

Perfect Melancholy

Senin, 09 September 2013
Apa kau pernah menyukai orang yang bahkan suaranya pun belum pernah kau dengar? Aku pernah. Cerita ini bisa saja disebut konyol, atau entah apa pun itu sebuatannya, tetapi tetap saja memiliki arti tersendiri untukku.

Hei, bukankah rasa suka itu bisa datang begitu saja? Kadang aku berfikir entah kenapa ini semua bisa terjadi. Berkali-kali aku mencoba untuk mengerti, aku tetap tidak bisa menemukan jawabannya.

Sering sekali aku ingin berbagi cerita yang sedikit aneh dan bersifat rahasia. Tetapi aku tidak tahu harus membaginya dengan siapa. Saat mencoba berbicara dengan seseorang, sepertinya ada sesuatu yang menghalangiku untuk bercerita. Maka dari itu, aku lebih memilih untuk diam dan memutuskan untuk tidak lagi membuka dunia. Biar aku saja yang bisa memasukinya.

Dan yah, sudah lama sekali aku ingin melakukan hal seperti ini. Hal yang bisa dibilang kekanak-kanakan, dan bisa juga disebut cengeng. Berbagi dunia. Aku ingin membagi duniaku dengan orang lain. Pada akhirnya, beberapa hari yang lalu aku membukanya. Aku membagi duniaku dengan seseorang.

Seseorang itu adalah sahabat lama. Kami berkenalan saat menduduki bangku SMA. Kami bisa dibilang tidak terlalu dekat. Aku juga dulu berkali-kali merasa sebal dengan beberapa kelakuannya yang masih kekanak-kanakan. Tapi entah kenapa setelah lulus, ikatan kami menguat. Aku merasakan itu. Aku nyaman berada di sampingnya, dan aku tidak merasa sungkan untuk meminta tolong kepadanya.

Dan kepadanya pula, aku membagi duniaku. Ini yang pertama kali, setelah kututup pintu selama lima tahun. Aku sudah berhenti bicara dengan orang lain sejak lulus SMP. Aku kehilangan kepribadian, dan aku tidak merasa nyaman. Tapi entah kenapa, dengan adanya dia sekarang, membuatku menemukan jati diriku sendiri. Walau sebentar.

Hey kak, kau orang pertama yang mendengar cerita-cerita konyolku malam itu. Dan itu pertama kalinya aku menangis saat bercerita dengan orang lain. Eh keduakalinya. Yang pertama aku ingat, aku pernah menangis di depan teman SMP saat naik sepeda. Hahaha, kekanak-kanakan sekali, bukan?

Ah, kenapa postingan ini jadi melantur seperti ini? Terus, apa hubungannya paragraf satu dua dan paragraf selanjutnya? Haha, paragraf satu dua itu adalah satu dari sekian banyak cerita yang ku bagi bersamanya.

eh, kenapa gambarnya dandelion? ya, sedang ingin saja haha. entah kenapa kalau sedang melankolis seperti ini, dandelion adalah bunga yang pas. setelah mekar, bisa terbang bebas di udara. berjuang untuk kembali mekar lagi. menurutku itu hal yang luar biasa. 

月曜日 09月09日2013年

アイサ の ノート © 2014